IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Ansor Jombang Lakukan Akreditasi Tingkat Ranting

Jumat 16 Maret 2018 22:30 WIB
Bagikan:
Ansor Jombang Lakukan Akreditasi Tingkat Ranting
Jombang, NU Online
Guna menata organisasi kepemudaan Gerakan Pemuda Ansor Jombang lebih terarah khususnya di tingkat kepengurusan ranting, Pimpinan Cabang GP Ansor setempat melakukan akreditasi secara maraton mulai 15 hingga 31 Maret 2018 mendatang.

"Ini sebagai bentuk penataan kelayakan organisasi GP Ansor di tingkat ranting (desa) dalam menyelenggarakan kegiatannya. Agar lebih baik serta maksimal dalam mengelola organisasi GP Ansor," kata Sekretaris PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam, Jumat (16/3).

Tujuan lain dalam penyelenggaraan akreditasi ini menurutnya adalah sebagai salah satu syarat penting dalam keikutsertaan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Jombang yang tidak lama lagi akan digelar.

Dalam Konfercab tersebut, pengurus tingkat kecamatan juga tingkat ranting akan menjadi peserta penuh dalam permusyawaratan tertinggi tingkat cabang itu. Dan menurutnya, setiap kepengurusan Ansor tingkat ranting khususnya, harus terakreditasi dengan nilai minimal B sehingga bisa memenuhi haknya sebagai peserta dalam konfercab nanti.

"Sisi lain dari penilaian akreditasi Pimpinan Ranting GP Ansor se-Jombang ini adalah sebagai syarat peserta penuh dalam Konferensi PC GP Ansor Jombang sesuai PD/PRT/PO," jelasnya.

Pria yang kerap disapa Muiz ini lebih jauh menjelaskan, ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan pengurus juga organisasi secara kelembagaan pada proses tersebut. Di antaranya yakni pengelolaan dan tertatanya administrasi serta kader sehingga dapat membangun organisasi yang lebih mandiri.

"Hal ini sebagai bentuk kepedulian pengurus terhadap organisasi sehingga organisasi dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi kualitas dan kinerja organisasi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto memaparkan, kegiatan penilaian akreditasi pimpinan ranting Ansor ini sangat penting karena merupakan upaya menjaga marwah organisasi GP Ansor dan bentuk kepedulian serta penguatan organisasi.

"Misalkan dengan mendapatkan nilai maksimal A menandakan bahwa pengurus di berbagai tingkatan itu hidup dan betul-betul ada pengurusnya serta roda organisasi di tingkatan ranting telah berjalan dengan baik. Jika demikian, akan menjadi suatu kebanggaan bagi kami sebagai Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang," sambung Gus Antok, sapaan akrabnya.

Adapun indikator variabel yang dinilai meliputi administrasi kepengurusan pimpinan ranting, MAS Rijalul Ansor, kegiatan-kegiatan, amal usaha pimpinan ranting, keanggotaan Banser (satkorpok), data Sigap GP Ansor, dan kegiatan sosial kemasyarakatan serta kepemudaan.

Sebelumnya, Ketua PAC Bandarkedungmulyo M Shoni meyakini, sejumlah pengurus ranting Ansor se-Kecamatan Bandarkedungmulyo yang menjadi objek akreditasi perdana, optimis akan mendapat nilai akreditasi yang memuaskan.

"Pimpinan ranting se-Kecamatan Bandarkedungmulyo akan mendapat nilai A semua, hal itu terlihat semangatnya pimpinan ranting dalam mempersiapkan berkas yang akan dinilai oleh Tim Asesor Akreditasi dari PC GP Ansor Jombang," ujarnya. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)

Bagikan:
Jumat 16 Maret 2018 20:45 WIB
Penyuluh Agama Diajak Jaga Kemurnian Al-Qur’an dari Pemelintiran
Penyuluh Agama Diajak Jaga Kemurnian Al-Qur’an dari Pemelintiran
Bengkalis, NU Online 
Perdebatan dan pertengkaran yang disebabkan perbedaan pendapat keagamaan belakangan menjadi fenomena di tengah masyarakat. Untuk mencegah hal tersebut terus mewabah, penyuluh agama, sebagai juru penerang diajak untuk terus menjaga kemurniann ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau, Ahmad Supardi, saat hadir sebagai narasumber di kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama dalam Menghadapi Radikalisme di Kabupaten Bengkalis, Kamis (15/3). 

"Ketika Bapak dan Ibu diangkat menjadi penyuluh agama, saat itulah Bapak dan Ibu sekalian menjadi juru penerang umat. Tugas Bapak dan Ibu sekalian untuk menjaga kemurnian ayat suci," kata Supardi. 

Menjaga kemurnian ayat suci, lanjut Supardi, penting untuk dilakukan di tengah banyaknya upaya pemelintiran untuk tujuan-tujuan tertentu, salah satunya menyebarluaskan radikalisme. 

"Jika banyak ayat yang dipelintir, dampaknya seperti sekarang ini, masyarakat akan semakin gampang mengkafirkan. Ini yang harus kita cegah," tegasnya. 

Sebagai juru penerang umat, seorang penyuluh agama dituntut mampu membendung upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam menafsirkan ayat suci untuk kepentingan jahat. Kementerian Agama Riau mengapresiasi langkah BNPT yang melibatkan penyuluh agama dalam pencegahan terorisme melalui penguatan kapasitan. 

"Kami sampaikan ucapan terima kasih ke BNPT, karena di sini Bapak dan Ibu sekalian akan dilatih agar memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi kelompok penyebar radikalisme," tandas Supardi. 

Kepala Subdirektorat Pengawasan BNPT, Chairil Anwar, menegaskan keterlibatan penyuluh agama adalah energi positif yang sangat diharapkan BNPT dalam proses penanggulangan terorisme. 

"Pemerintah tidak bisa sendiri mengatasi terorisme," kata Chairil. 

Keterlibatan penyuluh agama, lanjut Chairil, karena posisinya yang sangat strategis untuk melaksanakan deteksi dini terhadap postensi radikalisme di tengah masyarakat. "Bapak Ibu yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat, bukan kami di Jakarta. Karena itulah Bapak Ibu penting, Bapak dan Ibu dibutuhkan di pencegahan terorisme," ujarnya. 

Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama dalam Menghadapi Radikalisme diselenggarakan oleh BNPT bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, INSEP dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). BNPT juga melibatkan 32 FKPT se-Idonesia dalam melaksanakan kegiatan. (SHK/Abdullah Alawi)

Jumat 16 Maret 2018 20:30 WIB
Ada Lomba MTQ Khusus Banser di Jombang
Ada Lomba MTQ Khusus Banser di Jombang
Ilustrasi (ist).
Jombang, NU Online
Sebagai salah satu ikhtiar dalam mengembangkan potensi keagamaan yang dimiliki sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Jombang,  Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor setempat berkolaborasi dengan Satkorcab Banser serta Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Jombang menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) khusus anggota Banser.

Lomba ini akan berlangsung pada Ahad, 8 April 2018 mendatang di Masjid Agung Baitul Mukminin Alun-alun Jombang. Rencananya akan dimulai dari pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan, selain untuk pengembangan potensi keagamaan Banser, kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka menyambut peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1439 H, Harlah ke-84 Ansor dan Konfercab PC GP Ansor Jombang tahun 2018.

"Acara itu juga untuk menyongsong peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, Hari Ulang Tahun ke-84 Ansor serta Konferensi PC GP Ansor Jombang tahun ini," ujarnya kepada NU Online, Jum'at (16/3).

Ia menjelaskan, hingga saat ini ada beberapa peserta yang sudah mendaftar ke panitia penyelenggara. Lomba ini menurutnya juga tidak hanya untuk Banser Jombang, Banser di luar Jombang juga dapat mengikuti kegiatan tersebut.

"Bisa juga diikuti Banser dari Jombang dan luar Jombang. Dari Mojokerto, Kediri sudah ada yang daftar," jelas Gus Antok, sapaan akrab H Zulfikar Damam Ikhwanto.

Lebih jauh Gus Antok memaparkan terkait persyaratan yang harus dipenuhi setiap peserta.

"Peserta wajib menyerahkan salinan kartu anggota Banser atau Piagam Diklatsar Banser atau surat tugas dari Kasatkoryon Banser," ujarnya.

Untuk pendaftaran peserta sama sekali tidak dipungut biaya. Meski begitu, panitia sudah menyediakan hadiah untuk tiga pemenang.

"Pendaftaran gratis. Hadiahnya, juara 1 Rp. 1,5 juta, juara 2 Rp. 1 juta dan juara 3 Rp. 500 ribu. Maqro bebas tapi durasi waktunya maksimal 7 menit," tuturnya.

Informasi lebih lanjut, termasuk pendaftaran bisa menghubungi Kasetma Dedi Z dengan nomor HP +6285733449988 dan Ketua Panitia lomba H Jamaludin Karim di nomor HP +6281231725978.

"Tapi sesuai kesepakatan panitia, pendaftaran lomba terakhir pada 5 April 2018," terang dia. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)

Jumat 16 Maret 2018 19:45 WIB
MA Miftahul Huda Pesawahan Siap UN Berbasis Komputer
MA Miftahul Huda Pesawahan Siap UN Berbasis Komputer
Banyumas, NU Online 
Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Huda Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2017-2018. 

Kepala sekolah MA Miftahul Huda KH Ulul Albab menyatakan kesiapan itu ketika ditemui di ruang kerjanya usai memantau simulasi UNBK, Jumat, (16/3). 

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan melakukan tiga kali simulasi UNBK dan dua kali latihan ujian. 

"Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar," katanya. 

Taufiq, salah satu staf MA Miftahul Huda menjelaskan, salah satu kendala atau problem yang sering muncul dalam UNBK sinkronisasi server. Itu terjadi biasanya karena loading lama. 

"Selain itu juga soal aliran listrik yang kadang tidak stabil," tambah Taufik. 

Pada UNBK yang akan digelar 12 April 2018 mendatang, 93 siswa dan siswi MA Miftahul Huda yang terbagi dalam tiga jurusan, yaitu IPA, IPS dan agama sebagai peserta UNBK tahun ajaran 2017-2018. 

"Kami mohon doa restu kepada masyarakat semua dan wali murid khususnya kelas tiga, untuk ikut mendoakan kelancaran UNBK yang akan kami lakukan serta mendapatkan hasil yang baik," pungkas kiai muda yang juga menjadi pengasuh Pesantren Miftahul Huda Pesawahan itu. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG