IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

KH Kholilurrahman Cicit Mbah Kholil Bangkalan Wafat

Rabu 11 April 2018 0:40 WIB
Bagikan:
KH Kholilurrahman Cicit Mbah Kholil Bangkalan Wafat
Ra Kholilurrahman, Bangkalan
Bangkalan, NU Online
Kabar duka datang dari Madura. KH Khalilurrahman mengembuskan napas terakhirnya Selasa (10/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kabar wafatnya cucu Syaikhona Kholil Bangkalan itu dibenarkan oleh salah satu keponakannya, Ra Nasih Aschal.

“Mohon doa semua para kiai dan gus, pamanda Kiai Kholilurrahman (Ra Lilur) telah wafat tadi sekitar jam 10 malam,” tulisnya pada salah satu grup Whatsapp.

“Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah,” lanjutnya.

Kiai yang akrab disapa Ra Lilur ini dikenal sebagai seorang waliyullahjadzab. Tidak seperti kebanyakan kiai lainnya, Ra Lilur lebih sering mengenakan kaos dalam dan celana pendek dengan mengenakan kopiah. Meskipun dalam keadaan menerima tamu.

Kabarnya, janazah akan dimakamkan di komplek pemakaman Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, besok, Rabu (11/4) siang.(Syakir NF/Muiz)

Bagikan:
Rabu 11 April 2018 22:45 WIB
Kemenag Jadikan Indonesia Pusat Belajar Islam
Kemenag Jadikan Indonesia Pusat Belajar Islam
Jakarta, NU Online 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia H Kamaruddin Amin mengaku terus berupaya agar Indonesia menjadi salah satu pusat tempat belajar tentang Islam, baik bagi Muslim atau non-Muslim. 

"Harus menjadi tujuan, harus menjadi destinasi, atau tempat orang-orang Islam dan non Islam belajar dan melakukan penelitian tentang Islam karena kita punya wawasan banyak sekali," katanya pada acara penyerahan Surat Keputusan (SK) izin penyelenggaraan program S3 Unusia Jakarta di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (11/4) siang.

(Baca: Unusia Jakarta Siap Lahirkan Doktor Islam Nusantara Pertama)

Menurut Kamaruddin, Indonesia bukan hanya negara dengan warganya yang menganut agama Islam terbesar di dunia, melainkan juga memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. 

Pria yang juga Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar itu memaparkan tentang jumlah dosen, pelajar dan lembaga pendidikan baik negeri atau swasta, termasuk pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama. 

Menurutnya, terdapat sekitar 32 ribu dosen, lebih dari 700 perguruan tinggi, 1 juta mahasiswa, 72 ribu madrasah, 10 juta siswa-siswi, dan 30 ribu pesantren. "Tidak ada negara mana pun yang mempunyai perguruan tinggi sebanyak itu," ujarnya. 

Jumlah yang banyak tersebut, katanya, tidak terlepas dari kontribusi masyarakat dalam upaya membangun pendidikan. "Indonesia termasuk negara yang paling besar partisipasi masyarakatnya," ujarnya. 

Kontribusi masyarakat yang besar tersebut tidak terjadi di negara-negara lain, baik di negara yang ada di eropa maupun di timur tengah. 

Pada penyerahan SK Program S3 tersebut disaksikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra dan sejumlah dosen Unusia Jakarta. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Rabu 11 April 2018 22:15 WIB
Hadiri Haul H Muhyiddin Arubusman, Kiai Said Ingatkan Sifat Dunia
Hadiri Haul H Muhyiddin Arubusman, Kiai Said Ingatkan Sifat Dunia
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Doa dan Tahlil dalam rangka memperingati Haul ke-1 H Muhyiddin Arubusman di Masjid An-Nahdloh Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).

Hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal H Helmy Faisal Zaini, Ketua KH Abdul Manan Ghani, Katib Syuriah KH Nurul Yaqin Ishaq, dan Ketua PB PMII H Ahmad Bagja periode 1977-1981.

Sesaat sebelum pembacaan tahlil dimulai, Kiai Said mengingatkan tentang keberadaan dunia yang bersifat sementara. H Muhyiddin Arubusman, menurutnya, sudah meninggalkan alam materi menuju alam universal, alam akhirat yang tidak ada akhirnya. 

"Itulah alam setelah di muka dunia ini," kata kiai kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat, itu. 

"Dunia ini seperti apa sih. Isinya panas, macet, isinya hasud, dengki, dan tidak ada abadi tuh semuanya," tambahnya. 

Jadi, ajak Kiai Said kepada hadirin, agar menjalankan amanat hidup di dunia dari Allah ini dengan baik karena semuanya hanya pinjaman dan hak guna pakai. 

"Yang di partai, silakan sukses di partai, di bisnis silakan sukses, tapi ketahuilah (semuanya) pinjaman saja. Semua adalah hak guna pakai saja, tapi owner-nya, sertifikat aslinya, pemiliknya Allah," Kiai Said mengingatkan. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Rabu 11 April 2018 22:8 WIB
Muhyiddin Arubusman Sosok Pegiat Diskusi
Muhyiddin Arubusman Sosok Pegiat Diskusi
Haul Muhyiddin Arubusman, Rabu (11/4)
Jakarta, NU Online 
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta Amsar A Dulmanan mengungkapkan tentang sosok almarhum H Muhyiddin Arubusman. Menurutnya, H Muhyiddin Arubusman merupakan sosok yang sabar, pendiam, tidak suka marah, tetapi dinamis. 

Dinamis yang dimaksud, ialah aktif terlibat dalam banyak komunitas-komunitas kajian, pemikiran dan langkah-langkah startegis. 

"Bang Muhyiddin selalu ada dalam diskusi apa pun yang berkaitan dengan stabilitas kebangsaan, kenegaraan," ujarnya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).

Hari ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperingati haul ke-1 H Muhyiddin Arubusman di Masjid An-Nahdloh gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).

H Muhyiddin Arubusman merupakan Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004. Ia lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur pada 24 April 1951 dan meninggal 10 April 2017 atau usia 66 tahun. 

H Muhyiddin Arubusman juga tercatat pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 1981-1985. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG