IMG-LOGO
Humor

Masih Kalah dengan Kambing

Selasa 17 April 2018 9:30 WIB
Bagikan:
Masih Kalah dengan Kambing
Sama-sama sudah tua dan lama tidak pernah ketemuan setelah 40 tahun keluar dari pondok ternama di Jawa Timur, akhirnya Kang sholeh Pekalongan dan Kang Badrun Banyumas sepakat bertemu untuk sekedar melepas kangen ketika dulu sama-sama mondok di salah satu pondok dan satu kamar pula.

Beberapa kejadian unik dan menarik selama mondok menjadi cerita menarik setelah bertemua untuk reuni dan nostalgia dengan ditemani istri masing-masing yang semlohai.

Karena sudah lama tidak bertemu, saat ini kira-kira usia mereka sudah 65 tahunan, rambut sudah beruban, sama-sama telah menjadi anggota KPU (kepala penuh uban) meski fisik masih kelihatan seger dan kuat, karena mereka setelah pulang dari mondok mengerjakan lahan pertanian warisan dari orang tuanya, maka wajar jika fisik masih kelihatan kuat dan bugar.

Pada tengah malam setelah istri masing-masing sudah tidur, Kang Sholeh dan Kang Badrun masih meneruskan ceritanya sambil menikmati segelas kopi dan rokok sambil cerita ke sana dan ke mari.

"Kang Badrun, kelihatan fisik sampeyan masih segar dan kuat, kira-kira masih kuat berapa kali sehari melayani istri di ranjang?," tanya Kang Sholeh penasaran.

"Ah.... Kang Sholeh biasa saja, saya ini sudah tua dan beruban, meski fisik kelihatan kuat karena tiap hari mencangkul, tapi urusan ranjang paling seminggu sekali sudah bagus lah," jawab Kang Badrun.

"Waduh Kang Badrun, sampeyan masih kalah dengan kambing saya yang tiap hari kuat 10 kali," ujar Kang Sholeh.

"Lha... kok saya dibandingkan dengan kambing Kang Sholeh, tapi sebentar, kambing kamu pasangannya tetap apa gonta ganti?," tanya Kang Badrun penasaran.

"Yaa .... jelas gonta ganti, namanya juga kambing, mana ada yang punya pasangan tetap, jawab Kang Sholeh sambil menghisap rokok kesayangannya.

"Kalo pasangan kambing gonta ganti, saya ya kuat lebih dari 10 kali sehari Kang Sholeh," jawab Kang Badrun dengan mantab. (Muiz)
Tags:
Bagikan:
Senin 16 April 2018 9:30 WIB
Orang Madura Merantau di Jakarta
Orang Madura Merantau di Jakarta
Dalam kejenuhan mencari pekerjaan,  akhirnya dia pun terpikir mencoba membuka sebuah klinik pengobatan, walaupun dia bukan dokter ataupun pernah kuliah di kedokteran. 

Supaya orang-orang mau berobat ke kliniknya, Si Madura  membuat iklan menarik : 

"Menyembuhkan segala penyskit. Ayo berobat kemari. Kalau sembuh cukup bayar 100 ribu, kalau tidak sembuh kami bayar anda 1 juta".

Konon ada seorang dokter tak sengaja membaca iklan itu dan langsung ingin mencoba.

Si Madura : "Sakit apa sampeyan Pak..?"

Dokter Jawa : "Mulut hambar, kalau makan tak terasa apa- apa ".

Si Madura : "Oh itu hilang perasa namanya, baiklah Itu cukup diberi obat nomer 22 sebanyak 3 tetes di dalam mulut".

Dokter Jawa : "Wah! Minyak rem ini, bukan obat.!"

Si Madura : "Nah, bapak sudah bisa merasakan lagi, silahkan bayar 100 ribu".

Dokter Jawa itu jengkel karena merasa dikerjain, selang seminggu kemudian dia datang lagi.

Si Madura : "Duh sampeyan lagi, sakit apa lagi pak .?"

Dokter Jawa : "Saya hilang ingatan".

Si Madura : "Baiklah, saya akan memberikan obat nomer 22 dan gunakan sebanyak 3 tetes saja dalam mulut".

Dokter Jawa : "Wah! gak mau, itu minyak rem yang kemarin kan.?"

Si Madura : "Wah, bapak udah bisa mengingat lagi, berarti sudah sembuh, tolong bayar 100 ribu".

Dokter Jawa tersebut makin jengkel karena merasa dikerjain lagi. Selang seminggu kemudian diapun datang lagi berniat balas dendam. Kali ini dia mau pura-pura sakit yang parah biar dokter gadungan itu tidak mampu menyembuhkan.

Si Madura : "Bo abo sampeyan lagi.. sakit apa lagi, bapak ini.?"

Dokter Jawa : "Mata saya rabun tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas".

Si Madura : "Mohon maaf, Pak.., kalau sakit seperti itu saya tidak bisa menyembuhkan, ini silahkan ambil 1 juta (sambil menyerahkan 10 lembar uang dua ribuan)".

Dokter Jawa : "Wah! Ini kan cuma duapuluh ribu rupiah ! ".

Si Madura : Alhamdulillah, bapak sudah bisa melihat dengan jelas? Berarti bapak sudah sembuh, silahkan bayar 100 ribu"..

Orang Madura di lawan.??????????????????
Ahad 15 April 2018 12:30 WIB
Santri Kursus Bahasa Inggris
Santri Kursus Bahasa Inggris
Ilustrasi humor.
Setelah menjalani ujian selama sepekan, tibalah saatnya bagi santri bernama Azizul Qohar, akrab disapa Zul, mengambil laporan hasil belajar atau rapor.

Pengambilan rapor dilakukan oleh orang tua murid. Zul adalah santri yang duduk di kelas XI SMA jurusan bahasa.

Setelah keluar dari ruang pengambilan rapor, rona muka bapak si Zul berubah menjadi merah karena rapor merah didapat si Zul di mata pelajaran bahasa Inggris.

Sedikit bingung, Zul sowan kepada Ustadz Solehan, pengajarnya di pesantren. Dia bermaksud curhat soal nilai merah bahasa Inggrisnya.

Setelah mencurahkan permasalahannya, Ustadz Solehan berkata, “Ya sudah, kamu ikut kursus bahasa Inggris saja, biar nilainya meningkat,” tutur sang ustadz.

Siang hari setelah pulang sekolah, Zul bersemangat langsung menuju tempat kursus bahasa Inggris yang tak begitu jauh dari desanya.

“Mbak, berapa biaya kursus di tempat ini?” tanya Zul tanpa basa-basi kepada petugas admin.

“Biaya Pendaftaran 100 ribu. Untuk biaya bulanan, bulan pertama dan kedua 150 ribu, bulan ketiga dan seterusnya 50 ribu,” jelas Mbak admin.

“Kalau begitu saya mulai kursus di bulan ketiga aja ya Mbak,” ujar si Zul. (Fathoni)
Jumat 13 April 2018 16:0 WIB
Teringat Kambingnya
Teringat Kambingnya
Salah seorang kiai yang cukup ternama dan berpengaruh di kampung, Hari Jum'at Pon mendapat giliran khutbah Jum'at di salah satu masjid kota Pekalongan.

Tentu karena ini kesempatan langka dan tidak setiap hari Jum'at berkesempatan mengisi khutbah Jum'at di masjid itu.

Setelah berbagai persiapan selesai dan hari Jum'atpun tiba, sang kiai bersiap-siap berangkat ke masjid kota untuk berkhotbah.

Tiba-tiba saja di tengah-tengah khotbah pandangannya agak mengganggu konsentrasinya untuk membaca teks-khutbah yang disadur dari NU Online, dan menangislah sang kiai yang sedang berkhutbah.

Usai shalat Jum'at, Ta'mir masjid kota merasa heran dengan khutbah sang kiai hari ini, agak aneh memang. Materi khutbah biasa-biasa saja, menceritakan peristiwa isra' mi'raj dan hikmahnya, tetapi kenapa khotib sampai menangis?

Karena penasaran, maka ta'mir tersebut mendatangi khotib yang baru menyelesaikan tugasnya, yakni khutbah sekaligus mengimami sholat Jum'at.

"Pak kiai, ada apa kok di tengah-tengah khutbah anda tiba-tiba menangis sesunggukan, padahal menurutku khutbahnya biasa-biasa saja?," tanya ta'mir.

Akhirnya sang kiai pun menceritakan kenapa ia menangis saat khutbah tadi.

"Anu pak, tadi di tengah-tengah khutbah saya menangis bukan karena khutbahnya menarik atau isinya bagus," terang sang kiai.

"Lantas apa yang membuat kiai menangis?," tanya ta'mir penasaran.

"Gini pak, tadi saat saya berkhotbah, pandangan saya tertumbuk pada salah satu jama'ah yang berjenggot panjang, lantas pikiran saya melayang ke rumah teringat kambing saya berjenggot yang saya pelihara sejak masih kecil tadi malam hilang dicuri orang, karena saya kasihan, maka menangislah saya," ujar kiai. (Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG