Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berorganisasi di Kampus NU Harus Jadi Nahdliyin yang Kuat

Berorganisasi di Kampus NU Harus Jadi Nahdliyin yang Kuat
Jakarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (Stainu) Jakarta, Cabang Jakarta Barat menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK), Sabtu (14/4).  Sejumlah tokoh turut hadir pada  kegiatan ini, termasuk Majelis Pembina Cabang, Nurul Huda,  Pimpinan Cabang yaitu Syahid,  serta para senior di PMII Cabang Jakarta Barat. 

"Rapat Tahunan Komisariat ini sudah dilaksanakan kali kedua,” kata Ketua PMII Komisariat . Stainu, Andre. 

Dirinya berharap siapa saja yang nantinya terpilih sebagai ketua, akan mampu membawa PMII di kampus tersebut menjadi lebih baik. "Kami berharap yang terpilih bisa membawa atau mampu menjalankan roda organisasi,” katanya. 

Dalam pandangannya, kaderisasi atau rekrutmen kader hendaknya menjadi perhatian utama pada kepengurusan mendatang. “Sebab semua organisasi pasti membutuhkan massa. Itu untuk keberlangsungan organisasi selanjutnya,” jelasnya. Demikian pula keberadaan kader diperlukan demi kesinambungan organisasi, lanjutnya. 

Saat diberikan kesempatan memberikan sambutan, Syahid mengingatkan bahwa siapa saja yang terpilih, maka dirinya sebagai representasi bagi para anggota atau sahabat yang ada. “Karenanya tetap jaga persatuan demi komitmen bagi PMII yang ada di Stainu," harapnya. 

Sedangkan Nurul Huda menyampaikan bahwa  sebutan sahabat dalam PMII adalah dikiaskan sebagaimana para sahabat zaman Nabi. “Yakni orang yang bertemu Nabi di zamannya,” terangnya. Begitupun dengan sahabat maupun sahabati yang ada di PMII adalah orang yang akan bertemu dan meninggal dalam keadaan ber-PMII, lanjutnya.

Nuruh Huda mengingatkan hakikat PMII sebagai organisasi pergerakan dan bergerak dengan ritme sesuai kampus. “Apalagi kepengurusan ini berada di kampus NU. Maka berorganisasi di PMII berarti menjadi nahdhiyin yang kuat,” katanya. 

Di akhir sambutan ia juga mengingatkan hakikat hari lahir ke-58 PMII. " Mengingat akan dirayakanlah harlah, yakinlah bahwa angka itu tidak akan ada kalau tidak ada kita semua," pungkasnya. (Khabib/Ibnu Nawawi

BNI Mobile