IMG-LOGO
Nasional

Hadapi Hoaks dan Ujaran Kebencian, Kiai Said: NU-Muhammadiyah Rapatkan Barisan

Jumat 23 Maret 2018 20:30 WIB
Hadapi Hoaks dan Ujaran Kebencian, Kiai Said: NU-Muhammadiyah Rapatkan Barisan
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah di lantai lima Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/3). Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap pertemuan itu bisa memperkuat persatuan kedua organisasi. Kiai Said mengatakan bahwa tantangan di era banjir informasi ini adalah hoaks dan ujaran kebencian.

Pada kesempatan itu, Kiai kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat sempat menyinggung tentang tantangan Indonesia dalam menghadapi keadaan yang banyak dipenuhi dengan berita bohong.

"Menghadapi tantangan era masa kini yang penuh dengan tantangan. Era IT orang-orang yang kadang-kadang bisa diadu domba, terpengaruh, terprovokasi dengan hoaks dan fitnah. Perlu kita rapatkan barisan," kata Kiai Said.

"Mudah-mudahan ini pertanda baik, pertanda positif. Ke depan kita bisa bersatu lagi. Sudah bersatu sih, tapi semakin bersatu lagi," kata Kiai Said, diikuti tawa sejumlah awak media.

Kiai lulusan Universitas Ummul Qura Arab Saudi itu mengatakan bahwa NU dengan Muhammadiyah sudah sering mengadakan pertemuan.

"Dulu sudah pernah. Gus Dur biasa bertemu dengan waktu itu pertama  dengan Pak Malik Fajar. Sangat bersahabat dan Bapak amin Rais waktu Awal-awal reformasi itu. Pak Hasyim Muzadi selalu bertemu Pak Syafi'i Ma'arif dengan  Pak Din Syamsudin. Sekarang masanya saya dengan Pak Haedar Nashir," ujarnya.

Pada pertemuan yang bertema Mewujudkan Islam yang Damai dan Toleran Menuju Indonesia yang Berkeadilan itu, Kiai Said didampingi Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra. Sementara dari Muhammadiyah hadir Ketua umum Haedar Nashir, Sekjen H Abdul Mu'ti. (Husni Sahal/Alhafiz K)
Bagikan:
IMG
IMG