Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

KH Ghazalie Masroeri: Hisab Bersifat Prediktif, Disempurnakan Lewat Rukyat

KH Ghazalie Masroeri: Hisab Bersifat Prediktif, Disempurnakan Lewat Rukyat
Ketua LF PBNU KH Ghazali Masroeri
Ketua LF PBNU KH Ghazali Masroeri
Jakarta, NU Online
Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) KH A. Ghazalie Masroeri menegaskan, metode hisab dalam menentukan munculnya hilal masih bersifat prediktif. Sebab itu harus disempurnakan melalui metode rukyatul hilal, observasi atau penglihatan langsung.

Hal itu disampaikan oleh Kiai Ghazalie Masroeri, Selasa (15/5) di Jakarta sesaat sebelum mengkuti sidang itsbat penentuan 1 Ramadhan 1439 H di Kantor Kementerian Agama Jalan Thamrin Jakarta Pusat.

“Kami di NU juga melakukan hisab, kami mempunyai data-data hasil hisab itu. Tapi hasil perhitungan ilmiah itu tetap harus diperkuat melalui pantauan langsung,” ujar Kiai Ghazalie.


Kiai Ghazalie menjelaskan bahwa dalam penentuan awal bulan hijriah, NU menggabungkan antara ahli astronomi, ahli hisab, dan ahli fiqih. Ini menunjukkan bahwa persoalan penentuan bulan hijriah bukan hanya soal keilmiahaan saja, tetapi juga persoalan agama.

“Teknologi yang dikembangkan kami ialah Nahdlatul Ulama Mobile Observatory atau NUMO di seluruh Indonesia dengan menggunakan peralatan yang sangat canggih dan modern,” terangnya.

PBNU melalui Lembaga Falakiyah memprediksi awal Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis (17/5/2018). Hal ini berdasarkan hasil perhitungan astronomi sebagaimana yang tercantum dalam almanak resmi Lembaga Falakiyah PBNU.

Data hisab yang diperoleh dari markaz Jakarta pada 29 Sya’ban 1439 H menunjukkan letak hilal berada di bawah ufuk, tepatnya pada minus 0 derajat 16 menit 16 detik BU (bawah ufuk). Sementara ijtima’ atau konjungsi jatuh pada Selasa (15/5/2018) pukul 18.49.03 WIB.

Selain mengabarkan hasil prediksi tersebut, NU melakukan rukyatul hilal di sejumlah titik di Indonesia. Adapun keputusan penentuan 1 Ramadhan 1439 H menunggu keputusan sidang itsbat pemerintah RI. (Fathoni)
BNI Mobile