IMG-LOGO
Daerah

Kiai Sepuh Lampung, KH M Sobari Pulang ke Rahmatullah

Senin 7 Mei 2018 22:29 WIB
Bagikan:
Kiai Sepuh Lampung, KH M Sobari Pulang ke Rahmatullah
KH Muhammad Sobari (Foto: Istimewa)
Bandarlampung, NU Online
Ulama karismatik Lampung yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah, Way Halim, Bandar Lampung KH M Sobari dipanggil Allah SWT. Kiai sepuh Lampung ini wafat pada Senin (7/5) malam, sekitar pukul 20.10 WIB di kediamannya.

Kabar meninggalnya KH Sobari disampaikan langsung oleh menantunya, KH Basyaruddin Maisir yang juga Katib Syuriyah PWNU Lampung.

Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah kembali ke rahmat Allah, orang tua kami Abah M Sobari pada malam ini jam 8.10 WIB. Mohon doa untuk beliau khusnul khatimah. Amin,” tulis Kiai Maisir melalui beberapa group media sosial Whatsapp.

Kiai Sobari adalah ulama yang semasa hidupnya terkenal aktif berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Terakhir, ia tercatat masuk dalam kepengurusan NU Lampung masa khidmat 2018-2023 sebagai mustasyar PWNU Lampung.

Alumni Pondok Pesantren Salafi Pandeglang Jawa Barat ini juga terkenal sebagai sosok ulama yang santun dan bersahaja. Dengan karisma dan keuletannya, Pondok Pesantren Al Hikmah Bandarlampung menjadi salah satu pesantren terkenal di Bandarlampung dan juga di Provinsi Lampung. Sehingga para santrinya saat ini bukan hanya berasal dari Kota Bandarlampung namun juga berasal dari luar kota.

Saat ini selain sistem pondok pesantren yang masih menggunakan sistem salaf, Pondok Pesantren Al Hikmah juga sudah memiliki lembaga formal dari Raudlatul Athfal (Taman Kanak-Kanak) hingga jenjang Madrasah Aliyah. (Red: Muhammad Faizin)

Tags:
Bagikan:
Senin 7 Mei 2018 23:15 WIB
Ansor Berjaya di Sulawesi Utara
Ansor Berjaya di Sulawesi Utara
Bolaang Mongondow, NU Online
Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara (Sulut) sukses menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) kedua, 4-7 Mei 2018. Ketua Umum Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara Habib Yusra Alhabsyi dalam orasinya mengapresiasi kinerja kader dan panitia. 

Ia menyebut berkat kinerja keras kader dan panitia, peserta DTD GP Ansor mengalami peningkatan yang signifikan. Pada DTD pertama, peserta berjumlah dua ratus orang, namun kali ini DTD diikuti 500 lebih peserta. "Ini adalah pertanda GP Ansor akan berjaya di Sulawesi Utara," tegas Yusra di lokasi DTD Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Yusra juga menegaskan bahwa kader Ansor harus komitmen menjalankan program-program organisasi. Hal tersebut bertujuan agar Ansor menjadi organisasi yang solid dan dihargai oleh siapa pun. Ia berharap agar seluruh kader Ansor yang ia pimpin berkomitmen untuk membersarkan Ansor di Sulawesi Utara.

"Agar apa yang dicita-citakan Ansor dan Banser sebagaimana yang telah diamanatkan para ulama kita bisa tercapai," kata Yusra yang disambut pekikan takbir dan teriakan "Siap" dari peserta DTD.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya Pengurus Cabang (PC) GP Bolaang Mongondow (Bolmong) telah melaksanakan DTD Ansor di lokasi yang sama 2-4 Februari 2018. (Murdani Mokodongan/Kendi Setiawan)
Senin 7 Mei 2018 22:15 WIB
Aktifis HTI Harus Mulai Fokuskan Energi untuk ‘PBNU’
Aktifis HTI Harus Mulai Fokuskan Energi untuk ‘PBNU’
Bandarlampung, NU Online
Bagi Nahdlatul Ulama, keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menolak semua gugatan pihak pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap putusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sangat tepat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung, Aom Karomani. Guru besar ilmu komunikasi sosial yang juga Wakil Rektor Universitas Lampung ini mengajak semua pihak untuk mematuhi dan menerima putusan pengadilan tersebut.

"Mari tenaga dan pikiran para mantan aktivis dan simpatisan HTI sama sama membangun bangsa komit pada PBNU yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45," ajak pria yang akrab disapa Prof Aom melalui pesan tertulisnya kepada NU Online, Senin (7/5).

Prof Aom menegaskan kembali bahwa prinsip dan ideologi dasar negara Indonesia sudah final dan tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengganggu hal-hal yang sudah disepakati bersama para pendiri bangsa.  

"Kita semua anak bangsa yang berkeadaban harus komit pada kesepakatan ideologi negara itu. Kalau masih bermimpi dan memperjuangkan ideologi lain yang bertentangan dengan kesepakatan para pendiri bangsa, silakan keluar mendirikan negara sendiri di luar wilayah hukum Indonesia," tegasnya.

Hal senada diutarakan Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pringsewu H Munawir sesaat setelah keputusan PTUN yang menguatkan dan tetap memberlakukan SK Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum HTI.

Menurutnya, bukti kuat telah menunjukkan bahwa HTI memiliki pemahaman yang berbeda dengan Pancasila sekaligus mencoba melakukan pergerakan untuk mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah.

"Adapun rencana banding dari pihak HTI seharusnya tidak usah dilakukan. Selain akan memperkeruh suasana, langkah tersebut juga akan semakin memperuncing masalah. Sehingga para mantan aktifis nantinya akan lebih susah untuk beradaptasi kembali dalam koridor yang benar," ujarnya. Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini melalui sambungan telepon di sela-sela hadir di Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6 Se-Indonesia di Kalimantan Selatan.

Ia mengajak HTI untuk legowo dan melakukan introspeksi dengan berdasar pemikiran yang jernih demi keutuhan bangsa dan negara. (Muhammad Faizin/Ibnu Nawawi)

Senin 7 Mei 2018 22:0 WIB
Jadi Rebutan Pilkada, NU Harus Bijak Sikapi Perbedaan Politik
Jadi Rebutan Pilkada, NU Harus Bijak Sikapi Perbedaan Politik
Purworejo, NU Online
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah serentak pada bulan Juni kian sengit. Pertarungan antara Ganjar Pranowo-Taj Yasin dengan Sudirman Said-Ida Fauziyah kian terasa di Kabupaten Purworejo.

Baik Ganjar maupun Sudirman memilih tokoh NU untuk menjadi wakilnya. Taj Yasin adalah anggota DPRD Kabupaten Rembang yang juga merupakan putra dari kiai kharismatik NU yaitu Kiai Haji Maimoen Zubair. Sedangkan Ida Fauziyah merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PKB dan memiliki akar kuat  nahdliyin. Ida sendiri merupakan politisi senior dan dua kali menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU.

"Hal ini (mengusung wakil gubernur dari NU) membuktikan NU menjadi primadona,” kata Hasan Bruno, Senin (7/5). Hal tersebut mengingat basis masa NU di Jawa Tengah cukup dominan. Pun demikian suara nahdliyin di Kabupaten Purworejo menjadi rebutan keduanya, lanjut Ketua Bidang Politik dan Hukum Ormas Suluh tersebut.

Faktor NU di Kabupaten Purworejo, kata Hasan, akan sangat menentukan dalam Pilgub nanti. Tidak bisa dipungkiri bahwa NU merupakan primadona di ajang Pilkada. Persaingan kedua calon berpotensi membuat suara NU terbelah ke dalam dua poros, antara poros Ganjar dan Sudirman.

"Keterbelahan suara NU ini juga pastinya akan menjalar ke Kabupaten Purworejo sebagai salah satu kabupaten yang mayoritas adalah nahdliyin," katanya. Pertarungan dua poros tersebut akan sedikit banyak berpotensi melahirkan perbedaan pilihan di antara nahdilyin di Purworejo.

"Keduanya sama-sama kader NU, diusung dua partai bernafas NU,” katanya. Pastinya gesekan pilihan akan terjadi misalnya antara kiai dengan santrinya, ustadz dengan jamaah, dan gus dengan para pengikut, lanjutnya.

Menyadari bahwa potensi gesekan antar nahdilyin akan terjadi, ia mengimbau warga NU harus cerdas dalam menentukan sikap. Dan ini tentu saja mengharuskan sikap demokratis serta siap menerima perbedaan pendapat. “Bahwa berbeda pilihan itu biasa, dengan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan saling menghormati terhadap pilihan masing-masing,” ungkapnya.

"Ini menjadi pembuktian, agar NU di Purworejo bijak menyikapi perbedaan pandangan politik di tubuh NU sendiri," tegasnya. (Mukti Ali/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG