Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ruqyah Aswaja, Al-Quran Obat Utama dan Pertama

Ruqyah Aswaja, Al-Quran Obat Utama dan Pertama
pelatihan ruqyah aswaja di PCNU Surabaya
pelatihan ruqyah aswaja di PCNU Surabaya
Surabaya, NU Online
Pelatihan Praktisi Ruqyah Aswaja digelar untuk yang ketiga kalinya berlangsung di Kantor PCNU Kota Surabaya (4/4). 

Menurut Ketua Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Surabaya Mufrohul Walidein, kegiatan ini di luar target JRA. Peserta begitu membludak sehingga Aula Kantor PCNU Surabaya penuh.

"Sebanyak 130 orang mereka berasal dari berbagai daerah tidak hanya di Surabaya saja, akan tetapi ada yang dari Situbondo, Sampang, Pamekasan, Gresik, dan Lumajang  bertujuan untuk menciptakan para praktisi ruqyah di lingkungan Surabaya dan sekitarnya," ujar Mufrohul. 

Kegiatan yang berlangsung dimulai pukul tujuh hingga tengah malam yaitu pukul 12 malam. Materi yang diberikan terbagi dua, ada teori dan praktek. Di antara materinya adalah sejarah dan hukum ruqyah, kaidah pengobatan dalam Islam, cara meruqyah penyakit medis dan non medis, tanda-tanda manusia diganggu bangsa jin serta tahapan berinteraksi dengan bangsa jin. 

"Setelah mereka diberi pengetahuan dan teori peserta langsung mempraktekkan dengan ruqyah mandiri," lanjut Gus Ong panggilan akrabnya.

Pendiri dan Pembina Ruqyah Aswaja Gus Allama A'lauddin Shiddiqy atau yang akrab disapa Gus Amak sebagai fasilitator tunggal. Gus Amak sebelum memulai praktek ruqyah berpesan, Ruqyah ini harus diniatkan dakwah dengan Al-Quran, sebab Al Quran adalah obat yang pertama dan utama bagi semua makhluq.

"Makhluq ini masih umum, jadi Al Quran tidak hanya mengobati manusia saja, melainkan bisa mengobati bangsa jin, hewan dan semua makhluq ciptaan Allah SWT," kata Gus Amak. 

Menurut Magister Pendidikan Islam berdakwah itu hukumnya wajib, dan saling tolong menolong antar sesama adalah sebuah keharusan sebagaimana yang kita yakini selama ini. 

"Ketika ada orang sakit di sekitar kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu, ketika dia sembuh maka kita dapat dua pahala, bahkan ketika dia mati kita juga dapat pahala, karena kita dalam ruqyah membaca ayat-ayat Al-Quran," lanjut Gus Amak. (Rof Maulana/Muiz)

Posisi Bawah | Youtube NU Online