::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Saat Car Free Day, PMII Kalbar Deklarasikan Pilkada Damai

Senin, 16 April 2018 11:30 Daerah

Bagikan

Saat Car Free Day, PMII Kalbar Deklarasikan Pilkada Damai
Pontianak, NU Online
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar deklarasi pilkada damai dan tolak berita hoaks. Kegiatan berlangsung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak, Ahad (15/4).

Deklarasi pilkada damai yang diselenggarakan di arena car free day tersebut mengeluarkan empat komitmen pernyataan sikap. 

“Pertama, PMII menjadi garda terdepan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian di Kalimantan Barat,” Kata Ketua PKC PMII Kalbar, Mu'ammar Kadafi.

Kedua adalah mengajak masyarakat ikut serta mensukseskan terselenggaranya pemilihan kepala daerah serentak 27 Juni mendatang dengan aman, damai dan kondusif. 

Untuk poin ketiga, mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan nilai-nilai, ajaran agama, budaya dan adat istiadat sebagai kearifan lokal serta menjaga dan merawat empat pilar kebangsaan Indonesia.

“Sedangkan yang keempat yakni senantiasa duduk bersama dan bermusyawarah dalam menyelesaikan semua permasalahan dalam masyarakat serta bersama-sama menolak hoaks dan isu SARA sebagai isu utama ketentraman dan kesejahteraan masyarakat Kalbar,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan utama deklarasi adalah untuk bersama-sama mewujudkan pilkada damai yang senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kalbar merupakan provinsi yang tercatat rawan konflik karena banyaknya keberagaman khususnya adat istiadat dan agama,” katanya. Kendati demikian, dirinya bersama PMII sangat optimis bahwa pilkada 2018 ini akan berlangsung dengan damai dan aman tanpa dipengaruhi oleh berita hoaks, lanjutnya.

"Kami juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks karena dapat merusak persatuan dan keberagaman yang ada di Kalbar,” pungkasnya. (Rika Artika/Ibnu Nawawi)