IMG-LOGO
Daerah

Libatkan Santri Bikin Peci Al-Aqsho, Santri Dapat Upah hingga Jutaan

Jumat 4 Mei 2018 15:0 WIB
Bagikan:
Libatkan Santri Bikin Peci Al-Aqsho, Santri Dapat Upah hingga Jutaan
Peci karya santri nurul hidayah kebumen
Kebumen, NU Online
Jelang puasa Ramadhan 1439 H, Pesantren Nurul Hidayah di Kabupaten Kebumen kebanjiran order. Pesantren yang menjalankan beragam unit usaha ini menjadikan peci sebagai produk unggulan.

Koordinator unit usaha peci, Tri Sulistyo mengatakan, peci yang diberi merek Al-Aqsho tersebut merupakan hasil karya santri di sana. Di sela-sela rutinitas mempelajari Al-Qur'an, sejumlah santri juga diberi kesempatan membuat peci pukul 08.00-12.00, dilanjutkan pukul 13.00-16.00.

"Setiap bulan, tiap santri juga mendapatkan upah yang bisa mencapai Rp1 juta per orang," ujar dia, Rabu (2/5).

Menurutnya, peci menjadi favorit dibandingkan usaha lain di ponpes tersebut. Tak heran, produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang tersedia.

"Karena kebanjiran order, terkadang memang tidak bisa dipenuhi semua. Kadang bertahap, kami penuhi bulan berikutnya," ujar dia.

Apalagi saat bulan Ramadan ini, jumlah pemesanan mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. "Sekarang, rata-rata produksi bisa 50 kodi sampai 75 kodi per bulan. Meningkat dari biasa, 30 kodi per bulan," jelas dia.

Untuk menghasilkan produksi pecinya tersebut, pihaknya dibantu 15 santri‎. Santri lain terlibat dalam unit usaha lain. Pondok pesantren yang memiliki 500 santri itu telah memasarkan produknya sampai ke Sumatera. Tahun ini, pihaknya menjajaki pasar Kalimantan. (Red: Muiz)

Bagikan:
Jumat 4 Mei 2018 23:0 WIB
SMK NU 01 Slawi Targetkan Terima 500 Siswa Baru
SMK NU 01 Slawi Targetkan Terima 500 Siswa Baru
Pelajar SMK NU Slawi gelar istighotsah
Tegal, NU Online
SMK Nahdlatul Ulama (NU) 01 Slawi Kabupaten Tegal Jawa Tengah menargetkan 500 siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019. 

Hal itu dikatakan Kepala SMK NU 01 Slawi, H Ali Saefudin saat  Istighotsah dan doa bersama yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung PCNU Tegal, Jum’at (4/5).

“Istighotsah dalam rangka untuk sukses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019. Harapannya dengan ikhtiar doa Istighotsah bersama ini, kita dapat meraih target minimal 500 siswa baru,” ungkapnya.

Selain itu, kata Ali, Istighotsah juga dilaksanakan sebagai persiapan menghadapi Ujian Kenaikan Kelas (UKK) pada 7 Mei 2018 mendatang. Tujuannya untuk memohon doa ijabah agar pelaksanaan peserta didik dalam ujian diberikan kelancaran. 

“Sehingga putra-putri kita menjadi shalih dan shalihah,” tutur Ali.

Istighotsah dan doa bersama dipimpin KH Abdul Mutholib dari Tembok Luwung Kabupaten Tegal dengan melibatkan 1000 siswa kelas X dan XI serta segenap Dewan Guru SMK NU 01 Slawi Kabupaten Tegal. 

“Semoga dengan ikhtiar doa dan istighotsah siswa SMK NU 1 Slawi tahun 2018/2019 bertambah melimpah dan barokah. Sekolah semakin diminati masyarakat dan alumnusnya banyak diterima di perusahaan dan bagi yang melanjutkan diterima diperguruan yang favorit,” ungkap Kiai Mutholib mendoakan. (Nurkhasan/Muiz)
Jumat 4 Mei 2018 22:30 WIB
Kaderisasi Banser adalah Tujuan, Bukan Anggaran
Kaderisasi Banser adalah Tujuan, Bukan Anggaran
Peserta DIklat Banser Musirawas
Musirawas, NU Online
Instruktur Satkornas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gatot Arifianto, menegaskan bahwa menjadi Banser yang merupakan kader inti GP Ansor ialah tanggung jawab warga negara, utamanya pemuda Islam.

"GP Ansor Musirawas menyambut baik sahabat-sahabat yang memilih bergabung untuk belajar bersama, memperbaiki diri, membela agama, bangsa dan negeri di organisasi ini," kata Gatot didampingi Ketua PC Ansor Musirawas, Efran Heryadi saat berada di Sukamakmur, Bolang Tengah Suku (BTS) Ulu, Musirawas, Sumatera Selatan, Sabtu (5/5).

Pilihan tersebut rasional, walau terkesan tidak rasional jika ditinjau dari sisi lain.

"Tidak rasionalnya adalah sahabat-sahabat berani digembleng untuk tidak mendapatkan gaji, siap bertugas dengan ihklas dan penuh pengabdian. Itu suatu kelangkaan di era sekarang," ujarnya kepada 91 peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) VI Ansor Musirawas.

Yang menjadi rasional ialah, sahabat-sahabat Banser sadar, bahwa Indonesia sebagai warisan pahlawan pendiri bangsa harus dijaga. Dan itu ialah upaya nyata warga negara yang memiliki tanggung jawab pada negaranya.

Ia menambahkan, GP Ansor yang berdiri 24 April 1934 di Banyuwangi, Jawa Timur, masif melakukan kaderisasi di beberapa tempat. Setiap minggu, setiap bulan, anak-anak muda tertarik bergabung dengan Ansor yang mengelola badan semi otonom Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

"Tujuanlah yang membuat itu terjadi. Jika orientasinya anggaran, sangat bisa dipastikan kaderisasi hanya akan berjalan seperti siput atau bahkan stagnan. Tujuan Ansor untuk ikut serta membangun bangsa dan negara dengan karakter keislaman, kebangsaan, kerakyatan dan kepemudaanlah yang membuat kita memilih berhimpun di Ansor, di Banser, mendedikasikan diri bagi agama, negara dan bangsa," paparnya.

Dalam setiap kaderisasi, lanjut Asinfokom Satkornas Banser itu, GP Ansor senantiasa menanamkan kecintaan kepada Islam dan Indonesia.

"Bergabungnya sahabat-sahabat membuat kami percaya diri, jika kaderisasi dilakukan adalah solusi bagi NKRI. Sahabat-sahabat yang memilih tumbuh bersama kami adalah warga negara yang sadar, Indonesia ialah kebangsaan, kebanggaan yang harus kita jaga bersama," ujar dia disambut tepuk tangan peserta.

Ia mengajak, 85 peserta pria dan 6 peserta wanita usai dibaiat harus bergandeng tangan dengan pihak manapun yang sejalan dengan Ansor dan Banser dalam menjaga Indonesia, serta Islam Rahmatan lil A'lamin. (Mustofa/Muhammad Faizin)
Jumat 4 Mei 2018 22:0 WIB
Keberhasilan Pendidikan Harus Dilihat dari Kualitasnya
Keberhasilan Pendidikan Harus Dilihat dari Kualitasnya
wisudawan SMK Andalusia 1 Wonosobo
Wonosobo, NU Online
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Andalusia I Wonosobo Jawa Tengah mengatakan, tolok ukur berkembangnya lembaga pendidikan bukan hanya dilihat dari kuantitas, melainkan kualitas.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMK Andalusia 1 M Arifin saat memberikan sambutan pada acara wisuda 115 siswa yang VII, kemarin kamis (3/5) di GOR SMK Andalusia I Wonosobo.

"Semakin meningkatnya lulusan SMK Andalusia secara kuantitas,  maka harus semakin ditingkatkan pula kualitas siswanya, itulah perkembangan lembaga." ujar Arifin. 

Lebih lanjut dikatakan, sekolah yang dikelolanya juga memfasilitasi untuk siswa jarak jauh dengan mendirikan pesantren yang terletak di lingkungan sekolah. Dan dikatakan bertepatan dengan momentum wisuda kali ini di laksanakan Tasyakur Akhirusanah ke-III Pondok  Pesantren SMK Andalusia I Wonosobo.

"Dalam pembelajaran di SMK yang berada di bawah naungan LP Ma'arif Wonosobo ini diterapkan sistem Pondok Pesantren, yang di dalamnya diterapkan program tahfidh dan kajian kitab kuning sebagai salah satu program unggulan," lanjutnya.

Arifin berharap dengan sekolah berbasis pesantren dan peningkatan kualitas SMK Andalusia I Wonosobo diharapkan mampu mencetak siswa yang berkarakter tangguh, dengan soft skill yang berkualitas serta berhaluan Aqidah Ahlusunnah Wal Jama'ah. 

Saat ini SMK Andalusia I Wonosobo memiliki tiga jurusan, yakni jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Akuntansi. (Sholeh Nahru/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG