IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Santri Dafa Besongo Sambung Ruhani dengan Muassis NU

Ahad 1 April 2018 1:0 WIB
Bagikan:
Santri Dafa Besongo Sambung Ruhani dengan Muassis NU
Jombang, NU Online
Kekuatan santri tak hanya terletak pada kuantitas dan akhlak yang mulia belaka. Peran kiai dan sesepuh sesungguhnya berada di belakang kesuksesan santri zaman now. 

Segenap santri, asatidz dan pengasuh pesantren Darul Falah Besongo (Dafa Besongo) Semarang mengambil kesempatan libur panjang akhir pekan untuk menyambungkan ruhani dengan berziarah ke maqbarah pendiri Nahdlatul Ulama. 

Pengasuh Ponpes Dafa Besongo KH Imam Taufiq mengatakan, rute ziarah diawali ke makam KH Bisri Syansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Abdurrahman Wahid Jombang, kemudian dilanjutkan ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Walisongo yang ada di Jawa Timur. Ziarah ini berlangsung selama 3 hari (30-31/3 - 1/4) dengan peserta 300 santri putra-putri. 

Dikatakan, ziarah kali ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan Dafa Besongo, selain mendoakan para leluhur santri juga menguatkan keilmuan dengan studi banding ke Ma'had Aly Tebuireng Jombang. 

"Silaturahim, silaturilmi, hingga silaturruh menjadi penopang kekuatan pesantren dan Nahdlatul Ulama, tentu dilanjutkan dengan silatulamal di kemudian hari dengan adanya kerjasama," ujarnya.

Menurut KH Imam, Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng menjadi tujuan studi banding karena pada 2006 sudah berdiri namun secara legalitas disahkan Kemenag 2016. Secara khusus Ma'had Aly menjadi salah satu rujukan Dafa Besongo dalam perjalanannya, konsepnya yaitu memadukan kampus dengan pesantren.

"Kami dengan rombongan datang agar terinspirasi dengan Tebuireng," papar KH Imam Taufiq.

KH Imam Taufiq menambahkan, dengan memahami dan mengamalkan pemikiran Hadratus Syaikh harapannya kita bisa menyambungkan keruhanian dan benar-benar menjadi santri Mbah Hasyim. (M. Zulfa/Muiz)
Tags:
Bagikan:
Ahad 1 April 2018 23:45 WIB
Rais NU Guntur Demak Wafat
Rais NU Guntur Demak Wafat
Almarhum KH Hambali Karim
Demak, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatulah Rais MWC NU Guntur yang juga sebagai musytasar PCNU Demak KH Hambali Karim, Ahad (1/4)  di RSUD Sunan Kalijaga Demak pukul 11.50 WIB.

Selain sebagai rais dan musytasar NU KH Hambali Karim merupakan pengasuh pesantren Sabilul Muttaqin yang beralamat di Desa Trimulyo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Jateng, almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, setelah disemayamkan di rumah duka almarhum dimakamkan di komplek pesantren miliknya.

Menurut putra ke tiganya yang juga sebagai pengurus PC Ansor Demak Libasuttaqwa orang tuanya tersebut dalam usia 72 tahun, selain faktor usia yang mengakibatkan almarhum dirawat di RS juga dikarenakan beberapa penyakit yang dideritanya diantaranya Hipertesi, jantung, dan paru-paru yang mengakibatkan kondisi kesehatannya selalu mengalami pasang surut.

“Abah itu komplikasi jantung, paru paru dan darah tinggi di samping itu abah juga sudah sepuh,” tuturnya.

Putra menantu yang juga sebagai Katib MWCNU Guntur K Fauzi Asmu’i menambahkan, semasa hidupnya orang tuanya dihabiskan untuk perjuangan NU ini terbukti selama 5 periode menjabat sebagai Rais di MWCNU Guntur.

“Beliau semasa hidupnya dihabiskan untuk NU, sampai konferensi tahun 2017 dipaksa oleh peserta konferensi untuk memimpin kembali walau abah sudah menyatakan tidak bersedia," kata Fauzi.

Sepulangnya dari Rumah Sakit Janazah KH Hambali Karim dikawal pasukan banser secara konvoi sampai upacara pemakaman, selain santri alumni dan warga sekitar tampak hadir saat pemakaman Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Ketua MWC Guntur KH Tamim Romli beserta jajarannya. (A Shiddig Sugiarto/Muiz).
Ahad 1 April 2018 23:30 WIB
Songsong Harlah ke-68, Fatayat Wonosobo Gelar Seminar Parenting dan Lomba Mars Fatayat
Songsong Harlah ke-68, Fatayat Wonosobo Gelar Seminar Parenting dan Lomba Mars Fatayat
Wonosobo, NU Online
Kian kemari perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi semakin pesat. Namun pesatnya perkembangan teknolgi, informasi, dan komunikasi terkadang disalahgunakan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab. 

Salah satunya penyalahgunaan sistem informasi hari ini memiliki tujuan kurang baik terhadap konsumen (pembaca informasi). Apalagi jika pembaca di bawah umur seperti anak anak. 

Menjawab problem tersebut, dalam rangka menyongsong harlah ke-68 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Wonosobo gelar seminar parenting bagi kader fatayat yang dilaksanakan di Ruang Raden Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Ahad (1/4).

Ketua Fatayat Wonosobo Istoqomah menyampaikan bahwa kegiatan seminar parenting merupakan pendidikan bagi kader fatayat yang kebanyakan dalam usia produktif, agar lebih pintar lagi dalam pemantauan terhadap anak-anaknya. 

"Anak zaman sekarang kan sudah luar biasa pintarnya terhadap teknologi. Lewat gadget aja informasi yang kurang baik sudah bisa diakses oleh anak sehingga merusak pola fikir apalagi yang berkaitan dengan akidah dan solusinya ada di orang tua yang harus bisa memantau, mengontrol, serta mengawas anak-anaknya dengan baik." Ujarnya.

Dikatakan, dalam rangka memperingati Harlah Fatayat yang Ke-68, Fatayat NU Wonosobo terus meningkatkan dedikasi dan militansi kader guna terwujudnya kader yang menanamkan dalam ruhnya, aqidah ASWAJA An-Nahdliyah.

Hadir sebagai pembicara, Hj Purwantiningsih dosen UNSIQ dan Sri Lestari Wakil ketua PC Fatayat NU Wonosobo.

Selain kegiatan seminar parenting dalam rangka nenyonsong Harlah, Fatayat Wonosobo juga menyelenggarakan lomba menyanyikan mars fatayat. (M Sholeh Nahru Ulumuddin/Muiz
Ahad 1 April 2018 22:30 WIB
104 Pelajar Turen Jadi Anggota Baru IPNU dan IPPNU
104 Pelajar Turen  Jadi Anggota Baru IPNU dan IPPNU
Malang, NU Online 
Untuk ketiga kalinya dalam periode kepengurusan yang sekarang, IPNU dan IPPNU Turen, Malang menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Kali ini diselenggarakan di MTs An-Nur Sawahan dari Sabtu hingga Ahad pagi, (31/3 – 1/4). 

Dengan persiapan yang matang, koordinasi dengan MWCNU dan banom, serta kerja sama dengan pemerintah Desa Sawahan dan Kepala MTs An Nur Sawahan Turen, IPNU dan IPPNU Turen berhasil merekrut 104.

Ketua PAC IPPNU Elis merinci, pelajar menjadi anggota baru itu terdiri dari 38 laki-laki dan 66 perempuan. Mereka  dari sekolah tingkat SLTP dan SLTA se-Kecamatan Turen. 

“Mudah-mudahan kami dari Pimpinan Anak Cabang bisa terus menjaga dan mendampingi para anggota secara istiqomah,” harap perempuan yang juga menjadi guru PAUD itu. 

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan ini, diisi dengan berbagai materi mulai dari ke-NU-an, keaswajaan, keorganisasian dan keindonesiaan untuk terus menjaga generasi muda dari paham radikal dan rongrongan dari kelompok anti-Pancasila. (Al-Hasan/Abdullah Alawi)
 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG