IMG-LOGO
Nasional

Berbagi dan Menginspirasi, Tema Ramadhan LAZISNU 2018

Senin 21 Mei 2018 14:30 WIB
Bagikan:
Berbagi dan Menginspirasi, Tema Ramadhan LAZISNU 2018
Poster Ramadhan LAZISNU 2018
Jakarta, NU Online
Memasuki bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini, NU Care-LAZISNU mengusung sejumlah program. Keseluruhan program bertema Ramadhan Berbagi dan Menginspirasi; Bukan Sekadar Berbagi.

Direktur Fundraising NU Care-LAZISNU, Nur Rohman mengatakan tema diambil karena pada bulan Ramadhan umat Islam tengah melakukan ibadah puasa. “Kita dididik untuk lapar dan menahan dahaga. Dalam keadaan tubuh yang lemah, seorang Muslim juga memberikan santunan kepada hamba Allah yang lemah lainnya. Sehingga, kita makin terinspirasi,” kata Rohman, Senin (21/5).

Tema tersebut diperkuat dengan adanya pemberdayaan difabel di Blora, Jawa Tengah yang tergabung dalam komunitas Difabel Blora Mustika (DBM). Anggota DBM dengan keterbatasan fisik mereka, namun mampu memberdayakan diri melalui pembuatan batik. 

“Dan bahkan mereka sanggup membantu orang lain karena telah mengembangkan JPZIS yang ah satu programnya menyantuni fakir miskin dan pemberian beasiswa,” papar Rohman.

Bentuk inspirasi lainnya, NU Care-LAZISNU juga turut membantu penjualan hasil batik produksi para difabel Blora. Tujuannya agar mereka lebih berdaya secara ekonomi, dan agar mampu menginspirasi masyarakat luas.

Selain difabel berdaya, program lainnya adalah Ngaji di Lapas, Santunan Yatim dan Dhuafa, Pelayanan Kesehatan, Bedah Rumah Ibadah, Gerakana Rumah Ibadah Beriman, Sayembara Cerita Inspiratif, dan Charity Ramadhan.

Di tingkat wilayah dan cabang, tema Ramadhan Berbagi dan Menginspirasi diadopsi dengan menyesuaikan kearifan dan potensi setempat. (Red: Kendi Setiawan)

Bagikan:
Senin 21 Mei 2018 22:45 WIB
Menaker Dorong Pemuda Pamekasan jadi Wirausaha Mandiri
Menaker Dorong Pemuda Pamekasan jadi Wirausaha Mandiri
Menaker M Hanif Dhakiri bersama ulama di Pamekasan, Senin (21/5) malam
Pamekasan, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendorong  para pemuda di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur semakin banyak yang menjadi wirausaha. Untuk memperbanyak jumlah wirausaha, investasi paling utama adalah memperkuat skill atau keterampilan anak muda agar Kabupaten Pamekasan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain.

“Kalau kabupaten Pamekasan ini mau maju dan bersaing dengan kabupaten lain, potensi anak muda ini harus dibangun, diperkuat skill-nya agar mereka nanti sanggup bersaing dengan SDM dari daerah lain," kata Menaker Hanif saat  memberikan kuliah tamu kepada  akademisi pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa, Pamekasan, Senin (21/5) malam.

Temu akademi bertema Enterpreneurship  Mengentaskan Pengangguran  dihadiri oleh Ketua DPRD Jatim  Halim Iskandar, Ketua Yayasan STIE Bakti Bangsa Holis, 300 mahasiswa dan berbagai Ormas pemuda  di Kabupaten Pamekasan.

Menaker Hanif mengatakan, skill merupakan cara perlindungan terbaik untuk warga negara. Skill diperlukan anak-anak muda di masa depan karena melalui skill yang baik, anak-anak muda bisa melindungi dirinya dalam dunia yang penuh persaingan.

Untuk mengembangkan wirausaha, Menaker Hanif mengatakan syaratnya harus ada ekosistem yang dibangun di daerah. Pertama, kemudahan memperoleh pelatihan skill. Harus ada akses dan tempat yang memadai. Kedua, harus ada skema pembinaan yang jelas.

“Kalau butuh pembina, harus pembina yang telah memiliki pengalaman. Jangan sampai pembinanya tidak memiliki wirausaha. Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah dengan bekerjasama industri tertentu yang menekuni wirausaha," katanya.

Syarat Ketiga, kata Menaker, adalah akses permodalan yang menjadi penting untuk memastikan usaha yang dirintis bisa dikembangkan lebih lanjut. Keempat inkubasi bisnis. “Jadi harus ada akses modal, inkubasi bisnis, skema modal dan pembinaannya juga ada. Kalau ini ada, maka kekuatan wirausaha di Indonesia akan berkembang di masa yang akan datang," katanya.

Menaker Hanif menjelaskan wirausaha di Indonesia masih kalah dibanding negara lain. Standar intenasional akan dianggap cukup negara itu jika kalau empat persen dari jumlah penduduknya adalah wirausahawan.

Hingga saat ini, kata Menaker Hanif, wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen atau belum sampai 4 persen. Jumlah wirausaha Indonesia tersebut masih kalah dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 5 persen, Singapura 7 maupun Jepang yang sudah mencapai 9 persen.

“Artinya ada PR besar di republik ini yakni bagaimana anak-anak muda ini didorong bukan sekedar punya skill untuk bekerja. Tetapi yang penting bagaimana punya skill untuk menciptakan lapangan kerja sehingga anak-anak tak bergantung kepada lapangan kerja," ujar Menaker Hanif.

Skill. lanjut Menaker, diperlukan untuk kepentingan dua hal. Pertama, dalam hubungan dengan kerja, maka skill bisa jadi alat untuk masuk ke pasar kerja/perusahaan/industri dan lainnya. Kedua, skill itu juga bisa jadi dasar kewirausahaan. "Tak mungkin dia akan wirausaha tanpa skill yang dimiliki untuk membangun wirausaha," kata Menaker Hanif. (Red: Kendi Setiawan)
Senin 21 Mei 2018 22:30 WIB
Konsulat Tiongkok untuk Indonesia Jajaki Kerjasama dengan UNU NTB
Konsulat Tiongkok untuk Indonesia Jajaki Kerjasama dengan UNU NTB
Konsulat Jendral Tiongkok, Gao Haodong
Mataram, NU Online
Konsulat Jendral Tiongkok, Gao Haodong  beserta rombongan mengunjungi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Senin (21/05) sore yang dirangkikan dengan buka bersama.

Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah dalam sambutannya mengatakan UNU NTB menyambut baik kunjungan dan rencana kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan Tiongkok.

"UNU tentu senang dengan Atensi dan Perhatian Konjen Tiongkok di Denpasar dalam program pengembangan SDM," ungkap Mantan Ketua IPPNU NTB tahun 2000 an ini.

Dia juga menyinggung tentang intoleransi yang berkembang akhir-akhir ini. Bagi dirinya Sebagai warga NU merasa prihatin dengan sikap intoleransi yang masih ada dan berkembang saat ini. 

"UNU NTB akan menegakkan proses tasamuh atau toleransi, Jangan ada lagi ada prasangka-prasangka Untuk harus di mulai dari saling mengenal yakni lewat saling mengenal kebudayaan dan adat istiadat agar tidak menimbulkan prasangka," paparnya

Kandidat Doktor UIN Mataram ini Juga menyampaikan rencananya pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin di UNU NTB.

Sementara Ketua BPPTNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur mengatakan bahwa UNU akan terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan. "Sebagai organisasi besar, NU akan tetap mengembangkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan untuk kemaslahatan ummat." Sebut Pria yang juga Ketua PWNU NTB ini.

Sebagai pengurus wilayah NU NTB dirinya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komjen Cina dan rombongan.

Sementara Ketua BPPTNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur mengatakan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan. 

"Sebagai organisasi besar, NU akan tetap mengembangkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan untuk kemaslahatan ummat." Sebut Pria yang juga Ketua PWNU NTB ini.

Sebagai pengurus wilayah NU NTB dirinya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komjen Cina dan rombongan.

Konsulat Jendral (Konjen) Tiongkok di Denpasar, Gou Haodong mengatakan kunjungan ini dalam rangka bersilaturahmi dan ingin menjalin persaudaraan dengan segenap komponen NU dan UNU yang ada di NTB.

"Saya senang bisa ketemu Dosen dan Mahasiswa di sini" ungkapnya

Dia juga menyebut sebelum pertemuan itu, pihaknya sudah diskusi bincang ringan dengan PW NU NTB. 

"Untuk menghilangkan prasangka itu kita harus saling mengenal. Indonesia merupakan umat muslim yang besar," ungkapnya.  Gou Haodong mengatakan pernah berkunjung ke negara muslim Iran, Saudi, Qatar, Etiopia. Saya senang dengan suara azan dari masjid.

"Ini berarti pendidikan muslim di Indonesia. Saya sudah banyak bertugas dan berkunjung di negara negara muslim," ucapnya yang diiringi tepuk tangan hadirin. 

Meskipun saya bukan muslim lanjutnya,  dirinya bisa merasakan bahwa ajaran Islam mengedepankan toleransi dan cinta damai . "Ajaran Al-Qur'an mengajarkan semua muslim itu saudara dan mencintai antar sesama," imbuhnya

Konjen senang dengan informasi bahwa kehidupan kaum Tionghoa di NTB aman dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya. "Setiap tahun ada perayaan Imlek di NTB yang berjalan baik dan aman," ujarnya. 

Terkait usulan Rektor UNU NTB tentang rencana pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin, pihaknya merasa senang dengan usulan tersebut. "Kami akan diskusikan lebih lanjut untuk kerjasama dengan UNU ini" pungkasnya.

Dalam pertemuan ini hadir Wakil Rais PWNU NTB H Masnun Tahir yang juga Wakil Rektor 1 UIN  Mataram,  Ketua PSMTI NTB Agus Winektu dan puluhan dosen, serta mahasiswa UNU NTB. (Hadi/Muiz)

Senin 21 Mei 2018 21:45 WIB
Menaker Ajak Pemuda Tangguh dan Perkuat Karakter
Menaker Ajak Pemuda Tangguh dan Perkuat Karakter
Menaker Hanif Dhakiri
Pamekasan, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Mohammad Hanif Dhakiri mengajak para para pemuda agar selalu tangguh dan memperkuat karakter, potensi ataupun skill yang dimiliki.

Hal itu disampaikan saat memberikan orasi ilmiah di hadapan pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pamekasan yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bhakti Bangsa Pamekasan di Gedung Islamic Centre Jl Raya Panglegur, Senin (21/5). 

"Saat ini populasi anak muda di Indonesia terus meningkat, sehingga sangat penting untuk semakin kreatif, inovatif dan produktif. Sebab kalau tidak bisa demikian, mereka akan tersingkirkan dengan persaingan dan akan menjadi persoalan sosial lainnya," kata Hanif.  

Dari itu dibutuhkan kerja keras dari semua pihak untuk mengantisipasi sekaligus merealisasikan berbagai potensi dan 
gagasan yang mereka miliki. 

"Kita harus latih dan didik anak-anak muda agar lebih tangguh dan didorong agar karakter mereka semakin kuat. Termasuk juga skil dan potensi yang mereka miliki," ungkapnya.

Seperti dikutip dari beritajatim.com, Hanif mengatakan, skil menjadi sangat penting untuk terus diasah, sehingga SDM kita bisa berdaya saing. Potensi juga harus diperkuat dan ditanam agar lebih baik, sehingga saat bekerja mereka bisa bersaing dengan tata pola kehidupan yang lebih berat di luar sana.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa upaya kewirausahaan di Indonesia masih jauh dan kalah bersaing dengan negara lain. 

"Soal itu Indonesia masih kalah dibandingkan negara lain dalam sektor wirausaha, sebab dalam prosentase harus mencapai 4 persen dari jumlah total penduduk dan saat ini Indonesia baru tercatat sebanyak 3,1 persen," jelasnya.

Dari itu pihaknya menyampaikan sangat diperlukan peran serta pemerintah daerah dalam mengawal persoalan tersebut. 

"Ini PR (Pekerjaan Rumah) bagi Ra Badrut di masa depan, bagaimana nanti ia bisa membangun ekosistem yang mempuni. Jadi harus ada proses dan skema yang jelas," tegasnya. (Red: Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG