IMG-LOGO
Internasional
HARLAH KE-95 NU

Harlah NU di Riyadh Tekankan Nahdliyin Harus Selalu Hidupkan NU

Sabtu 7 April 2018 8:45 WIB
Bagikan:
Harlah NU di Riyadh Tekankan Nahdliyin Harus Selalu Hidupkan NU
Riyadh, NU Online
Mengiringi harlah yang ke-95 ini, warga Nahdlatul Ulama menyelenggarakan gawe besar berupa haul muasis dan masyayikh NU. Haul tersebut selain bertujuan tabarukan atau ngalap berkah, juga sekaligus untuk mengenang jasa-jasa para ulama dan berusaha mengamalkan dawuh-dawuh-nya.

Haul tidak hanya terlaksana di Indonesia saja, namun juga sampai di negeri jauh, yaitu Arab Saudi, tepatnya di kota Riyadh, seperti pada Kamis, (5/4). Nahdliyin yang hadir berasal dari staf Kedutaan Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, berbagai syarikah, Jamiah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud, Jamiah Malik Saud dan lainnya.

Anas Dliyaul Muqsith, mahasiswa Jamiah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud yang juga Mustasyar MWCINU Riyadh, dalam sambutannya mengatakan, meskipun menjadi perantauan di negeri orang, Nahdliyin harus memiliki ghirah untuk menghidupkan NU, bukan hidup dari NU.

Anas menyinggung posisi NU yang seringkali menjadi 'pemadam kebakaran' atas persoalan kebangsaan.

Achmad Ubaedillah, atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Republik Indonesia untuk Arab Saudi. Staf KBRI yang pernah menjadi dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menimpali apa yang telah disampaikan oleh Anas, bahwa NU seharusnya berperan aktif bukan bersikap reaktif.

"Sebab NU telah dan akan selalu menjadi pengawal pandangan-pandangan kebangsaan," ujarnya.

Selain itu, Ubaedillah juga mengkritik NU yang seringkali menjadi bamper depan saat event politik praktis sedang berlangsung.

NU muncul dan besar di momen tersebut, sebab hanya berperan sebagai pemasok pemilih tapi kurang memiliki bargaining. 

Mauizah hasanah disampaikan oleh H Sa'dullah Affandi, katib syuriyah PBNU yang juga menjadi Atase Tenaga Kerja. Sa'dullah memulai sambutannya dengan berita bagi para ekspatriat, yaitu disahkannya Peraturan Pemerintah soal Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

"Dengan adanya PP ini para pekerja akan mempunyai payung hukum yang dapat melindungi nasib mereka," katanya. 

Sa'dullah mengisahkan masa-masa gemilang salah satu ulama Indonesia yang mukim di Makkah. Ulama itu adalah Syaikh Nawawi al-Bantani. Saking alimnya dalam persoalan keagamaan, sampai-sampai gelar Sayyid Ulama al-Hijaz disematkan kepadanya.

Acara tambah gayeng ketika Sa'dullah memuji totalitas dan militansi maduriyyin (sebutan untuk ekspatriat yang berasal dari Madura) dalam nguri-uri NU sampai ke segala tempat. Menurutnya militansi ini adalah implementasi dawuh Syaikhuna Kholil Bangkalan.

Sa'dullah mengakhiri sambutannya dengan menekankan bahwa sekaya apa pun ekspatriat yang hidup di tanah Nejd ini, haruslah tetap ingat pada tanah air yang ditinggalkan.

"Sebab itulah yang digemakan oleh Mbah Wahab Hasbullah dala lagunya Ya Lal Wathan, bahwa cinta tanah air sebagian dari iman (hubb al-wathan min al-iman)," pungkasnya. (Irza A Syaddad/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Sabtu 7 April 2018 21:45 WIB
Tentara Israel Bunuh Seorang Jurnalis Palestina
Tentara Israel Bunuh Seorang Jurnalis Palestina
Ilustrasi
Gaza, NU Online
Seorang jurnalis Palestina Yasser Murtaja (30) meninggal saat meliput aksi unjuk rasa di perbatasan jalur Gaza dan Israel pada Sabtu (7/4). Nyawanya tidak tertolong setelah menderita luka yang serius akibat tembakan tentara Israel.

Murtaja merupakan seorang kamerawan untuk media Ain Palestina, sebuah perusahaan produksi televisi lokal. Ia ditembak di kota selatan Khuzaa. Saat ditembak, Murtaja berada kurang lebih 250 meter dari perbatasan.

Murtaja menikah dan tela dikaruniai seorang putra berumur dua tahun. Pemakamannya yang dilangsungkan pada Sabtu (7/4) dihadiri ratusan orang, termasuk para wartawan.

Tubuhnya ditutupi dengan bendera Palestina. Jaket pers yang dikenakan ketika ia tertembak diletakkan di sampingnya di atas tandu saat dibawa melalui jalan-jalan kota Gaza ke rumahnya untuk perpisahan terakhir.   

Setidaknya tiga wartawan lainnya terluka pada Jumat (6/4) di lokasi lain. Puluhan warga Palestina meninggal, sementara tidak ada korban dari pihak Israel dalam aksi protes itu.

Juru bicara tentara Israel tidak memberikan komentar terkait dengan kematian jurnalis Murtaja. Menurutnya, Israel hanya menembak para provokator yang terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut. Sebelumnya, Israel telah menempatkan penembak jitu untuk menghentikan upaya Palestina untuk menembus perbatasan atau menyabot pagar keamanan. Demikian dikutip Reuters. (Red: Muchlishon)
Jumat 6 April 2018 17:30 WIB
Pemerintah Perbanyak Pekerja Migran Sektor Formal di Singapura
Pemerintah Perbanyak Pekerja Migran Sektor Formal di Singapura
Singapura, NU Online
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperbanyak jumlah penempatan pekerja migran terampil yang bekerja di berbagai sektor formal di Singapura. Untuk itu harus diiringi dengan peningkatan keterampilan kerja dan penguasaan bahasa yang baik agar tidak kalah bersaing dengan pekerja-pekerja migran dari negara lain.

Demikian diungkapkan Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto usai mengadakan pertemuan dengan Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya di KBRI Singapura.

"Pasar kerja di sektor formal  masih terbuka luas di Singapura. Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan dengan penyiapan pekerja migran yang kompeten, terampil dan penguasaan bahasa yang baik," kata Sekjen Hery seperti dalam keterangan pers yang diterima NU Online, Jumat (6/4).

Sekjen Hery mengatakan kebutuhan pasar kerja sektor formal di Singapura diprediksi akan terus bertambah akibat pertumbuhan investasi dan sektor riil yang meningkat beberapa tahun ke depan.

Selama ini jenis lowongan dan peluang kerja bagi formal yang tersedia di berbagai negara penempatan antara lain konstruksi, perminyakan, pertambangan, transportasi, jasa (services), perhotelan dan  turisme, nurse dan caregiver, pelayan supermarket, pekerja perkebunan, pertanian serta perikanan

"Kita harus bisa memenuhi lowongan kerja dengan menyiapkan dan memperbanyak pekerja migran berkualitas  di Singapura. Kita juga terus memperkuat proses pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar kerja," kata Sekjen Hery.

Dalam pertemuan ini dibicarakan juga upaya-upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja di Singapura serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented.

Mengenai kerja sama ditingkat  ASEAN, kata Hery diharapkan implementasi semua dokumen Action Plan ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers (ACMW) dapat terwujud dan semua negara ASEAN berkomitmen melaksanakannya. 

"Bagi pemerintah ini adalah upaya konkrit untuk memastikan dokumen tersebut terimplementasi secara legally-binding agar perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran di kawasan ASEAN dapat terwujud lebih baik," kata Sekjen Hery. (Red: Kendi Setiawan)
Jumat 6 April 2018 12:45 WIB
Pengusaha NU Lampung Jajaki Kerjasama dengan PCINU Mesir
Pengusaha NU Lampung Jajaki Kerjasama dengan PCINU Mesir
HPN Lampung dan PCINU Mesir
Kairo, NU Online
Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Lampung Hj Malikhah Sa'adah mengajak kepada pengurus NU untuk terus mensyiarkan NU bukan hanya di dalam negeri saja namun keseluruh penjuru dunia. Ajakan tersebut diutarakannya saat melakukan kunjungan dan penjajakan kerjasama usaha dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir, Kamis (5/5).

Menurut wanita yang akrab disapa Ning Malikhah ini, dalam kunjungan tersebut dibicarakan tentang pentingnya syiar NU melalui usaha dan bisnis khususnya dibidang biro perjalanan atau tour dan travel.

"Kalau bidang biro perjalanan ini mesti umum dan terkait dengan berbagai macam kalangan. Sehingga memiliki peran strategis untuk memperkenalkan NU kepada mereka," kata Ning Malikhah via telepon kepada NU Online, Jum'at (6/5).

Dalam kunjungan yang dibarengkan dengan kegiatan rutin lailatul ijtima PCINU Mesir tersebut, pihaknya juga berencana merekrut para pengurus NU dan mahasiswa Mesir untuk bekerjasama menjadi tour guide (pemandu wisata) para wisatawan Indonesia saat berkunjung ke Mesir.

"Kita nantinya akan merekrut pengurus NU dan mahasiswa Mesir menjadi guide karena peraturan di Mesir, seorang guide harus orang resmi. Dan ketika guide-nya orang Indonesia yang di Mesir, pasti orang Indonesia lebih marem," jelas Direktur Utama Assa'adah Tour ini.

Kedepan lanjutnya, HPN Lampung juga akan bekerjasama dengan PCINU Mesir untuk penyediaan kargo serta pengelolaan travel khusus bagi warga Indonesia yang akan mencari ilmu atau kuliah serta kegiatan lainnya di Mesir.

Pada pertemuan di Kantor Kesekretariatan PCINU Mesir tersebut juga dilaksanakan peringatan Maulid Nabi dan diwarnai dengan pembacaan Al Barzanji dan Maulid Diba'i.

Saat memberikan mauidzatul hasanah, Ning Malikhah juga menyampaikan perkembangan NU di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung yang baru saja menggelar hajat besar lima tahunan untuk memilih pengurus baru periode 2018-2023 yakni Konferensi Wilayah ke-10.

Pada Konferwil yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darus Sa'adah Lampung Tengah tersebut terpilihlah KH Muhsin Abdillah dan Prof Muhammad Mukri sebagai Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung. (Muhammad Faizin).

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG