IMG-LOGO
Nasional

Siswa Madrasah Asal Pamekasan Ini Raih Juara pada Olimpiade Matematika di Thailand

Senin 26 Februari 2018 8:30 WIB
Bagikan:
Siswa Madrasah Asal Pamekasan Ini Raih Juara pada Olimpiade Matematika di Thailand
Pamekasan, NU Online
Bukan hanya MTsN 3 Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan yang bertabur prestasi tingkat dunia. Namun, MA Sumber Bungur pun baru-baru ini berhasil membawa medali internasional.

Medali tersebut digenggam oleh siswa MA Sumber Bungur Kelas XII IPA 3, Agus Hermawan. Remaja asal Desa Palalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan itu meraih medali perunggu tingkat internasional dalam Thailand International Mathematical Olympiade (TIMO), 20-23 Februari 2018.

"Prestasi ini atas izin Allah. Tentu tidak lepas dari jasa orangtua, kiai, kepala sekolah, dan guru-guruku," ujar Agus merendah.

Dirinya berkomitmen akan terus belajar tekun, supaya beragam prestasi bisa mengikutinya. Dengan begitu, lembaga tempat Agus menimba ilmu bisa harum namanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Sumber Bungur, Muhammad Ramli, mengaku bersyukur dan mengucapkan selamat atas prestasi anak didiknya itu.

"Selamat dan sukses. Semoga barokah. Semoga dapat menginspirasi siswa-siswi lainnya, khususnya di MA Sumber Bungur," teranf Ramli.

Miftahol Arifin, kelas XI IPA Sumber Bungur mengaku sangat antusias untuk mengikuti jejak kakak kelasnya tersebut. Dia juga ingin menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.

"Kami tentu sangat bangga punya kakak seperti Kak Agus. Insya Allah kami akan lebih belajar giat sehingga bisa mengikuti jejak positifnya. Kalau perlu, bisa lebih darinya," ujar Tahol, panggilan akrab Miftahol Arifin.

Sebelumnya, siswa MTsN Sumber Bungur juga menorehkan prestasi yang tak kalah menawan di ajang TIMO. Yakni, membawa empat perunggu.

Siswa-siswa yang berprestasi tersebut adalah Arbil Shofiyurrahman grade 9 (bronze), Moh Samsul Arifin Bakri (silver),  Hazim A Arief Madani (bronze), dan Wildan Hidayatullah (merit). 

Dengan hasil itu, kedua lembaga tersebut sukses mempersembahkan lima medali. Empat medali oleh siswa MTsN Sumber Bungur dan satu medali siswa MA Sumber Bungur. (Hairul Anam/Fathoni)
Bagikan:
Senin 26 Februari 2018 22:15 WIB
Kiai Said: Substansi Islam itu Percaya atas Yang Ghaib
Kiai Said: Substansi Islam itu Percaya atas Yang Ghaib
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa kepercayaan terhadap yang gaib merupakan salah satu konsep fundamental dalam teologi Islam. Kepercayaan terhadap yang gaib dapat membimbing perilaku hidup keseharian manusia di alam nyata.

Demikian disampaikan Kiai Said saat membimbing seorang warga negara Amerika membaca syahadat di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (26/2) sore.

Pengasuh Pesantren At-Tsaqafah Ciganjur ini mengimbau warga negara Amerika yang baru memeluk Islam untuk mempelajari dasar-dasar shalat. Kiai Said juga mengatakan, Islam ini mulia. Dengan mempercayai hal yang gaib, seseorang sudah cukup untuk menjadikannya sebagai pedoman hidup.

“Pegang satu ayat saja. Misalnya ayat ‘Kebaikan yang kamu lakukan, Allah lihat. Kejahatan yang kamu lakukan, Allah pasti tahu.’ Di sini substansi orang beragama,” Kiai Said.

Ia mengatakan, segala kebaikan yang tersembunyi mesti tidak luput dari pandangan Allah. Demikian juga sebaliknya. Semua kejahatan yang disembunyikan pasti diketahui oleh Allah. Meskipun anak, istri, teman, KPK, polisi tidak tahu, tetapi Allah mengetahui

“Ini substansi Islam, kepercayaan terhadap pengawasan Allah, bukan jenggot atau serban,” kata Kiai Said.

Pada kesempatan ini, Kiai Said juga mengatakan bahwa bangsa di Timur Tengah sedang kehilangan pegangan. Mereka hanya melestarikan teologi dan ritual Islam.

“Mereka sedang mengalami krisis akhlak atau moral sehingga konflik tidak perlu yang memakan korban jiwa di sana tidak pernah selesai,” kata Kiai Said. (Alhafiz K)
Senin 26 Februari 2018 19:15 WIB
Kiai Said Sebut Kelebihan Islam sehingga Diterima di Seluruh Dunia
Kiai Said Sebut Kelebihan Islam sehingga Diterima di Seluruh Dunia
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa agama Islam diterima di pelbagai benua di dunia. Sekarang ini di belahan dunia manapun sudah ada pemeluk Islam dari kalangan penduduk setempat.

Demikian disampaikan Kiai Said saat membimbing seorang muallaf warga Negara Amerika membaca syahadat di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (26/2) sore.

“Islam kini berkembang ke seluruh pelosok dunia. Muslim banyak di China, Amerika, Eropa. Kenapa Islam berkembang begitu?” kata Kiai Said.

Di hadapan pengurus harian PBNU yang hadir itu, Kiai Said mengatakan bahwa kunci rahasia penerimaan Islam oleh penduduk dunia karena Islam sempurna. Islam mengandung tiga unsur utama dalam beragama di mana ketiga unsur ini terpisah pada agama lainnya.

“Di Islam ada teologi, ritualnya jelas, kemanusiaannya juga ada yaitu akhlak atau moral. Ketiga unsur ini ada semua di dalam Islam,” kata Kiai Said.

Pengasuh Pesantren At-Tsaqafah Ciganjur ini mengatakan bahwa kelebihan agama Islam adalah mukjizat kitab sucinya yaitu Al-Quran. Selama 14 abad, kitab suci Al-Quran tidak mengalami perubahan sedikit pun.

“Jangankan huruf pada Al-Quran, satu titik pun tidak berubah. Mengapa? Karena Al-Quran dibaca dan dihafal. Al-Quran mudah dihafal. Anak-anak kecil di pesantren itu banyak sekali yang menghafal Al-Quran karena mudah. Tetapi makalah berbahasa Arab satu halaman saja dibaca sulit, apalagi dihafal,” kata Kiai Said.

Karena tradisi itu, usaha percobaan untuk mengubah Al-Quran dengan mudah diketahui oleh banyak orang.

Kiai Said juga menyebutkan kelebihan Islam dalam hal ibadah. Semua orang yang shalat mesti berbahasa Arab dan kiblat yang sama. Sama halnya dengan ibadah puasa dan haji. Kalau ada sedikit perbedaan masalah furuiyah, itu masalah kecil saja.

“Bahasa shalat sama, Bahasa Arab. Kalau yang kecil-kecil seperti soal qunut, dan lain sebagainya, itu memang beda,” kata Kiai Said. (Alhafiz K)
Senin 26 Februari 2018 19:0 WIB
Ini Pesan Ahli Waris Kanjeng Sunan Kalijaga kepada Pegiat Nahdlatul Ulama
Ini Pesan Ahli Waris Kanjeng Sunan Kalijaga kepada Pegiat Nahdlatul Ulama
Demak, NU Online
Siapa saja, baik pengurus maupun anggota NU merupakan pejuang ulama. Dan bila hendak berkhidmat untuk umat, harus mau belajar dari pengalaman dan berkenan mempelajari perkembangan yang ada. Hal tersebut sebagaimana dilakukan Kanjeng Sunan Kalijaga dan Walisongo dalam berdakwah mengembangkan ajaran Islam.

“Saya berpesan jika ingin maju, jangan malas belajar. Tirulah Sunan Kalijaga,” kata sesepuh yang juga ahli waris Kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, Eyang Sepuh H Rachmat, Sabtu (24/2).

Pesan tersebut disampaikan Eyang Sepuh H Rachmat saat menerima rombongan Pengurus Cabang NU Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang melakukan silaturahim. 

Baginya, sebelum dan sesudah berdakwah harus mempelajari keadaan. “Saya yang sudah renta ini selalu belajar. Maka perkembangan yang ada di hadapan kita harus dipelajari, tantangan yang ada merupakan peluang,” urainya di pendopo Kadilangu.

Usai memberikan wejangan, Eyang H Raden Rachmat memberikan kenang-kenangan berupa minyak jamas kepada rombongan yang diterima secara simbolis oleh KH Ade Fatahillah.

Eyang H R Rachmat mengatakan bahwa minyak jamas merupakan minyak khusus yang digunakan untuk menjamas (mencuci pusaka) Kutang Ontokusumo dan Pusaka Kiai Crubuk milik Kanjeng Sunan Kalijaga yang dilaksanakan setiap 10 Dzulhijjah.

“Minyak ini sebagai tanda hati, semoga perjuangan panjenengan semua muncul dari hati nurani serta agar perjuangan Kanjeng Sunan Kalijaga bisa sebagai dasar perjuangan NU Karawang ke depan,” tuturnya.

Sementara itu Rais Syuriyah PCNU Demak, KH Zainal Arifin Ma’shum menekankan tekat perjuangan pengurus NU untuk selalu mengutamakan dan mengedepankan keikhlasan. “Karena dasar itu akan menentukan kebijakan untuk melangkah menjalankan program,” katanya. Menurutnya, keikhlasan penting dalam berjuang agar saat menjalankan roda organisasi menemui kenikmatan, lanjutnya.

Rombongan studi banding PCNU Karawang yang berjumlah 165 orang tersebut terdiri dari rais syuriyah beserta jajarannya. Juga pengurus dari unsur tanfidziyah, lembaga, badan otonom, pengurus MWC se-Kabupaten Karawang dengan membawa tiga armada bus. (A.Shiddiq Sugiarto/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG