IMG-LOGO
Nasional

Unusa Tanda Tangani Pakta Anti Korupsi Bersama KPK RI

Senin 7 Mei 2018 10:0 WIB
Bagikan:
Unusa Tanda Tangani Pakta Anti Korupsi Bersama KPK RI
Ketua KPK di Unusa Surabaya
Surabaya, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengadakan Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah yang bertajuk Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil Alamin Perlawanan terhadap Korupsi. Acara tersebut bertepatan dengan Lustrum Unusa ke-5. Panitia menghadirkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) Agus Rahardjo, Sabtu (5/5).

Rektor Unusa, Achmad Jazidie mengungkapkan, keterlibatan mahasiswa Unusa dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan masyarakat dengan berperan aktif melakukan pencegahan.

"Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta terbiasa untuk hidup bebas korupsi. Untuk itu mahasiswa harus dibekali pengetahuan mengetahui seluk beluk korupsi dan pemberantasan nya," ungkap Jazidie

Unusa menerapkan upaya anti korupsi kepada mahasiswa ini dengan berbagai cara, kegiatan sosialisasi, kampanye anti korupsi, seminar atau perkuliahan, yang diperkuat dengan kali ini menghadirkan Ketua KPK RI.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, saat ini masih banyak hal terkait pemberantasan korupsi yang harus diperbaiki. Seperti masih ada kelemahan terkait Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Juga beberapa sistem yang perlu disempurnakan.

"Kami berikan gambaran untuk mahasiswa bahwa negara punya prospek yang menjanjikan asal memperbaiki sistem dan karakter. Bagaimanapun pencegahan dan praktek korupsi dimulai dari diri sendiri. Bagaimana di lingkungan, sistem terkait integritas juga perlu diperbaiki," ujarnya.

Dia mencontohkan, perbaikan sistem integritas yang bisa dilakukan mahasiswa adalah saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) bisa membantu terkait Dana Desa, memberikan pedoman untuk pengelolaan administrasi keuangan desa.

"Unusa juga penting untuk mengkaji perjalanan bangsa ini, misalkan apakah sistem Pilkada dan Pemilu kita sudah benar dan tidak perlu perbaikan. Apakah hanya orang kaya dan pengusaha saja yang bisa menjadi calon, apakah yang lain tidak," ujarnya.

Selain Ketua KPK, hadir juga dalam Lustrum Ke-1 Unusa Gubernur Jawa Timur Soekarwo. 

Senada dengan Agus Rahardjo, menurut Pakde Karwo permasalahan dikorupsi yang mendasar adalah komitmen dan integritas. Dari banyaknya kasus korupsi yang diungkap KPK di Jatim, menurutnya adalah terkait integritas. Yaitu penyuapan dan pemerasan bukan ke sistem pelayanan ke masyarakat seperti pungutan liar.

"Saya setuju dengan Ketua KPK. Kongkretnya adalah mahasiswa turun ke bawah. Kemudian melatih tentang pembukuan Dana Desa dan mengusulkan ada spesifik grand. Kawalan seperti itu kemudian di kabupaten kota dan provinsi," ujarnya. (Red: Muiz)

Bagikan:
Senin 7 Mei 2018 23:59 WIB
Menag: Relasi Mesra Ulama-Umara Adalah Keniscayaan
Menag: Relasi Mesra Ulama-Umara Adalah Keniscayaan
Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin. ©biro pers istana
Banjarbaru, NU Online
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ulama dan umara (pemerintah) memiliki hubungan yang baik dan mesra dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Keduanya saling membutuhkan. Umara membutuhkan nasihat dari seorang ulama. Sementara ulama memerlukan umara agar dakwah Islam bisa berjalan dengan baik.

“Relasi mesra ulama-umara dalam konteks negara Indonesia yang religius adalah sebuah keniscayaan,” kata Lukman MUI di Banjarbaru, Senin (7/5).

Lulusan Universitas As-Syafiiyyah ini mengemukakan bahwa nasib suatu bangsa ditentukan relasi ulama dan umara. Jika relasi ulama dan umara baik, maka bangsa tersebut akan baik. Begitu pun sebaliknya.

“Baik buruknya relasi ulama-umara akan menentukan baik buruknya sebuah bangsa,” tegasnya.

Lukman menceritakan, kemesraan relasi ulama dan umara sudah terbangun sejak kerajaan-kerajaan Nusantara dulu. Kesultanan Aceh misalnya. Ratu Shafiyatuddin menunjuk Syekh Abdul Rauf Sinkel untuk menjadi mufti yang bertanggung jawab atas segala persoalan di kesultanan Aceh.

“Di Kalimantan Selatan ini, ada kerajaan Banjar. Hubungan mesra ulama-umara di Banjar tergambar pada sosok Sultan Adam al-Watsiq Billah dengan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari,” ceritanya.

Kedekatan hubungan sultan Banjar dengan Syekh Arsyad turut mempengaruhi peraturan kerajaan pada waktu itu. Yakni ditetapkannya Undang-Undang Sultan Adam yang memuat aturan pidana dan perdata sesuai dengan hukum Islam dan kearifan lokal.

Menurut Lukman, sejarah Nusantara tersebut menjadi bukti bahwa relasi mesra ulama dan umara sudah menjadi darah daging bangsa ini. 

“Oleh karena itu, sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan dan keulamaan para pendahulu pendiri bangsa, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali melestarikan relasi mesra ulama-umara ini dengan sebaik-baiknya,” tutup dia. (Muchlishon)
Senin 7 Mei 2018 23:45 WIB
DTD Ansor Sulut, Torehkan Sejarah di Timur Indonesia
DTD Ansor Sulut, Torehkan Sejarah di Timur Indonesia
Bolaang Mongondow, NU Online
Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor PW GP Ansor Provinsi Sulawesi Utara menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Akbar kedua. Kegiatan dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, 4-7 Mei 2018.

Para pemuda Sulawesi Utara sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka rela meluangkan waktu hadir dengan membawa piring, sendok dan garpu di lokasi kegiatan. Peralatan tersebut digunakan untuk memudahkan pada saat jam makan.

Hal itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Coumas (Gus Yaqut). Ia yang hadir apel hari lahir (Harlah) Ansor ke-84 oleh PW Anosr Sulut, juga membuka secara langsung kegiatan DTD kedua.

Gus Yaqut menyampaikan DTD tersebut sebagai kado terbaik pada kunjungannya ke Sulawesi Utara (Sulut). DTD merupakan sejarah baru yang ditorehkan di Timur Indonesia. "Baru kali ini saya melihat DTD Ansor dengan jumlah peserta sebanyak ini di wilayah Sulawesi Utara ini," tutur Gus Yaqut, Jumat (4/5).

Ia juga memuji kepengurusan PW Ansor Sulut saat ini. "GP Ansor Sulut di Masa Yusra, terbaik dalam sejarah," terang Gus Yaqut disambut tepuk tangan para peserta dan hadirin.

Sementara itu Kaban Kesabngbol Steven mewakili Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyebutkan GP Ansor Sulawesi Utara memiliki sumbangsih besar. GP Ansor NU adalah organisasi yang proaktif menjaga kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara. Juga menyebarkan sikap toleransi dengan tidak memandang suku, ras dan agama.

"Hal ini bisa dilihat dengan masuknya beberapa kota di Sulut sebagai kota paling toleran di Indonesia, di mana Manado menempati urutan pertama. Prestasi tersebut tidak lepas dari peranan GP Ansor Sulawesi Utara," ujarnya.

Ketua Panitia Supriadi Dilapanga berharap DTD ini bisa melahirkan kader yang selalu mengedepankan nilai-nilai Aswaja Annadliyah dalam kesehariannya. "Dan siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta proaktif dalam setiap kegiatan Ansor-Banser Sulawesi Utara," ujar pria yangjuga Camat Bolaang Timur 

Harlah GP Ansor dan pembukaan DTD diikuti seribu peserta se-Sulawesi Utara. Acara juga dihadiri oleh Sekertaris Daerah Bolmong Tahlis Galang yang juga merupakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotamobagu.

Pada DTD tersebut GP Ansor mendatangkan 12 instruktur nasional. Salah satu instruktur adalah putra AGH Sanusi Baco, yakni Nur Taufiq. (Murdani Mokodongan/Kendi Setiawan)
Senin 7 Mei 2018 23:30 WIB
PEKAN OLAHRAGA PEREMPUAN
Empat Tim Terbaik Cabang Voli Siap Melaju ke Semifinal
Empat Tim Terbaik Cabang Voli Siap Melaju ke Semifinal
Pertandingan voli POP Fatayat NU, Senin (7/5)
Semarang, NU Online
Turnamen bola voli pada ajang Pekan Olahraga Perempuan (POP) Fatayat NU 2018 menjadi idola. Pertandingan yang diikuti oleh 16 tim, Senin (7/5) ini telah berhasil mencatat empat tim terbaik yang siap melaju di babak semifinal.

Keempat tim tersebut adalah Gama, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Kodam dan Fatayat Cabang Kabupaten Semarang. Mereka berhasil menyisihkan lawan grup dengan skor telak. 

Pada babak semifinal turnamen bola voli POP menyelesaikan babak delapan besar. Pada grup A tim Gama melawan PC Fatayat Kendal dengan perolehan skor 2-0 dengan dua set 25-13 dan 25-9. Sementara pada grup B tim DPU berhadapan dengan PAC Fatayat Gunungpati dengan perolehan skor 2-0 dengan dua set 25-12 dan 25-14. 

Tak jauh berbeda pada grup C tercatat tim Kodam berhasil membungkam pertahanan lawan tim Citra dengan skor 25-8 dan 25-21. Adapun pada grup D tim Fatayat NU Semarang berhasil menaklukkan tim Fatayat Salatiga dengan skor 25-16 dan 25-15. 

Pada ajang semifinal, Selasa (8/5) besok, tim Gama akan bertemu dengan tim DPU sementara tim Kodam siap melawan tim Fatayat Kabupaten Semarang. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG