IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Ketua Majelis Rasulullah Maroko Hadiri Haflah Pesantren Miftahul Huda

Rabu 9 Mei 2018 10:0 WIB
Bagikan:
Ketua Majelis Rasulullah Maroko Hadiri Haflah Pesantren Miftahul Huda
Kota Banjar, NU Online
Madrasah Diniyah Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar Jawa Barat saat haflah akhirussanah mendapat kunjungan dari Ketua Majelis Rasulullah Maroko Syeikh Muhammad Amin Al Idrisi Al Hasani. Kehadirannya untuk mengisi tausiah.  Acara berjalan lancar dan dihadiri keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC) Kota Banjar, puluhan masyarakat dan ratusan santri.

Pengurus PPMAC Kota Banjar KH Munawir mengatakan bahwa kunjungan Syeikh Muhammad Amin ke PPMAC untuk menyambung silaturahim. “Karena ada alumni dari PPMAC yang melanjutkan belajar di Maroko,” katanya, Selasa (8/5) malam.

Secara kebetulan alumni menceritakan kondisi Al-Azhar yang merupakan pesantren di Kota Banjar dan selalu memperkuat ajaran Ahlussunah Wal Jama'ah. “Sehingga kunjungan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut. Harapannya alumni PPMAC ada yang melanjutkan studi di Maroko,” ungkapnya. 

Dalam tausiahnya, Syeikh Muhammad Amin yang juga guru besar di Universitas Maroko menyampaikan bahwa sangat tepat di Indonesia digalakkan ziarah ke makam para wali. “Karena waliyullah di Indonesia sanadnya sampai kepada Rasulullah,” tegasnya. 

Dalam pandangannya, ziarah makam wali merupakan bukti cinta kepada Rasulullah. “Karena dengan mencintai dzurriah Rasulullah, sama saja dengan mencintai Rasulullah dan mencintai Rasulullah berarti mencintai Allah,” terangnya. Ziarah ke makam waliyullah adalah bentuk cinta kepada Rasulullah, lanjutnya.

Selain itu disampaikan juga bahwa di zaman yang sudah semrawut ini tata cara dalam menimba ilmu tidak lain dengan cara mencintai Rasulullah. “Karena apabila hal tersebut terjadi maka akan dibukakan pintu hati oleh Allah dan akan mendapatkan ilmu yang diinginkannya. Mencintai Rasulullah maka akan mendapatkan ilmu," ungkapnya.

Selanjutnya Syeikh Muhammad Amin juga menyampaikan bahwa sebuah ilmu diberikan melewati hati. Maka hati yang telah mendapatkan cahaya Rasulullah pada hakikatnya telah mendapatkan ilmu dari Allah. “Hati yang telah mendapatkan cahaya merupakan hidayah Allah. Hal tersebut bisa didapatkan dengan berbagai cara diantaranya dengan membaca shalawat. Ilmu akan diberi melalui pintu hati," tuturnya.

“Kalian para jamaah supaya tidak berputus asa dan terus gigih dalam mencari cahaya dengan melakukan ajarannya dan selalu membahagiakan dzurriah Rasulullah,” katanya. Bahwasannya orang yang membahagiakan dzurriah Rasulullah akan mendapat cahaya penerangan di dunia. 

“Oleh karena itu perbanyak membaca shalawat dan mendengarkan nasihat para alim ulama,” pungkasnya. (Wahyu Akanam/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Rabu 9 Mei 2018 23:45 WIB
LDNU Kabupaten Bandung Diskusi Sowan PBNU
LDNU Kabupaten Bandung Diskusi Sowan PBNU
Jakarta, NU Online 
Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bandung melakukan sowan ke PBNU, Rabu (9/5). Rombongan yang dipimpin KH Engan Abdul Wahid tiba di PBNU selepas dhuhur. Kemudian diterima pengurus Lembaga Dakwah PBNU yaitu oleh Bendahara KH Amiruddin Nahrawi, Wakil Sekretaris M. Imaduddin, Divisi Kaderisasi H. Thobaroni Hafidz dan Divisi Kajian: Asif Nizaruddin

Selepas perkenalan, Ketua LDNU Kabupaten Bandung Engan Abdul Wahid mengatakan niat kedatangan mereka, yaitu berdiskusi tentang gerak lembaga dakwah di tengah-tengah masyarakat sebab baru 3 bulan mereka dilantik. 

Kiai Amiruddin mengapresiasi kedatangan mereka karena baru pertama kali pada kepengerusan LD PBNU dikunjungi cabang dari daerah.

“Kami takjub dengan sampeyan-sampeyan ini. Ini momentum pertama di LDNU Kabupaten Bandung merupakan yang pertama khusus datang bertemu LD PBNU,” katanya.  

Ia menekankan, sebagai lembaga dakwah, para pengurus LD harus mengembangkan dakwah dengan kreatif, aktual, baik dengan tulisan, lisan, maupun dengan tindakan. 

Ia juga meminta LDNU Kabupaten Bandung melakukan kaderisasi, tidak hanya untuk laki-laki, tapi perempuan. 

Menurut dia, hari ini Lembaga Dakwah NU di kabupaten Bandung harus menyediakan kebutuhan dasar dari masyarakat misalnya tentang pengetahuan agama keseharian seperti wudlu, shalat, puasa, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Rabu 9 Mei 2018 23:30 WIB
Ansor Bondowoso Ajak HTI Kembali ke Jalan yang Benar
Ansor Bondowoso Ajak HTI Kembali ke Jalan yang Benar
Bondowoso, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Jawa Timur meminta bekas kader Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI ruju’ ilal haq. Dalam artian kembali ke jalan yang benar dengan tunduk dan patuh kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. 

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Muzammil menyusul putusan Pangadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta yang menolak gugatan HTI dan menegaskan ormas tersebut resmi dibubarkan. 

"Saya minta kader HTI menerima putusan PTUN DKI Jakarta dengan lapang dada serta kembali pada Pancasila dan UUD 1945," kata Muzammil, Rabu (9/5). 

Kembali ke jalan yang benar sesuai amanat konstitusi menjadi pilihan tidak terhindarkan sebagai warga negara. Dan selanjutnya diharapkan mereka dapat bersama kelompok lain untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.

Muzammil memastikan bahwa Ansor siap bersama mereka untuk menyebarkan ajaran Islam ramah dan tetap berpijak pada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. “Silakan bergabung bersama kami,” katanya.

Dalam pandangan Muzammil, harus ada tindakan ekstra hati-hati terhadap kelompok HTI ini. “Kendati organisasinya dibubarkan, tapi ideologinya masih akan tetap hidup pada pengikutnya,” ungkapnya. Karenanya, pendekatan khusus harus dikedepankan, lanjutnya.

"Kita siap jika nantinya ada ajakan untuk memberikan pemahaman kepada para kader HTI. Tentu dengan pendekatan yang ramah bukan marah," ungkapnya. 

Pada saat yang sama, dirinya juga mengapresiasi PTUN DKI Jakarta yang telah menolak dan tetap membubarkan HTI. "Putusan ini telah mengakomodir aspirasi rakyat Indonesia yang gerah dengan ormas berhaluan ekstrim,  apalagi jelas bertentangan dengan Pancasila," tandasnya. (Red: Ibnu Nawawi)

Rabu 9 Mei 2018 23:0 WIB
Lakpesdam Wonosobo Gelar Dialog Strategis
Lakpesdam Wonosobo Gelar Dialog Strategis
Lakpesdam Wonosobo Gelar Dialog Strategis
Wonosobo, NU Online
Dalam rangka penurunan ketimpangan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), PC Lakspesdam NU Wonosobo bersama Koalisi Masyarakat Sipil dengan dukungan Yayasan TIFA melaksanakan dialog strategis Kebijakan Layak Kerja untuk anak muda dan perempuan dilaksanakan di Hotel Surya Asia Wonosobo, Selasa (8/5) kemarin.

Hadir dalam diskusi dialog strategis tersebut 30 orang yang berasal dari berbagai unsur, diantaranya DPRD Kabupaten Wonosobo, Akademisi dari Universitas Sains Al-Qur’an, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Balai Latihan Kerja Kabupaten Wonosobo, Lembaga Pelatihan Swasta, serta Pelaku Usaha/Asosiasi Usaha.

Ketua PCNU Kiai Ngarifin Shiddiq dalam sambutannya menyambut baik dan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dan wujud kepedulian NU bagi masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Wonosobo yang memiliki jumlah angkatan kerja berlimpah, namun kesempatan kerja terbatas sehingga memunculkan pengganguran.

Suwondo Yudistiro dari DPRD  mengatakan bahwa banyak problematika dalam ketenagakerjaan yang mesti segera dicarikan solusinya yang sangat tepat. Diantara problem ketenagakerjaan itu, menurutnya adalah tingkat pendidikan dan ketrampilan angkatan kerja yang rendah.

Menjawab problem yang disampaikan anggota DPRD Ketua PC Lakpesdam NU Wonosobo Haryanto mengungkapkan, beberapa target yang ingin dicapai dari terlaksananya dialog strategis tersebut. Pertama tersusunnya Kertas Kebijakan Layak Kerja terkhusus untuk anak muda dan perempuan yang akan menjadi basis argumentasi terhadap pengambil kebijakan di Pemkab Wonosobo. 

"Kedua terciptanya suatu pemahaman lintas perspektif pelayanan dan penguatan keterampilan kerja bagi anak muda dan perempuan di Kabupaten Wonosobo, dari para pengambil kebijakan, pelaku pasar maupun kalangan akademisi," ujar Haryanto.

Target ketiga dari dialog ini harap Haryanto, semoga menghasilkan rekomendasi kebijakan tentang kerja layak bagi anak muda dan perempuan bagi para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan yang nantinya dapat dikomunikasikan dengan media dan pemangku kepentingan lainnya.

"Dan terakhir berharap rekomendasi dapat mempengaruhi para  pengambil kebijakan untuk menerima rekomendasi kebijakan masyarakat sipil, sekaligus mengadopsinya ke dalam sebuah kebijakan," papar Haryanto. (Sholeh Nahru/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG