IMG-LOGO
Daerah

Habib Muhammad Jelaskan Amalan-amalan Bulan Rajab

Jumat 23 Maret 2018 15:0 WIB
Bagikan:
Habib Muhammad Jelaskan Amalan-amalan Bulan Rajab
Brebes, NU Online 
Banyak amalan yang bisa  dilakukan untuk mendapatkan kebaikan sepanjang bulan Rajab. Akan merugi bila tak berkesempatan mengamalkannya, karena Rajab merupakan bulan mulia, bulannya Allah SWT.

Demikian disampaikan Habib Muhammad bin Yahya dari Indramayu, Jawa Barat saat mengisi Pengajian memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman masjid Al Mukaromah Islamic Center Brebes, Kamis malam (22/3).

Pertama, kata Habib Muhammad, memperbanyak membaca istighfar. Janganlah banyak bicara bukan karena dzikir kepada Allah, karena bisa menyebabkan hatinya keras. Bila hidupnya susah, amalan istighfar bisa mengangkat kesusahan kita. 

Dia mengingatkan, bulan Rajab sebagai bulan istighfar karena Allah akan mengampuni seberapa pun banyak dosa kita. "Kita bukan manusia pilihan, tentunya tak luput dari dosa," ujarnya sembari mencontohkan godaan dosa datang.silih berganti dengan gaya banyolannya yang.khas.

Habib Muhammad juga mendengar, beberapa waktu lalu Brebes tertimpa berbagai bencana. Semoga banjir sebagai ujian, agar menjadikannya sabar dan sholat. Karena sabar dan shalat sebagai penolongmu.

Kedua, di bulan Rajab telah diturunkan perintah sholat, maka jangan tinggalkan shalat. Ibadah sholat, adalah ibadah istimewa. Semua ibadah bagus, dari sekian banyak ibadah yang paling istimewa adalah sholat

Ketiga, di bulan Rajab jauhi maksiat. Ibu ibu yang suka berantem sama suami jangan lakukan di bulan Rajab. "Surga bagi hamba hamba yang takwa, yang tentunya tidak melakukan maksiat," ucapnya.

Mulut, tangan, mata, disengaja maupun tidak banyak melakukan maksiat. Kita dapat nikmat yang banyak, tapi kerap melakukan maksiat. 

Rajab, lanjutnya, telah menunjukan kuasa Allah kepada hamba-Nya. Isra Miraj adalah mukjizat Nabi Muhammad yang sulit di terima akal. Namun kalau sudah menjadi kehendaknya, tak seorang pun mencegahnya. Kun fayakun.

Allah telah menunjukkan kehendak-Nya lewat mujizat Nabi dan orang orang mulia yang dikehendakinya. Seperti Siti Maryam atas kuasa Allah bisa hamil. Tongkat nabi Musa membelah laut. "Anehnya, di akhir zaman, banyak yang mengaku aku jadi Siti Maryam yang justru membikin malu keluarga, guru, masyarakat, dengan cara  hamil duluan," ujarnya berkelakar. 

Optimislah, orang yang baik yang mengerjakan amal shaleh, akan diberikan kehidupan di dunia yang lebih baik juga, apalagi di akharat.

Hidup didunia harus optimis karena ada kuasa Allah. Peristiwa Isro Miroj menjadikan kekuasaan Allah tanpa halangan, meski sulit diterima akal. 

Dan keempat, di bulan Rajab harus memperbanyak Shodakoh, agar berkah. 

Ketua Panitia H Abdul Haris menjelaskan, peringatan Isra Miraj telah menjadi agenda rutin tahunan Yayasan Islamic Center Brebes. "Setiap malam Jumat pahing, juga digelar istighosah di Masjid Al Mukarramah," pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 23 Maret 2018 23:0 WIB
MWC NU di Sumenep Ajak Warga, Polisi dan Tentara Bersihkan Lingkungan
MWC NU di Sumenep Ajak Warga, Polisi dan Tentara Bersihkan Lingkungan
Sumenep, NU Online
Setelah Jumat pekan lalu membersihkan saluran air di kawasan Pasar Prenduan, kali ini puluhan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC), Ranting dan Kader Penggerak NU Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jawa Timur membersihkan lingkungan. 

Sejak pukul 6 pagi, puluhan peserta membersihkan kawasan sekitar yang terlihat kurang sedap dipandang. Berbekal alat yang dibutuhkan, mereka yang datang dari berbagai Ranting NU dan pelosok dusun, secara bersama menyisir daerah yang dilalui untuk dibersihkan.

"Hadits annadhafatu minal iman itu harus dicontohkan kepada masyarakat, agar tidak hanya menjadi pesan kosong tak bermakna,” kata KH Asnawi Sulaiman, Jumat (23/3). 

Menurut Wakil Ketua MWC NU Pragaan tersebut, Nabi terlebih dahulu mencontohkan terhadap setiap yang disabdakan, termasuk masalah kebersihan. “Kebersihan ini merupakan manefestasi Islam rahmatan lil alamin, yang tidak hanya untuk manusia Muslim , tapi juga menyangkut alam semesta,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan tersebut. 

"Kebersihan lingkungan urusan keseimbangan alam, tidak hanya soal kesehatan, juga kenyamanan, keasrian, gotong royong dan kedamaian hidup,” katanya sembari memberikan semangat kepada sejumlah peserta.

Untuk titik jalan yang dibersihkan pada Jumat kali ini adalah dari Pondok Pesantren Al Ihsan dan lokasi pemakaman warga Jadddung. Tampak bergabung para warga, termasuk personel Kepolisian Sektor Pragaan, juga Komando Rayon Militer atau Koramil setempat. (Red: Ibnu Nawawi)

Jumat 23 Maret 2018 21:0 WIB
Belajar Agama Lewat Internet, Pentingkan Otak dari Hati
Belajar Agama Lewat Internet, Pentingkan Otak dari Hati
(Foto: Islamnusantara)
Pringsewu, NU Online
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu, Lampung Ahmad Rifa'i mengajak kepada seluruh pendidik untuk terus memberikan pemahaman dan penjelasan kepada pelajar akan efek yang dapat timbul dari penggunaan media sosial yang berlebihan dan tidak bijaksana.

Harapan Rifa'i ini dilontarkannya dengan melihat fakta bahwa di zaman sekarang ini banyak kawula muda yang terjerumus kepada hal-hal negatif akibat cerobohnya mereka dalam memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya internet.

“Saat ini efek negatif dari media sosial sudah banyak terlihat. Di samping tingkat kepedulian kepada lingkungan nyata di sekitarnya berkurang akibat seringnya berinteraksi di dunia maya, berbagai tindakan melampaui batas norma agama dan sosial juga banyak dilanggar akibat media sosial ini,” katanya, Jumat (23/3)

Berbagai tindak kriminalitas serta pola fikir yang terpengaruhi oleh berita palsu, ujaran kebencian dan sejenisnya menurut Rifa'i sudah sangat kentara. Apalagi pola fikir yang terkait dengan permasalahan agama lanjutnya, saat ini sudah mulai banyak anak muda yang pintar namun tidak belajar agama dengan cara yang benar yaitu melalui internet.

“Ini (belajar agama melalui internet) akan sangat berbahaya karena mereka akan mengedepankan otak dan rasio mereka. Tidak menggunakan hati dan rasa,” ujarnya.

Padahal di internet lanjutnya, banyak sekali pemahaman-pemahaman radikal dan sesat yang apabila para pelajar tidak hati-hati dan lepas dari pengawasan guru dan orang tua, bisa jadi mereka akan terjerumus. Dan ini tegasnya, tidak hanya kalangan muda saja yang terpapar pola fikir yang salah, namun orang tua dan juga para tokoh agama serta masyarakat juga sudah ada yang terpengaruh.

“Saat ini kita harus selektif memilih media informasi di internet dan media sosial. Saat ini kita butuh media yang pas untuk menjadi sumber yang terpercaya, menyebar kebenaran dan mendamaikan masyarakat. Diakui atau tidak kita sering men-share berita-berita yang tidak jelas dari sumber yang tidak jelas juga,” kata Rifa’i.

Sudah saatnya menurut Rifa'i, masyarakat faham akan perkembangan internet dan lebih waspada terhadap bahaya yang dapat muncul. Sering melakukan tabayun dan tidak gampang menviralkan berita merupakan salah satu cara terhindar dari efek negatif media sosial. (Muhammad Faizin)

Jumat 23 Maret 2018 19:0 WIB
RMI dan LBM NU Magetan Bersinergi Bahas Permasalahan Kekinian
RMI dan LBM NU Magetan Bersinergi Bahas Permasalahan Kekinian
Magetan, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dan Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Magetan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-I di pesantren Darul Ulum, Poncol, Magetan, Jawa Timur, Kamis (22/3).  

Kegiatan Muskercab, selain menyusun program kerja acara diisi dengan kegiatan bahtsul masail untuk membahas masalah kekinian yang tengah terjadi di masyarakat.

Ketua PC RMINU Magetan Habib Mustofa mengatakan, kegiatan yang bekerjasama dengan Majlis Musyawarah Umum (MMU) Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini digelar untuk merespon berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, guna dicarikan solusinya.

"Seperti penataan shaf wanita di samping lelaki, fenomena pelakor dalam kacamata fiqih dan pembahasan kematian anggota Banser saat menjaga tempat ibadah agama lain," ungkap pria yang sering disapa Gus Toev itu.

Muskercab kali ini merupakan awal sinerginya antara RMINU dan LBMNU Magetan dalam penataan dan pengembangan pondok pesantren kedepan.

"Progres RMI-NU kedepan adalah merekrut pondok pesantren se Magetan yang memiliki ideologi Ahlusunah wal Jamaah," imbuhnya.

Selain itu lanjutnya, RMINU Magetan juga menggandeng Gerakan Nasional Ayo Mondok, sebagai unit kerja NU yang mengurusi pondok pesantren.
 
Pengasuh Majelis Musyawarah Umum (MMU) Pesantren Al Falah Ploso, KH Agus Makmun berpesan tentang pentingnya mencari, mengembangkan, dan memperjuangkan ilmu.

"Ilmu itu tidak ada ilmu nurun, ilmu itu harus dicari. Dan tidak ada ceritanya mencari ilmu itu mudah. Seperti pepatah mengatakan berakit-rakit ke hulu, bersenang-senang ke tepian. Tidak ada barang itu mulai awal sampai akhir itu enak terus," pesanya.

Selain dihadiri oleh perwakilan pesantren, acara juga dihadiri utusan LBMNU dari MWCNU se Kabupaten Magetan, tampak pula para kiai seperti KH Arsyad Tulungagung, KH Muhammad Ma'sum, KH Abdul Manan dan KH Agus Makmun.

Sementara itu, agenda Bahtsul Masail berlangsung cukup hangat dengan diwarnai perdebatan dan adu argumentasi. Peserta saling beradu argumen, logika dan dalil-dalil dari berbagai referensi kitab kuning hingga berbagai permasalahan yang dibahas dapat ditemukan jawabannya. (Ariz Ibnu Hakim/Muiz)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG