IMG-LOGO
Daerah

PMII Wahid Hasyim Gelar Sekolah Kewirausahaan

Sabtu 10 Maret 2018 17:30 WIB
PMII Wahid Hasyim Gelar Sekolah Kewirausahaan
Bondowoso, NU Online
Pengurus Komesariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Wahid Hasyim Politeknik Negeri Jember Kabupaten Bondowoso mengadakan sekolah kewirausahan dan barista basic.

Kegiatan yang bertema Mencetak kader interpreneur yang siap berkompetensi di tengah tantangan zaman ini diikuti 25 peserta dari kalangan mahasiswa di Kabupaten Bondowoso dan di luar Bondowoso.

Aganda acara tersebut dilaksanakan di Ruang Praktek Siswa (RPS) SMK NU Tenggarang Jalan Pakisan Nomor 341 Desa Bataan Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso, Sabtu (10/3) pagi.

Ketua Komisariat PMII Wahid Hasyim Syaiful Hoir menjelaskan tujuan kegiatan sekolah kewirahusan ini adalah untuk melatih keterampilan dan juga melatih kemampuan kader agar bisa mandiri serta bisa berkompetensi di tengah kemajuan zaman.

Bondowoso sampai saat ini menamakan dirinya menjadi Bondowoso republik kopi.

"Artinya paling tidak usai acara ini kader di sini sudah memiliki keterampilan dapat bersaing dan terus mengembangkan bondowoso republik kopi khususnya di Kabupaten Bondowoso bahkan di kota lain," jelasnya saat diwawancarai kepada NU Online waktu itu.

Ketua PMII Bondowoso M Nanang Sholeh mengatakan, dirinya mengapresiasi terselenggaranya sekolah ini karena PMII adalah organisasi terbesar di Indonesia ini. Jadi, tidak semua kader PMII terjun di dunia politik.

"Maka ia berharap kader-kader  ini nantinya bisa mandiri setelah mengikuti sekolah kewirausahan dan barista basic serta banyak kader yang tertujun di wirausaha nantinya," harapnya.

Di samping itu Ketua IKA PMII Bondowoso H Asnawi Sabil yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan seperti ini memang di luar estrem PMII, di mana selama ini mungkin teman-teman kegiatannya hanya sifatnya pelatihan-pelatihan yang sensitif atau juga kemudian kepada sosial.

"Tetapi pada kali ini kita diluar itu semua,PMII hari ini saya turut berbangga hati karena mampu keluar dari tradisi yang sudah ada dan lebih lagi menyentuh persoalan-persoalan hari ini membingungkan," jelas.

Ada dua narasumber kegiatan sekolah tersebut di antaranya Novi Agus Triono pengelola kursus Bahasa Inggris dan sanggar tari Resta Mardianto Forder Phikopi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)
Bagikan:
IMG
IMG