IMG-LOGO
Internasional

Sasar Pesta Pernikahan di Yaman, Serangan Saudi Tewaskan 20 Orang

Senin 23 April 2018 22:30 WIB
Bagikan:
Sasar Pesta Pernikahan di Yaman, Serangan Saudi Tewaskan 20 Orang
Foto: Reuters
Sana’a, NU Online
Serangan udara oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi menewaskan setidaknya 20 orang yang sedang menghadiri pesta pernikahan di sebuah desa di barat laut Yaman, Ahad (22/4).

Kepala rumah sakit Al Jumhouri di Hajjah mengatakan, rumah sakit itu telah menerima 40 mayat, sebagian besar tubuhnya hancur berkeping-keping, dan 46 orang lainnya terluka, termasuk 30 anak-anak, akibat dari serangan udara yang menghantam sebuah pesta pernikahan itu.

Sumber lain menyebutkan bahwa 20 orang yang menghadiri pesta pernikahan itu tewas dan sedikitnya 30 orang terluka. Demikian dilaporkan Reuters, Senin (23/4).

Sementara itu, di desa Taiba –sebuah desa lain di provinsi yang sama- juga ada serangan udara terpisah yang menewaskan empat orang pada hari yang sama. 

Koalisi negara-negara pimpinan Saudi yang didukung Barat telah bertempur melawan Houthi selama tiga tahun terakhir ini. Perlu diketahui, Houthi adalah kelompok bersenjata yang menguasai sebagia besar wilayah utara dan barat laut Yaman. Mereka mengatakan, pihaknya tidak menargetkan warga sipil.

Sedangkan, sebuah stasiun televisi yang berafiliasi dengan Houthi Al-Mashirah menyebutkan, serangan di barat laut Yaman itu telah menewaskan 33 orang masyarakat sipil dan 55 orang lainnya terluka.

Menurut data yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), konflik Yaman telah menyebabkan 10 ribu orang meninggal dan dua juta orang mengungsi. (Red: Muchlishon)
Tags:
Bagikan:
Senin 23 April 2018 8:15 WIB
Mendes Minta Warga Indonesia di Australia Pulang untuk Bangun Desa
Mendes Minta Warga Indonesia di Australia Pulang untuk Bangun Desa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo
Melbourne, NU Online
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo kembali mengajak pelajar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Australia untuk kembali ke Indonesia. 

Hal itu ia ungkapkan ketika menjadi pembicara di Monash University Melbourne, Sabtu (21/4).

Agenda itu bertepatan dengan acara Australia Indonesia Business Forum (AIBF 2018) yang mengangkat tema Breaking Barriers Discover my Courage.

Dalam acara itu, Mendes Eko memberikan motivasi kepada pelajar Indonesia agar sukses menempuh pendidikan di negeri orang. Ia juga mengajak mereka untuk kembali ke Indonesia.

“Masih banyak potensi desa yang perlu digali dan dikembangkan,” kata Mendes Eko.  

Dalam acara itu dihadiri Konsul Jenderal RI di Victoria dan Tasmania, Spica Tutuhatunewa dan Professor of Management and Director of Engagement at Monash Business School, Edward Buckingham.

Selain itu, juga dihadiri oleh The Engagement Coordinator of The Australia-Indonesia Centre, Perwakilan dari AIYA (Australia Indonesia Youth Assosiation), PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia). (Red: Muiz)
Ahad 22 April 2018 23:15 WIB
Bom Bunuh Diri di KPU Afghanistan Tewaskan 57 Orang
Bom Bunuh Diri di KPU Afghanistan Tewaskan 57 Orang
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kabul, NU Online
Sebuah bom bunuh diri meledak di luar pusat pendaftaran pemilih di Kabul Afghanistan, Ahad (22/4). Dilaporkan, insiden ini menewaskan 57 orang dan melukai ratusan orang lainnya. Demikian dilaporkan Reuters. 

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan bom bunuh diri itu. Ia menegaskan serangan itu tidak akan bisa melemahkan proses demokrasi nasional yang tengah berlangsung di Afghanistan. Rencananya, Afghanistan akan menggelar pemilihan umum legislatif pada 20 Oktober mendatang.

Afghanistan mulai mendaftar para pemilihnya sejak 14 April lalu. Mereka akan berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang lama tertunda. Pemilu legislatif ini menjadi ‘uji coba’ untuk pemilihan presiden yang digelar tahun depan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danesh menceritakan, seorang pembom berjalan kaki mendekati pusat tempat para pegawai mengeluarkan kartu identitas sebagai bagian dari proses pendaftaran pemilu. Lalu, ia meledakkan diri.

Ledakan itu menghancurkan mobil dan jendela di gedung-gedung di dekatnya, juga menyisakan puing-puing berserakan di jalan yang berlumuran darah.

Hingga saat ini, lebih dari 7 ribu pusat pendaftaran pemilih telah dibentuk di seluruh Afghanistan untuk menangani sekitar 10 juta pendaftaran dalam suatu proses yang telah berulang kali terganggu oleh masalah teknis dan organisasi.

Komisi pemilu di Afghanistan mengaku kalau keamanan adalah masalah yang utama mengingat kelompok bersenjata seperti Taliban menguasai beberapa wilayah di Afghanistan. Namun demikian, keamanan akan diperketat, terutama di pusat-pusat pemungutan suara.  

Dikutip dari kantor berita AMAQ, Ahad (22/4), Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun demikian, kantor berita tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut atau bukti untuk mendukung laporannya itu. (Red: Muchlishon)
Ahad 22 April 2018 22:45 WIB
Lagi, Kuburan Massal Ditemukan di Bekas Wilayah ISIS di Suriah
Lagi, Kuburan Massal Ditemukan di Bekas Wilayah ISIS di Suriah
Ilustrasi
Raqqa, NU Online
Sebuah kuburan massal yang berisi 50 jenazah kembali di temukan di Suriah pada Sabtu (21/4). Tepatnya di kota Raqqa, sebuah wilayah yang pernah dikuasai oleh kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). 

Dulu, wilayah yang terletak di utara Suriah ini menjadi ‘ibu kota’ kelompol militan ISIS di Suriah. Namun, pada akhir tahun lalu pasukan pemerintah Suriah berhasil mengusir kelompok ISIS dari wilayah tersebut.

Abdallah al-Eriane, pejabat senior dewan sipil Raqqa, menyebutkan bahwa kuburan massal tersebut terletak di bawah lapangan sepak bola, dekat dengan sebuah rumah sakit di mana dulu kelompok militan ISIS tinggal.  

Lebih lanjut, Al-Eriane menuturkan bahwa kuburan massal itu memiliki kapasitas hingga 200 orang. Ia menduga, kuburan massal itu menjadi satu-satunya tempat pemakaman yang digunakan kelompok militan ISIS.

“Kuburan itu tampaknya satu-satunya tempat yang tersedia untuk pemakaman, dan dilakukan dengan tergesa-gesa,” katanya seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, pemerintah Suriah dan Irak seringkali menemukan kuburan massal di wilayah-wilayah yang dulunya dikuasai oleh kelompok militan ISIS. Misalnya, pada Februari silam, Suriah juga menemukan sebuah kuburan massal yang berisi 30 jenazah di kota yang sama, Raqqa. 

ISIS mulai mendeklarasikan 'kekhalifahan' nya pada 2014 silam. Namun, tiga tahun berselang 'Kekhalifahan' ISIS dinyatakan hancur bersamaan dengan jatuhnya kota Mosul dan Raqqa ke tangan pemerintah Irak dan Suriah. Sejak saat itu, pimpinan tertinggi ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tidak diketahui keberadaannya secara publik. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG