IMG-LOGO
Daerah

Latih Anggota Mahir Komputer, Fatayat Kudus Kerjasama dengan BLK

Sabtu 7 April 2018 21:0 WIB
Bagikan:
Latih Anggota Mahir Komputer, Fatayat Kudus Kerjasama dengan BLK
Kudus, NU Online
Dalam upaya meningkatkan kapasitas anggota, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus Jawa Tengah bekerjasama dengan Balai Latihan kerja (BLK) Kabupaten Kudus melatih anggota Fatayat NU mahir mengoperasionalkan komputer. 

Ketua PC Fatayat NU Kudus Miftahurrohmah mengatakan, pelatihan komputer diikuti 16 peserta pilihan dari Pimpinan anak cabang se Kabupaten Kudus.

Selama satu bulan mulai 5 Maret lalu, peserta dilatih materi dasar word, exel dan power point dan ditutup Kamis (5/4) kemarin.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menambah bekal kemampuan bagi anggota Fatayat. Harapannya, untuk bisa lebih mudah melamar kerja bagi yang belum kerja, dan meningkatkan profesionalisme bagi peserta yang sdh bekerja,”ujarnya.  
 
Dalam penutupan, Miftahurrahmah mengucapkan terima kasih kepada BLK yang memberi kesempatan kerjasama dengan Fatayat. Pihaknya berharap, kerjasama ini berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas perempuan khususnya anggota Fatayat.

“Pelatihan operator komputer ini diharapkan meningkatkan kapasitas peserta, sehingga mendukung peningkatan kemandirian ekonomi anggota,”terangnya.

UPT BLK Kudus memberi peluang kepada Fatayat untuk mengajukan kerjasama kembali baik pelatihan komputer lanjutan maupun pelatihan lainnya.

“Untuk meningkatkan kualitas lebih lanjut bisa mengajukan lagi pelatihan lanjutan atau pelatihan lain yang serumpun,” harap wakil dari UPT BLK Kudus Sri Iswati.(Adib/Muiz)
Bagikan:
Sabtu 7 April 2018 23:45 WIB
Kemandirian Ekonomi Dorong Kemandirian Politik
Kemandirian Ekonomi Dorong Kemandirian Politik
Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin
Jember, NU Online
Selain menjaga kemurnian aqidah ala Ahlusunnah wal Jama'ah, NU juga punya tugas meningkatkan taraf kehidupan warganya. 

Kedua tugas tersebut, perlu berjalan seiring karena sesungguhnya saling berkaitan, lebih-lebih di zaman yang serba pragmatis seperti sekarang ini.

"Harus sama-sama jalan, makanya NU Jember akan segera  mendata warga NU untuk keperluan pemetaan ekonomi," tukas Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin kepada NU Online  di Kantor NU Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/4).

Menurutnya, kemandirian ekonomi umat sangat penting bagi warga NU. Sebab, secara tidak langsung ia dapat mengantisipasi adanya pengaruh aliran lain yang kadang dijajakan bersamaan dengan iming-iming materi. 

Menurut Kiai Abdullah, kalau umat Islam terus berada di bawah garis kemiskinan, maka sangat rawan terjadi konversi aqidah tatkala dipengaruhi oleh pihak lain dengan pendekatan-pendekatan logistik.

"Rumus ini juga berlaku dalam politik," ungkapnya.

Dikatakan, secara teori orang yang sudah mandiri secara ekonomi, maka tingkat kemandiriannya dalam berpolitik juga tinggi, sehingga dia  tidak akan mudah pindah semata-mata karena tergiur  tawaran logistik.

"Kenapa? Karena dia sudah mandiri. Jadi uang Rp50 ribu tidak begitu berharga untuk pindah pilihan politik," lanjutnya (Aryudi Abdul Razaq/Muiz).
Sabtu 7 April 2018 23:0 WIB
Dekorasi Haul Buntet Selalu Dinanti Pengunjung
Dekorasi Haul Buntet Selalu Dinanti Pengunjung
Cirebon, NU Online
Sisi lain yang dinanti oleh para pengunjung Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren adalah dekorasi panggung utamanya. 

Setiap tahun selalu berganti-ganti dekorasinya. Tak sedikit pengunjung yang mengambil gambar dirinya pada dekorasi itu meskipun belum sepenuhnya rampung.

Zikrullah, warga Jakarta, setiap tahun tak pernah alpa menghadiri Haul Buntet. Dia yang pernah menjadi pendekor di Jakarta juga selalu menantikan hal itu. Ia mengatakan dekorasi saat ini sangat bagus.

Sementara itu, Khalis, santri Pondok Pesantren Gedongan, juga selalu menghadiri haul Buntet. Ia menuturkan bahwa dekorasinya sangat bagus.

Meskipun menuai banyak pujian, Faiz sebagai desainer tidak merasa puas dengan hasilnya. Menurutnya, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan rencana awal.

“Ada beberapa improvisasi mengingat penyesuaian dengan bahan dan keadaan,” katanya kepada NU Online, Sabtu (7/4).

Ia menjelaskan bahwa dekorasi itu perpaduan klasik, megah, dan Islam. Klasiknya itu terlihat dari mega mendung, megahnya terlihat dari saka dan warna emasnya yang mengilau, dan Islamnya terlihat dari ornamen bunga dan bentuk atap masjid di bagian tengahnya.

Husni Mubarok, seniman Buntet Pesantren, melihatnya lain. Dekorasi panggung Haul Buntet tahun ini, menurutnya, memberi arti bahwa hidup harus memberikan hal baik.

“Ini terlihat kembang di kanan kiri yang selalu memberikan wewangian dan terlihat indah,” katanya.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa bentuk simetris dekorasi itu memberinya arti bahwa dalam menjalani hidup harus seimbang.

Koordinator panitia dekorasi Fajrul Falah menuturkan bahwa praktisnya persiapan pembuatan dekorasi itu cuma seminggu. Meskipun persiapan yang cukup sempit, dekorasi ini berhasil mewujud. (Syakir NF/Muiz)

Sabtu 7 April 2018 22:30 WIB
Pesantren Raudlatul Ulum Jember terima Bantuan Sumur Bor
Pesantren Raudlatul Ulum Jember terima Bantuan Sumur Bor
Menteri Jonan saat peresmian sumur bor di Ponpes Jember
Jember, NU Online
Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima program air bersih sumur bor dari pemerintah.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ketika melakukan kunjungan langsung ke lokasi sumur bor air tanah di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sabtu (7/4).

Penyerahan bantuan program air bersih dari pemerintah ke pondok merupakan bagian dari pembangunan sumur bor air tanah sebanyak 550 lokasi, termasuk 78 lokasi di Jawa Timur pada tahun 2018.

"Pemanfaatan APBN harus dirasakan langsung oleh masyarakat terutama menengah kebawah. APBN adalah uang rakyat, jadi kembali ke rakyat. Sumur bor air tanah untuk daerah sulit air merupakan bagian dari pelayanan berkeadilan sosial, yang terjemahan kita adalah semua kebutuhan dasar bagi seluruh warga sebisa mungkin terpenuhi," ungkap Menteri Jonan. 

Tidak seperti sumur bor pada umumnya, sumur bor yang dibiayai APBN tersebut memiliki kedalaman sekitar 125 meter dengan debit air 2 liter per detik. Satu sumur bor dapat melayani hingga lebih dari 2.000 jiwa per sumur.

Sumur bor di Pesantren Raudlatul Ulum dapat melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar dengan kapasitas layanan lebih dari 1.400 jiwa.

Sebanyak 350 santri termasuk 150 santri yang menetap atau tinggal di pesanteren, kini bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk kegiatan sehari-hari.

Sebelum ada sumur bor, kegiatan di pesantren yang didirikan tahun 1988 tersebut tidak bisa maksimal karena kekurangan air. Santri harus pergi jalan kaki sejauh 2 km untuk mandi, bahkan untuk ambil air wudhu pun sulit.

"Pas mau solat mesti cari air, di sini ada air dari pegunungan tetapi tidak cukup, hanya bertahan hingga jam 9, karena banyak dipakai anak-anak sekolah. Kalau sekarang air keran hidup, mau jam berapapun bisa," ungkap Abdullah, pengurus pondok.  

Masyarakat sekitar pun juga turut menikmati air bersih tersebut. Pada musim hujan misalnya, saat air dari pegunungan keruh dan tidak layak dikonsumsi, masyarakat mengambil air di sumur bor tersebut.

"Kalau masyarakat ada yang butuh, bawa jerigen air ke sini, karena pada saat air keruh, untuk konsumsi tidak layak. Kalau sudah seperti itu masyarakat ramai ambil air di sini," ungkapnya. (Red:Muiz

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG