IMG-LOGO
Daerah

Norma Alumni Nurul Jadid Peroleh Beasiswa di Universitas Hong Kong

Senin 2 April 2018 21:30 WIB
Bagikan:
Norma Alumni Nurul Jadid Peroleh Beasiswa di Universitas Hong Kong
Norma Indriyani
Jember, NU Online
Norma Indriani Maftuhul Jannah alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berhasil menembus salah satu perguruan tinggi di Hong Kong setelah mendapat beasiswa untuk mengikuti seminar internasional di negara berpenduduk sekitar 7 juta jiwa itu. 

Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari  (27-28/3) Norma sapaan akrabnya  mempresentasikan makalahnya di hadapan peserta lainya yang diantaranya datang  dari Kanada, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan. 

“Makalah itu memang salah satu syarat untuk dapat dana ke negara tujuan,” ucapnya di Jember, Ahad (1/4).

Dikatakan, makalah yang  sudah dibuatnya berjudul  Student’s Ability  Insolving  Radical Equation  Problem itu,  soft copy-nya dikirim ke International Society for Engineers and Researcher (ISER) yang berpusat di India. 

Setelah dinyatakan  lolos di situ,  baru calon peserta mengajukan beasiswa ke LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). 

Alhamdulillah  saat presentasi berjalan lancar. Saya jadi teringat saat sekolah di SMA Nurul Jadid, di situ setiap hari diharuskan  berkomunikasi dengan  bahasa Inggris,” lanjutnya.

Ia menambahkan, peserta seminar itu rata-rata sudah tua, bahkan ada beberapa yang sudah profesor, sementara dirinya dan empat rekannya dari Indonesia masih muda-muda, bahkan tergolong paling muda diantara peserta lainnya. 

Alumni SMP 4 Jember itu saat ini tengah menempuh pendidikan Pascasarjana Unversitas Negeri Malang, jurusan Pendidikan Matematika dengan biaya penuh dari LPDP. Sebelum berangkat ke Hong Kong, ia berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan  tim penguji, dan kini tinggal menunggu diwisuda. 

Dara kelahiran 1993 itu kelak bisa langsung melanjutkan ke jenjang S3, juga dengan biaya dari LPDP. Selamat, semoga sukses dan barokah. (Aryudi Abdul Razaq).

Tags:
Bagikan:
Senin 2 April 2018 23:30 WIB
Ada Materi Dakwah Medsos di Makesta Wonosalam Demak
Ada Materi Dakwah Medsos di Makesta Wonosalam Demak
Demak, NU Online
Kebutuhan berdakwah via online yang semakin mendesak membuat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wonosalam Demak Jawa Tengah sigap. Salah satunya dengan memberikan wawasan pengelolaan media sosial untuk berdakwah dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Demak, Ahad (01/03).

Acara Makesta diikuti oleh sekitar seratusan pelajar se-Kecamatan Wonosalam dan sekitarnya bertujuan untuk menjaring kader pejuang Aswaja. Peserta dikenalkan dengan teladan tokoh-tokoh NU sekaligus strategi mereka dalam berdakwah mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah annahdliyyah. 

"Tahun ini materi kita tambah dengan strategi dakwah melalui media sosial agar warganet tidak dijejali paham yang aneh-aneh," kata Lukman selaku Ketua Panitia.

Muhammad Syafi'i pegiat media sosial dan Pengelola Fathan Center menilai, generasi muda NU harus meramaikan media sosial dengan dakwah kiai NU. Di samping itu ia juga menghimbau agar tidak mudah mem-viralkan sesuatu yang tidak jelas ajaran dan landasan pemikirannya. 

"Minimal menginformasikan pengajian NU, manfaatkan media sosial untuk dakwah Aswaja ala NU," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Syafi'i juga menjelaskan sesuatu hal yang viral tidak mesti benar dan baik untuk dibagikan, terlebih jika itu memuat ujaran kebencian atau serangan kepada tokoh maupun golongan tertentu. Generasi muda NU diharapkan bisa selektif dan hanya membagikan hal-hal positif di media sosial.

"Isilah medsos itu dengan Islam yang penuh rahmat, hakekat dakwah itu mengajak, bukan menghina atau berujar kasar," jelasnya. 

Pun dengan konten hoaks, pria kelahiran Sayung, Demak itu mengingatkan bahaya hoaks sangat besar. Ancaman yang ditimbulkan sebab hoaks tidak hanya salah paham tetapi juga perpecahan, peperangan dan kerusakan. 

"Periksa konten itu hoaks atau bukan, jangan sampai kita membagikan kehancuran kepada orang lain," imbuhnya. 

Di akhir materinya ia mengingatkan kepada generasi muda NU, khususnya wilayah Demak, Kudus, Jepara, dan sekitarnya agar tidak terlena dengan jumlah yang besar tetapi minim prestasi dakwah. 

"NU itu besar, tapi jangan bangga dengan jumlah saja, kita harus buktikan itu dengan kebaikan-kebaikan demi umat yang penuh dengan kesejahteraan," pesan Syafi'i. (M. Farid/Muiz)
Senin 2 April 2018 22:30 WIB
Pemkab Brebes Gelar Tahlil Mengenang 40 Hari Korban Longsor Salem
Pemkab Brebes Gelar Tahlil Mengenang 40 Hari Korban Longsor Salem
Brebes, NU Online
Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Senin (2/4) sore memperingati 40 hari terjadinya bencana longsor di Desa Pasirpanjang, Salem dengan menggelar Tahlil dan Doa bersama. 

Tahlil diikuti ratusan warga Salem bersama Bupati Brebes Hj Idza Priyanti dan pejabat lainnya di Masjid Jami Nurul Huda Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem.

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Salem KH Cholid Nawawi menjadi imam tahlil, doa bersama dan tausiyah.

Dalam tausiyahnya, Kiai Cholid mengingatkan bahwa rejeki, jodoh dan maut menjadi kehendak mutlak Allah SWT dan selalu menjadi rahasia. 

"Seperti kematian, tiada yang berkehendak tetapi itu kepastian yang semua mahluk bakal mengalaminya, untuk itu atas segala musibah yang menimpa diri kita harus diambil hikmahnya," ujar Kiai Cholid.

Dikatakan, namun sebagai manusia boleh meminta memperpanjang umur dan menambah rejeki dengan cara berdoa dan bersilaturahmi. Bencana bisa kita ambil hikmahnya  karena bisa jadi sebagai jalan turunnya berkah, maghfirah dan ditinggikannya derajat kita.

"Semoga korban tergolong mati Syahid dan Khusnul Khotimah," harapnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan terima kasih kepada warga Salem, TNI dan Polri serta relawan lainnya yang telah membantu dan bersinergi dalam penanganan bencana longsor.   

Bupati Idza meminta warga untuk bersabar, karena pemkab Brebes, provinsi, dan pusat tidak tinggal diam dan selama ini memperhatikan penuh keinginan warganya.

Turut hadir dalan acara tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes Eko Andalas Muchti, Kasdim 0713/Brebes Arif Suhartono, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Sosial Kemasyarakatan, Sekda Brebes H Athoilllah, Kepala Dinkominfotik Johari, Camat Salem Apriyanto, dan pejabat lainnya. (Wasdiun/Muiz)
Senin 2 April 2018 21:0 WIB
Di Musda Persis, Ansor Purwakarta Ajak Bersatu Tangkal Radikalisme
Di Musda Persis, Ansor Purwakarta Ajak Bersatu Tangkal Radikalisme
Purwakarta, NU Online
Seluruh elemen umat Islam diharapkan mampu bersinergi dalam menangkal berbagai paham yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI). Hal tersebut dapat dilakukan dengan jalan dakwah yang mengajak.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purwakarta, Jawa Tengah, Muhammad Mahmud saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Purwakarta, di Sekretariat Persis, Jl RE Martadinata, Nagri Kidul, Purwakarta, Ahad (1/4).

“Tantangan zaman terkait persoalan umat tidak bisa dielakkan lagi, pasti terjadi setiap saat. Untuk itu semua elemen harus bergandeng tangan dan saling mendukung satu sama lain untuk kepentingan umat,” ungkapnya. 

Dengan berjalan beriringan, lanjut Mahmud, ancaman radikalisme dan paham-paham yang akan mengancamkan keutuhan NKRI bisa ditekan sekaligus menjaga keharmonisan umat. 

“Nahdhatul Ulama, Muhamadiyah, Persis, dan elemenanti yang lain bergandengan tangan, bergerak untuk menghadapi tantangan zaman hari ini. Berlandaskan kebenaran inilah kita bersatu padu untuk mengahadapinya,” tegasnya.  (Aru Elgete/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG