IMG-LOGO
Daerah

Peduli Warga, Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng Gelar Jalan Sehat

Ahad 6 Mei 2018 22:0 WIB
Bagikan:
Peduli Warga, Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng Gelar Jalan Sehat
Suasana Jalan Sehat
Jombang, NU Online
Sebagai bentuk ungkapan terimakasih kepada warga Desa Bulurejo, Diwek, Jombang, Jawa Timur yang telah menjadi donatur terbesar dari Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT), lembaga tersebut menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti ratusan warga desa setempat, Ahad (6/5).

Direktur  LSPT Afif Abdul Rokhim mengemukakan, dipilihnya desa Bulurejo telah melalui berbagai pertimbangan yang salah satunya adalah karena pemberi santunan dari daerah ini merupakan yang terbanyak.

Kegiatan jalan sehat ini juga lanjutnya, sebagai bagian dari upaya kian mendekatkan lembaga yang berada di bawah Pesantren Tebuireng tersebut dengan masyarakat.

"Juga sebagai bentuk rasa terima kasih LSPT kepada warga Bulurejo," ungkapnya sekaligus menyampaikan apresiasinya kepada Ainur Rofik, Kepala Desa Bulurejo.

Afifi berharap dengan kegiatan jalan sehat tersebut akan semakin membawa keberkahan, kesejahteraan dan segala pembangunan di desa Bulurejo akan bisa berjalan sesuai harapan.

Sementara itu perwakilan dari Pengasuh Pesantren Tebuireng, H Lukman Hakim memastikan bahwa dana yang diberikan peziarah ke makam Tebuireng digunakan untuk masyarakat. Demikian pula donasi yang dipercayakan kepada LSPT juga kembalinya kepada masyarakat.

"Dengan ini kami tegaskan bahwa tidak ada dana yang masuk ke kotak amal makam serta uang LSPT yang digunakan untuk keperluan Pesantren Tebuireng," katanya sekaligus menjelaskan bahwa untuk semua keperluan santri dan pengembangan pesantren berasal dari dana sendiri.

Selama jalan sehat, warga mendapatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan secara gratis. Demikian pula ratusan hadiah diberikan kepada warga mulai dari makanan ringan, sembilan bahan pokok, kebutuhan dapur, alat elektronik, hingga seekor kambing. Termasuk diberikan santunan terhadap rumah ibadah dan warga yatim. (Ibnu Nawawi/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Ahad 6 Mei 2018 22:30 WIB
Besarnya Jumlah Kader Harus Diimbangi Militansi
Besarnya Jumlah Kader Harus Diimbangi Militansi
Banyuwangi, NU Online
Nahdlatul Ulama yang didirikan 31 Januari 1926 memiliki jumlah pengurus dan anggota yang demikian banyak. Jenjang struktural dari mulai kepengurusan pusat hingga ranting, bahkan di luar negeri pun ada. Namun sayang, eksistensi jamaah yang demikian besar dalam jumlah tidak diimbangi dengan militansi kader. Sehingga kelemahan organisasi demikian terasa.

Catatan tersebut disampaikan KH Ali Makki Zaini saat memberikan sambutan di acara hari lahir (harlah) ke-68 Fatayat NU di Masjid Agung Baiturrahman, Ahad (6/5). Dalam pandangan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut, harus ada perbaikan agar kondisi seperti ini tidak terulang. 

"Ini sangat terlihat, bagaimana sebagian jamaah terbuai dengan harapan palsu dari suatu kelompok hanya untuk kepentingan pribadi, bukan jamaah,” katanya. Jarang sekali ada jamaah yang mengedepankan kepentingan organisasi NU, kecuali hanya beberapa gelintir. Ini terlihat dalam kondisi tertentu, lanjut Gus Makki, sapaan akrabnya 

Dia menambahkan, sebab lemahnya militansi kader adalah rendahnya kepercayaan wali santri untuk mendidik anaknya di madrasah atau sekolah yang didirikan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU.

"Seyogianya, mulai sekarang setiap kader ,harus mempercayakan pendidikan anak keturunan pada lembaga pendidikan milik NU,” katanya. 

Jika sudah terlanjur anaknya tidak sekolah di madrasah, masih ada cucu dan seterusnya. Lepas cucu, juga masih ada kesempatan cicitnya dan seterusnya. “Tidak ada alasan untuk meningkatkan militansi dalam setiap waktu," tegas Gus Makki.

Pada kesempatan harlah, dirinya mengajak semua pihak untuk introspeksi. “Sejauh mana masing-masing meningkatkan kebaikan di bawah panji NU ini,” sergahnya. 

Dalam pandangannya, jika ditemukan kebaikan di NU, maka harus ditingkatkan. “Sebaliknya, bila ada kekurangan maka harus ditinggalkan. Karena hakikinya tidak ada makhluk yang sempurna," pesannya.

Acara ini juga ditutup dengan pemberian ijazah oleh KH Ali Makki Zaini kepada ratusan kader Fatayat NU yang hadir. Yakni pada kesempatan tersebut, ia mengajak hadirin membaca Surat al-Fatihah. Saat pembacaan lafadz wa iyyaka nasta'in dibaca sebelas kali, dilanjutkan berhenti sejenak untuk menyampaikan seluruh hajat kepada Allah SWT. “Insyaallah segala hajat dimudahkan dan dikabulkan,” pungkasnya.. (M Sholeh Kurniawan/Ibnu Nawawi)

Ahad 6 Mei 2018 21:30 WIB
Kepengurusan Anak Cabang CBP dan KPP se-Sumenep Segera Terbentuk
Kepengurusan Anak Cabang CBP dan KPP se-Sumenep Segera Terbentuk
Sumenep, NU Online
Komitmen dalam memperkuat kaderisasi benar-benar dilakukan kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep, Jawa Timur. Yakni dengan mendorong pendirian Corp Barisan Pelajar atau CPB dan Korp Pelajar Putri atau KPP.

Yang terbaru, telah berdiri kepengurusan Dewan Koordinasi Anak Cabang atau DKAC CBP dan KPP di Kacamatan Guluk-guluk. Ahad (6/5).

Terhadap terbentuknya kepengurusan tersebut, Pimpinan Cabang IPNU Sumenep sangat berharap keberadaannya sesuai harapan. “Pembentukan CBP KPP di tingkat kecamatan diharapkan menjadikan keberadaannya istiqamah dan terus berkhidmat,” kata Musyfik.

Ketua PC IPNU Sumenep ini juga mengingatkan agar para pengurus untuk mampu menjaga pelajar dari berbagai sisi. 

Dirinya juga mengemukakan bahwa sosialisasi yang diikuti dengan pendirian CBP dan KKP akan terus dilakukan di kawasan Sumenep. “Sehingga dapat dipastikan, seluruh kepengurusan IPNU dan IPPNU tingkat kecamatan dapat memiliki CBP dan KKP,” terangnya. 

Musyfik memastikan bahwa banyak manfaat yang dapat dipetik dari dibentuknya DKAC CBP dan KKP. “Paling tidak silaturahmi dapat terjaga, termasuk kekompakan di antara kader,“ jelasnya . 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Koordinasi Cabang atau DKC CBP Sumenep yakni Komadan Eros akan meneruskan dengan pelatihan. “Disamping pembentukan DKAC VBP dan KPP terus akan dimasifkan secara merata, hal tersebut juga akan diimbangi denganpelaksanaan pendidikan dan latihan secara serentak,” pungkasnya. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Ahad 6 Mei 2018 21:0 WIB
Ketua NU Banyuwangi: Harlah, Momentum Muhasabah
Ketua NU Banyuwangi: Harlah, Momentum Muhasabah
KH Ali Makki Zaini, Ketua PCNU Banyuwangi
Banyuwangi, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Ali Makki Zaini berharap momentum Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU yang ke-68 dijadikan sebagai momentum untuk muhasabah atau instropeksi bagi organisasi yang merupakan badan otonom NU tersebut.

Instropeksi ideal menurutnya adalah dengan melakukan koreksi dan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan organisasi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Kegiatan mana yang sudah baik terus ditingkatkan dan berbagai catatan buruk selama perjuangan harus dihapus dan ditinggalkan.

“Semua jabatan dalam mengurus NU pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Baik itu ketua, pengurus, sampai anggota. Akan dihisab di hadapan Allah SWT. Dan ingat, pertanggungjawaban di hadapan Tuhan lebih berat jika dibandingkan pertanggungjawaban di hadapan manusia," tegas Gus Makki, begitu ia biasa disapa.

Pertanggungjawaban di hadapan manusia lanjutnya bisa diselesaikan dengan membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ). Tapi tidak di hadapan Tuhan. Semua akan dihisab dengan teliti.

"Anda putuskan langkah ini, apa motivasinya? Anda menyuruh kadernya berbuat A, B, dan C pertimbangannya apa? Itu semua akan ada dihisab di hadapan Tuhan. Pasti !" tegas Pengasuh Pesantren Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi pada peringatan yang dilaksanakan di Masjid Agung Baiturrahman, Ahad (6/5) siang.

Sementara Ketua PC Fatayat NU Banyuwangi, Mariana, mengingatkan ratusan kadernya yang hadir untuk meningkatkan perjuangan dan istiqomah berkhidmat dalam organisasi pemudi NU ini.

“Semangat dakwah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah jangan kasih kendur. Karena dengan langkah ini akan terus tersemai Islam yang membawa rahmat di atas bumi pertiwi. Tidak boleh lelah, terus semangat berdakwah di setiap wilayah kerja (Wilker) dengan terus mengadakan istighotsah, diba'iyah, dan yasinan tahlil," pintanya.

Mariana juga mengajak seluruh anggota untuk melakukan perjuangan dengan memaksimalkan lingkungan keluarga masing-masing disamping perjuangan di bidang lain seperti pemberdayaan dan advokasi perempuan, bidang kesehatan, pendidikan, sampai dengan perekonomian.

"Bidang perekonomian mutlak harus di kedepankan. Bagaimana sektor ekonomi kreatif ini benar-benar dapat maksimal. Dengan harapan benar-benar menjadikan organisasi yang berdikari," ujar Mariana seraya mengajak para pengurus dan anggota Fatayat untuk menjaga keharmonisan dan selalu kompak dalam melaksanakan perjuangan di bawah panji NU. (M Sholeh Kurniawan/Muhammad Faizin)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG