Gus Rozin: Santri Harapan Bangsa untuk Persatuan NKRI

KH Abdul Ghaffar Rozin
KH Abdul Ghaffar Rozin
KH Abdul Ghaffar Rozin
Sleman, NU Online
Harapan bangsa ini di masa depan adalah kaum santri. Para santri mencatatkan diri sebagai sosok penting bagi berdirinya NKRI. Ketika negara ini coba dirusak persatuan dan kesatuannya, maka santri berdiri paling depan menjadi pejuang untuk bangsa ini. Inilah yang harus diperjuangkan kaum santri, khususnya dalam pemiluhan Duta Santri Nasional 2018 di Yogya ini.

Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP-RMI) PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozin dalam acara puncak Harlah Fatayat NU dan Final Duta Santri 2018 di Gedung Graha Bakti Yasa Jalan Kenari Yogyakarta, Ahad (29/04).

“Dalam momentum ini, juga ada Ikrar Kebangsaan dan pengajian akbar. Ini luar biasa, karena Fatayat sudah melakukan 100 lebih acara. Selamat atas ikrar ini, semoga semakin menemukan relevansinya,” tegas Gus Rozin yang juga putra KHMA Sahal Mahfudh.

“Saat ini ada 23.300 pesantren di bawah naungan RMI. Kami dari Pimpinan Pusat RMINU bekerja sama dengan KH Habib Syakur menyelenggarakan Duta Santri Nasional pertama tahun 2016 menghasilkan santri yang layak menjadi Duta. Inilah sejarah awal diadakan Duta Santri Nasional,” imbuh Gus Rozin.

Dikatakan, santri selama ini bisa menahan untuk menunjukkan kemampuan. Namun sekali kali Santri harus bisa menunjukkan kemampuannya. Ini momentum yang sangat tepat. Harapan dari Duta Santri ini setelah melewati serangkaian ujian akan muncul yang akan menjadi icon Santri Nasional. Kita buktikan bahwa santri bisa lebih unggul dari pelajar yang lain.

"Ini menjadi tugas penting seorang Duta Santri untuk mengamalkan ajaran Islam Aswaja. Bukan itu saja Duta Santri juga harus menjaga para kaum muda Santri khususnya dari serangan intoleran. Santri harus bisa menegakkan nilai-nilai toleransi, cinta tanah air dan memiliki sifat santun kepada para kiai, ibu nyai serta para guru dan orang tua," pungkasnya. (Red: Muiz)

BNI Mobile