IMG-LOGO
Daerah

Katib NU Jember Jelaskan Najis dan Hukum Parfum Beralkohol

Senin 26 Maret 2018 10:30 WIB
Bagikan:
Katib NU Jember Jelaskan Najis dan Hukum Parfum Beralkohol
Jember, NU Online
Pengajian usai shalat Subuh, Ahad (25/3) di Masjid Raudlatul Mukhlisin Jember, Jawa Timur berlangsung meriah. Tidak kurang, 300 jamaah mengikuti pengajian yang rutin diasuh beberapa kiai di Jember, salah satunya Kiai MN Harisudin. 

Pada kesempatan tersebut, Kiai Harisudin menjelaskan hukum minyak wangi atau parfum beralkohol berdasarkan kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 52 yang menerangkan pembagian najis. 

Dalam kitab tersebut, Al-Allamah Sayyid Abdurrahman Ba'alawi selaku pengarang atau muallaif menjelaskan empat bagian najis. “Yang pertama, najis yang tidak dimaafkan secara mutlak,” kata Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember tersebut. 

Masuk dalam kategori ini adalah najis bangkai binatang, darah, anjing, babi, minuman keras, kotoran manusia, kotoran hewan, kencing, madzi, wadi, dan sebagainya. “Najis ini tidak dimaafkan karena dalam kondisi normal, terlihat oleh mata dan tidak ada kesulitan untuk menghindarinya,“ jelas Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates tersebut. 

Yang kedua, lanjut Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut, najis yang dimaafkan (ditoleransi) secara mutlak. “Bagian yang kedua ini adalah najis yang tidak terlihat oleh mata. Jadi, kalau tidak kelihatan di lantai atau di baju misalnya, najis-najis yang tadi telah disebut itu dimaafkan,” kata kiai muda yang juga pengurus Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Jember ini. 

Sedangkan ketiga yakni najis yang tidak dimaafkan ketika masuk ke dalam air dan dimaafkan ketika mengenai baju atau pakaian. “Najis ini misalnya darah yang sedikit. Kalau mengenai air, darah yang sedikit ini tidak dimaafkan karena mudah untuk menghindarinya,” ungkapnya. 

Akan tetapi kalau darah sedikit ini mengenai baju, maka dimaafkan. “Artinya tidak apa-apa kalau mengenai baju atau pakaian kita”, jelas Kiai Harisudin yang juga Sekjen Pengurus Pusat Keluarga Alumni Ma’had Aly (Kamaly) Situbondo.

Untuk kategori terakhir adalah najis yang dimaafkan ketika mengenai air, tapi tidak dimaafkan ketika kena baju. Contohnya bangkai hewan yang tidak memiliki darah mengalir seperti cecak, kecoak, dan sebagainya. “Kalau bangkai ini masuk air, ya dimaafkan. Tapi, kalau bangkai hewan ini mengenai baju tidak dimaafkan sehingga jika dipakai shalat maka shalatnya menjadi tidak sah,” ulas Kepala Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah IAIN Jember tersebut.

Nah, bagaimana dengan hukum minyak wangi beralkohol? Mengutip keputusan Muktamar NU pada 25-29 Desember 1962 di Solo, Kiai Harisudin menjelaskan bahwa hukum menggunakan minyak wangi yang bercampur dengan alkohol sekedar untuk menjaga kebaikannya, adalah dimaafkan.

“Pada saat itu, peserta Muktamar menggunakan banyak maraji’. Salah satunya  adalah kitab al-Fiqh ala Madzahibul Arba’ah yang menjelaskan bahwa cairan najis yang dicampur dengan obat-obatan dan parfum dengan kadar yang diperlukan adalah dimaafkan,” pungkasnya. (Shohibul Ulum/Ibnu Nawawi)                       

Tags:
Bagikan:
Senin 26 Maret 2018 23:59 WIB
KSPPS-SMNU Pekalongan Sisihkan Keuntungan untuk Marbot dan Beasiswa
KSPPS-SMNU Pekalongan Sisihkan Keuntungan untuk Marbot dan Beasiswa
Pekalongan, NU Online
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (KSPPS-SMNU) Kota Pekalongan menyisihkan keuntungan usaha tahun 2017 kepada penjaga masjid dan siswa berprestasi di Pekalongan dan sekitarnya, di Gedung Aswaja Pekalongan, Ahad (25/3).

Penyerahan bantuan dilakukan pada saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017 dengan disaksikan seluruh jajaran pengurus, anggota, dan tamu undangan yang hadir.

"Ada 12 penjaga masjid yang mendapat bantuan dan 52 siswa dari wilayah Pekalongan dan sekitarnya dengan nominal bantuan untuk penjaga masjid masing-masing menerima Rp500.000. Sedangkan untuk siswa SMA/MA/SMK masing-masing Rp900.000, MTs/SMP Rp500.000 dan MI/SD masing-masing Rp400.000," ujar H Salahudin selaku Ketua KSPPS-SMNU yang baru.

Dikatakan, kegiatan yang sama juga sudah diakukan tahun lalu dalam jumlah terbatas, sedangkan tahun ini diperluas di wilayah Kabupaten Batang, Pekalongan dan Pemalang. 

Saat ini, jelas Salahudin yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD Kota Pekalongan, KSPPS-SMNU telah mampu menyalurkan pembiayaan hingga Rp77 miliar, khususnya untuk usaha mikro, kecil dan menengah.

Untuk menambah daya jangkau kepada anggota, pihaknya sedang mempersiapkan produk-produk baru simpanan dan dalam waktu dekat akan segera dirilis dan dikenalkan kepada masyarakat secara luas. 

Sebagaimana diketahui, KSPPS-SMNU Pekalongan yang semula bernama KSU Nahdlatut Tujjar sejak berdiri hingga saat ini telah mampu membukukan aset sebesar Rp141 miliar dalam kurun waktu 13 tahun.

Menurut Salahudin, keberhasilan itu tidak lepas dari kepercayaan anggota yang jumlahnya mencapai 9 ribu orang yang tersebar di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang dengan ditopang 1 kantor cabang utama dan 12 kantor cabang. (Muiz
Senin 26 Maret 2018 23:30 WIB
Sejumlah Kegiatan Warnai Pertemuan Alumni Pondok Kebon Jambu
Sejumlah Kegiatan Warnai Pertemuan Alumni Pondok Kebon Jambu
Cirebon, NU Online
Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Pondok Kebon Jambu Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat menyelenggarakan silaturahim antar alumni di Masjid Miftahusaa'adah, Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka, Ahad (25/03). Kegiatan diisi tahlil bersama, kajian kitab kuning, taushiah, bahtsul masail dan ramah tamah antaralumni dari berbagai generasi.

Forum membahas pentingnya shalat berjamaah dan silaturahim. Karena shalat berjamaah memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim. “Manfaatnya antara lain dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, meluaskan tali silaturahim, pahalanya 27 derajat, membentuk pribadi yang baik dan benar, serta selamat hidup dunia dan akhirat,” kata KH Muhammad Umar.

Ketua Fokal Kabupaten Majalengka ini juga menjelaskan bahwa rajin shalat berjamaah, selain membentuk pribadi yang benar, manfaat lainnya adalah agar terhindar dari kefaqiran dan kemiskinan, lanjutnya.

"Orang yang rajin shalat berjamaah, Allah SWT akan memberikan lima hal antara lain, tidak pernah terkena kefakiran, dihapuskan siksa kubur, selamat dari kesusahan hari kiamat, diberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanan, dan berjalan di atas titian shirat secepat kilat," jelas Kang Umar, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, para alumni tidak hanya mengeluhkan masalah kesusahan. Tetapi kebahagian juga harus disampaikan agar menjadi inspirasi bagi alumni lain.

"Termasuk jangan merasa minder atas penghasilan yang kita peroleh saat ini. Yang terpenting itu cukup dan berkah," kata Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Majalengka tersebut.

Hadir pada kesempatan itu, para dewan pengasuh Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Pesantren Babakan Ciwaringin, Kiai Hasan Rohmat putra almagfurlah KH Muhamad (Akang), Nyai Hj Awwanilah Amva (istri dari almagfurlah KH Asror Muhamad), Nyai Yayah Qibtiyah (putra almagfurlah KH Muhamad), Kiai Syafi'i Atsmari, KH Maman Qomaruddin (Pengasuh Ponpes Annawawiyah Majalengka), Kiai Muhyidin, dan Kang Hamidi. (Ayub Al-Anshori/Ibnu Nawawi)

Senin 26 Maret 2018 23:0 WIB
Semarak Rajabiyah, STAI Ma’arif dan LAZISNU Gelar Pekan Kreatifitas Santri
Semarak Rajabiyah, STAI Ma’arif dan LAZISNU Gelar Pekan Kreatifitas Santri
Magetan, NU Online
Sebagai bukti komitmen membangun negeri Sekolah Tinggi Aagama Islam (STAI) Ma'arif bersama Pimpinan Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama  atau PC LAZISNU Magetan mengadakan Pekan Kreatifitas Santri. Kegiatan juga sebagai rangkaian Semarak Rajabiyah yang diselenggarakan di Desa Kembangan, Sukomoro.

Menurut Yani Muryadi selaku Kepala Desa Kembangan, kegiatan bertujuan meningkatkan semangat agar lebih giat belajar agama. “Kegiatan ini sangat diharapkan oleh masyarakat Kembangan karena melihat kondisi kenakalan remaja harus ditanggulangi dengan pengajaran agama sejak dini," katanya saat membuka acara di masjid Baitul Jami' Sidodejo, Kembangan Sukomoro, Senin (26/3). 

Sedangkan Agus Maftuh menyampaikan LAZISNU siap membantu kegiatan kegiatan yang bertujuan membangun karakter masyarakat yang religius dan nasionalisme," kata Direktur PC LAZISNU Magetan ini. .

Kegiatan sebagai implementasi dari Kuliah Kerja Nyata Partisipatoris atau KKNP di STAI Ma'arif Magetan dan juga bukti riil sumbangsih langsung kampus tersebut terhadap masyarakat. 

"Kita melatih mahasiswa untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dalam segala aspek. Agar setelah lulus nanti. mereka bisa menerapkannya di lingkungan masing-masing," kata Ahmad Wahib selaku Dosen Pembimbing Lapangan atau DPL Kelompok 5 KKNP STAI Ma'arif Magetan yang ditemui di sela perlombaan Pekan Kreatifitas Santri.

Pekan Kreatifitas Santri dimulai 26 Maret hingga 7 April mendatang. Kegiatan diawali lomba-lomba di antaranya pidato Isra' Mi'raj, adzan, bacaan shalat dan berbagai lomba lain. 

Sedangkan puncak acara digelar pengajian umum dengan menghadirkan KH Syahru Romadlon dari Semarang Jawa tengah. (Aris Ibnu Hakim/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG