Kurikulum SMK Pesantren Cetak Generasi Emas

Purnawiyata SMK Cordova Margoyoso Pati
Purnawiyata SMK Cordova Margoyoso Pati, Kurikulum SMK Pesantren Cetak Generasi Emas
Purnawiyata SMK Cordova Margoyoso Pati, Kurikulum SMK Pesantren Cetak Generasi Emas
Pati, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren sangat berpotensi mencetak generasi emas tahun 20145 yang berbekal karakter atau akhlak yang luhur. SMK Pesantren memiliki keterampilan literasi yang tinggi dan memiliki kompetensi unggul abad ke-21. Para siswanya mampu berpikir kritis, analitis, kreatif, komunikatif, kolaboratif.

Hal tersebut disampaikan Staff Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pembangunan Karakter, Arie Budiman pada Purnawiyata ketujuh SMK Cordova Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

Arie Budhiman juga mengingatkan kepada para pengelola pendidikan di Indonesia terhadap tiga kecenderungan global penting yang saat ini sedang terjadi. Pertama, berlangsungnya revolusi industri keempat yang ditandai kemajuan pesat aplikasi digital atau teknologi informasi dan komunikasi. Revolusi industri keempat telah mengubah sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, peradaban, kemasyarakatan termasuk dunia pendidikan.

Kedua, semakin menegaskan fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, kolaborasi dan jejaring. Komponen tersebut merupakan sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi atau negara. Ketiga, integarasi seluruh belahan dunia yang disebabkan oleh globalisasi, internasionalisasi melalui teknologi informasi komunikasi dan transportasi.

Revolusi industri keempat telah memunculkan tatanan baru, ukuran baru, kebutuan baru yang harus dipenuhi dan dijawab oleh seluruh pemangku kebijakan pendidikan. Dunia pendidikan dituntut mampu menyiapkan sumber daya manusia sebagai kapital inteletual yang mampu beradaptasi dengan perkambangan zaman, memiliki daya saing yang khas melalui pembelajar sepanjang hayat.

Arie Budhiman menambahkan bahwa sesuai proyeksi Bapenas pada tahun 2030 Indonesia memerlukan tambahan sebanyak 58 juta tenaga kerja yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan domestik di Indonesia. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari tenaga kerja dalam negeri yang dicetak melalui sekolah-sekolah di dalam negeri seperti SMK. "Karena jika kebutuhan tersebut diisi oleh tenaga asing maka negeri kita akan kehilangan kedaulatan kerjanya," ujar Budiman, Sabtu (5/5).

SMK Pesantren seperti SMK Cordova mempunyai peran yang sangat penting dalam menjalan kebijakan Pemerintah di bidang penguatan pendidikan karakter. Hal itu sesuai amanat Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Karakter moral  keagamaan seperti akhlak mulia, karakter moral kebangsaan seperti cinta tanah air dan karakter kinerja seperti kerja keras, kreatif, tangguh, disiplin dan cerdas melalui keteladanan sebenarnya telah diajarkan di pesantren sejak lama.

SMK Pesantren diharapkan mampu mendorong kemampuan adaptasi, kolaborasi dengan dunia luar melalui pembelajar sepanjang hayat. Yang perlu diperkuat oleh SMK saat ini adalah  membangun budaya pelayanan dan pemasaran yang semakin baik, cepat, dekat, murah dan menanamkan jiwa kewirusahaan.

Kepala SMK Cordova, Muhammad Niam Sutaman, LLM dalam sambutannya menegaskan bahwa kurikulum SMK Pesantren harus semakin dimatangkan sehingga betul-betul mampu mewujudkan tujuan utama sisem pendidikan nasional tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Niam menyebutkan bahwa kurikulum SMK Pesantren bisa mengadopsi Dasa Jiwa Santri, yaitu nilai-nilai yang secara turun temurun diajarkan oleh para ulama di pesantren. Nilai-nilai tersebut adalah ‎Ikhlas, Sabar, Khirs (cinta ilmu), Akhlaqul Karimah (sidiq, amanah, tabligh, fatonah)‎, tawadlu' (humbleness/kesederhanaan), Istiqomah (disiplin)‎, Zuhd, ‎Mujahadah (berjuang karena Allah), Uswah al-Hasanah (menjadi teladan yang baik)‎ dan  Tabarruk (mencari barokah)‎.‎

Purnawiyata ketujuh, SMK Cordova menamatkan sebanyak 319 siswa. Mereka terdiri dari 119 siswa-siswi jurusan ‎Farmasi, 105 siswa-siswi jurusan Multimedia dan 95 siswa ‎dari jurusan Teknik Sepeda Motor. ‎Sebagian besar tamatan telah diterima kerja di berbagai industri dan perguruan tinggi bahkan sebelum ijasah mereka keluar.

Acara purnawiyata berlangsung meriah dengan berbagai kesenian Islam seperti tari Zapin, tari Nirmala dan Qasidah. Tema Purnawiyata adalah memperkuat nilai-nilai kepesantrenan dalam kurikulum SMK. (Red: Kendi Setiawan)
BNI Mobile