IMG-LOGO
Nasional

Kiai Tolchah Ungkap 3 Kepercayaan Harus Dijaga Pengurus NU

Selasa 27 Maret 2018 5:30 WIB
Bagikan:
Kiai Tolchah Ungkap 3 Kepercayaan Harus Dijaga Pengurus NU
Kiai Tolchah Hasan. (Foto: Wahyu Noerhadi)
Malang, NU Online
Mustasyar PBNU KH Muhammad Tolchah Hasan mengatakan pengurus NU harus menjaga tiga kepercayaan, yakni kepercayaan Tuhan, masyarakat, dan pemerintah.

“Jika tiga kepercayaan tersebut dijaga apa pun yang dikerjakan akan mudah. Itu bisa diterapkan di mana-mana,” kata Kiai Tolchah saat menerima kunjungan silaturahim NU Care-LAZISNU di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, Senin (26/3).

Diungkapkan potensi NU apalagi di tingkat pusat lebih besar, termasuk potensi ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Untuk memaksimalkan potensi, ia menegaskan semua lembaga NU harus diurus oleh orang yang pintar dan kaya, serta memahami manajemen.

“Kalau tidak ditunggui orang yang pintar dan kaya, kurang bisa maju,” katanya.

Ia menyebut Unisma dengan anggaran 150 miliar setiap tahun tidak pernah kolaps.

“Mestinya menjadi salah satu pertanyaan PBNU bagaimana Unisma mengembangkan ini. Kalau itu bisa dilakukan di Malang, yang di luar Malang juga pasti bisa,” lanjutnya.

Selain Unisma, Kiai Tolchah mengatakan banyak lembaga pendidikan yang dikelolanya, dan semuanya tidak pernah kekurangan uang. 

“Dari tingkat TK sampai SMA, tidak ada satu pun yang tidak percaya dengan lembaga itu. Selama 21 tahun tidak ada satu pun yang nunggak SPP. Ini karena manajemen yang bagus. Mestinya ini menjadi kajian,” paparnya.

Keberhasilan tersebut bagi Kiai Tolchah menjadi satu kebahagiaan karena NU bisa memberikan pendidikan yang baik, dan tidak minder lagi. 

Ia meyakini bahwa NU sebenarnya sangat potensial, tetapi  terkadang belum aktual. 

“Menjadi tugas kita bagaiman mengaktualkan potensi itu,” tegas Kiai Tolchah.

Salah satu kunci untuk mengatualkan potensi, menurutnya pengurus NU tidak perlu merasa takut. 

“Jangan takut, karena ketakutan sudah membuktikan kekalahan,” pungkasnya. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Selasa 27 Maret 2018 21:45 WIB
KH Said Aqil: Selama Beriman dan Bertaqwa Indonesia Tidak Akan Bubar
KH Said Aqil: Selama Beriman dan Bertaqwa Indonesia Tidak Akan Bubar
Blitar, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj ikut angkat bicara soal pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030.  

Menurut Kiai Said, selama bangsa Indonesia beriman dan bertaqwa Negara Indoesia tidak akan bubar.

“Syaratnya bangsa Indonesia harus bertaqwa. Raja Fir’aun bubar, raja Namrud bubar kerajaannya. Karena mereka tidak beriman dan bertaqwa, maka negerinya bubar. Kalau Indonesia selama masih beriman dan bertaqwa Indonesia, tidak akan bubar," kata Kiai Said Aqil.

Hal ini disampaikan Kiai Said, saat memberikan tausiyah pada pelantikan PCNU Kabupaten Blitar massa Khidmah 2018-2023 di Kampung Coklat Blitar, Selasa, (27/3). 

Kiai Said menambahkan, sebagai bangsa tidak boleh bersikap pesimistis. Untuk itu, NU sebagai pilar rakyat akan terus berjuang agar Indonesia tetap utuh dan bersatu.

“Kalau sikapnya Pak Prabowo itu sebuah warning, perlu menjadi perhatian. Tetapi kalau pesimis enggak boleh. Insyaallah Indonesia tetap satu selama ada NU sebagai pilar rakyat dan pilar civil society yang beriman dan bertaqwa,” tegas kiai Said.(Imam Kusnin Ahmad/Muiz)
Selasa 27 Maret 2018 21:0 WIB
HARLAH KE-56 LESBUMI
Seni Rupa Indonesia Masih Berkiblat ke Barat
Seni Rupa Indonesia Masih Berkiblat ke Barat
Jakarta, NU Online
Titik pijak seni rupa masih berkiblat ke Barat. Hanya sedikit perupa Indonesia yang berpijak pada keindonesiaan. Menurut pengamat seni rupa A. Anzieb, karena segala teorinya yang diajarkan di perguruan tinggi di Indonesia masih berkiblat ke Barat.

“Seni rupa Indonesia kan berkiblatnya ke Barat semua, termasuk silabus-silabus pendidikan dan perguruan tinggi kan kiblatnya ke Barat,” katanya ketika dihubungi NU Online melalui surat elektronik, Selasa (26/3) sore. 

Dari abad 16, kata dia, Barat mulai merumuskan sejarah seni rupa dunia hingga abad 19. Singkatnya Barat membagi seni rupa dalam dua bagian: fine art atau sekarang hanya disebut ART (terdiri lukisan, patung, grafis dan arsitektur) dan seni terapan yaitu craft dan desain. 

“Batik, ukiran, keramik, dan lain lain itu masuknya ke craft,” katanya.

Nah, rumusan konsep itu dipakai di indonesia, di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi hingga hari ini. Dalam fakultas seni rupa ada jurusan seni murni (art) yang berisi lukis, patung dan grafis. Lalu ada jurusan kriya atau craft dalam pengertian barat (ukir kayu, batik, keramik, logam dan lain lain) dan jurusan desain. 

“Atau misalnya tentang kontemporer. Atau misalkan juga tentang warna, proses penciptaan dan lain lain. Semua berkiblat pada Barat,” lanjutnya.

Menurut Anzieb, hanya sebagian kecil perupa Indonesia yang berpijak pada keindonesiaan. Ia menyebut nama, di antaranya Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Hanafi, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Selasa 27 Maret 2018 20:30 WIB
Mau Daftar Umrah agar Tidak Tertipu? Perhatikan 5 Hal Ini
Mau Daftar Umrah agar Tidak Tertipu? Perhatikan 5 Hal Ini
Ilustrasi Masjidil Haram. (Istimewa)
Jakarta, NU Online
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memberikan lima hal penting kepada calon jemaah yang ingin mendaftar umroh.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal PHU Nizar Ali agar calon jemaah tidak tertipu oleh biro-biro travel yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi menyelewengan uang jemaah.

Menurut Nizar, pertama, calon jemaah harus memilih travel umroh berizin resmi. “Silakan cek di web Kemenag atau tanyakan ke Kankemenag kabupaten/kota setempat untuk memastikan status travel dimaksud,” ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (27/3) di Kantor Kemenag Jakarta.

Kedua, sambung Nizar, calon jemaah mesti menakar harga paket umroh yang ditawarkan, mendekati atau sama dengan harga referensi.

Ketiga, imbuhnya, pastikan saat mendaftar memperoleh nomor registrasi untuk mengecek proses pemberangkatan melalui Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH).

Keempat, pastikan paket yang ditawarkan sesuai standar pelayanan minimal yang meliputi: bimbingan ibadah, transportasi, akomodasi dan konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, serta perlindungan jemaah.

Kelima, calon jemaah harus segera melapor jika menemukan masalah melalui SIPATUH.

“Jadi, untuk lebih aman, gunakan SIPATUH saat mendaftar umroh. PPIU yang terdaftar di SIPATUH sudah dipastikan mendapat izin resmi dari Kemenag. Paket yang ditawarkan pun sudah memenuhi standar pelayanan minimal,” tutup Nizar. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG