HARLAH KE-58 PMII

Tiga Manfaat Bagi Mahasiswa yang Aktif di PMII

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengungkapkan tentang pentingnya mahasiswa aktif pada organisasi ekstra kampus. 

Sebab, menurut pria yang pernah menjabat sebagai Ketua LPBH PB PMII itu, mahasiswa yang hanya berkutat di dunia akademik semata atau hanya aktif di organisasi intra kampus, maka ia hanya melihat dunia dari tempat yang sempit.

Secara khusus, dia mendorong mahasiswa aktif di Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memiliki visi dan kesetiaan terhadap negara Indonesia, serta memiliki komitmen mengembangkan Islam moderat.

Mahasiswa yang aktif di organisasi yang mempunyai jaringan nasional, bahkan internasional seperti PMII, maka ia tidak hanya memandang dunia dari kampusnya, tetapi bisa memandang dunia dari alam atau lebih luas. 

Menurut Robikin, mahasiswa yang mengikuti organisasi seperti PMII akan mendapatkan setidaknya tiga manfaat. 

Pertama, kepekaan sosial. Menurutnya, pandangan yang luas dalam melihat suatu persoalan membuat mahasiswa bisa memotret keadaan sosial, derita ekonomi masyarakat yang terpinggirkan, dan termarjinalkan secara politik. Oleh karena itu, mahasiswa yang tergabung di PMII, maka ia bisa menemani rakyat serta mencarikan solusinya. 

"Dari situ akan terbangun kepekaan sosial, sehingga bukan saja simpati, tetapi lebih dari itu adalah empati yang disertai dengan tindakan-tindakan nyata," jelas Robikin beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Kedua, terasah kemampuan kepemimpinan. Menurutnya, luas cakupan dan jaringan aktivis PMII yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda, maka menjadi luas dan berwarna juga dalam memandang suatu persoalan.

"Seorang pemimpin itu penting memiliki perspektif yang luas," ujarnya. 

Ketiga, semakin terlatih dan terampil kesanggupan manajerial. Menurut alumnus Pesantren Miftahul Huda Gading, Malang, Jawa Timur itu, ketiga hal tersebut menjadi penting bagi para calon pemimpin bangsa.

"Kalau dunia akademik bagus, leadirsip kuat, manajerial bagus, ditambah lagi memiliki kepekaan sosial yang tinggi dengan visi keindonesiaan dan keislaman yang moderat, maka nantinya akan menjadi pemimpin yang tangguh, sehingga ketika memandang dunia tidak dengan pandangan pesimistik," jelasnya. 

Dalam pergaulan dunia, PMII selalu percaya diri karena membawa harga diri bangsa. Namun, pergaulan yang luas itu tidak menghilangkan kepentingan nasional. 

Sebaliknya, ia mengkritik sebagian aktivis yang mengagungkan konsepsi Hak Asasi Manusia (HAM) dari barat dan meneriakkan gagasan khilafah karena hal itu bisa menggerus nasionalisme. (Husni Sahal/Fathoni)
BNI Mobile