::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Kunjungi Lokasi Pengeboman Gereja Santa Maria Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 14:50 Nasional

Bagikan

PBNU Kunjungi Lokasi Pengeboman Gereja Santa Maria Surabaya
Surabaya, NU Online
Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini bersama Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah dan Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin serta Banser Jawa Timur mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya lokasi terjadinya teror bom bunuh diri yang menelan korban jiwa. Ia berharap aparat terus meningkatkan keamanan untuk mengantisipasi peristiwa lanjutan. 

"Setelah melihat langsung tempat terjadinya teror saya berharap aparat melakukan pelapisan keamanan khususnya di Surabaya. Saya juga mengajak semua elemen bangsa untuk tetap tenang, waspada, dan tidak terpancing provokasi," tutur Helmy  di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5).

Sekjen PBNU mengajak tokoh lintas agama untuk bersatu padu melawan terorisme dan bersama-sama menenangkan situasi. Ia menambahkan pihaknya akan intensif meningkatkan dialog lintas agama.

"Mari kita jaga persatuan dengan melakukan dialog, karena perpecahan dan rasa curiga adalah target teroris," imbuh Kang Helmy.



Selain itu, pihaknya mengajak agar masyarakat ikut berpartisipasi aktif dengan melaporkan kondisi lingkungan sekitar kepada aparat jika ditemukan gerakan mencurigakan. Pihaknya juga menghimbau agar tidak memberikan ruang gerak pada pelaku teror dengan menyebarkan pesan damai.

"Kita tidak boleh memberikan ruang sedikitpun terlebih melakukan pembenaran. Dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menebar perdamaian di ruang publik seperti media sosial," tukasnya.

Rombongan Sekjen PBNU tiba di lokasi pukul 12.40 WIB dan diterima pimpinan  gereja Romo Sumarno, Romo  Thomas, dan  pengurus lainnya. (Red: Fathoni)