IMG-LOGO
Nasional

Mereka Berpuasa, Tapi Kena Kritik Rasulullah

Selasa 22 Mei 2018 20:0 WIB
Bagikan:
Mereka Berpuasa, Tapi Kena Kritik Rasulullah
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pesantren Al-Rabbani Cikeas KH Ali M Abdillah mengatakan, tujuan diwajibkannya puasa Ramadhan kepada umat Islam adalah agar mereka mendapatkan ketakwaan. Meski demikian, Nabi Muhammad mengatakan banyak orang berpuasa tetapi hanya mendapatkan haus dan lapar saja, tidak ketakwaan.

“Hadist ini sebagai kritik terhadap orang yang melakukan puasa tapi yang diperoleh hanya rasa dahaga dan lapar, bukan menambah ketakwaan,” kata Kiai Ali kepada NU Online, Selasa (22/5).

Ketua Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta ini menyebutkan, Imam al-Ghazali membagi orang yang berpuasa menjadi tiga tingkatan. Pertama, puasa umum. Orang yang berpuasa pada tingkatan ini hanya menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara lahiriah mereka sudah berpuasa dengan baik. Begitu pun secara fiqih.

“Tingkatan yang pertama ini, jika puasanya hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, maka dia tidak akan memperoleh ketakwaan sebab dia hanya berpuasa secara jasmani,” terangnya.

Kedua, puasa khusus. Mereka tidak hanya menjaga diri dari makan dan minum, tapi juga menjaga semua anggota badan dari segala maksiat. Orang yang sudah berada di tingkatan kedua ini akan lebih berhati-hati ketika bulan Ramadhan telah lewat. Akhlak mereka berubah menjadi lebih baik. 

“Puasa tingkatan kedua sudah mulai masuk ke dalam nafs (jiwa). Yang ditahan adalah gejolak-gejolak batiniah, nafsu-nafsu tercela,” jelasnya.

Ketiga, puasa khususul khusus. Orang yang sudah mencapai tingkatan ketiga ini pasti selalu mengingat Allah saat berpuasa. Tidak ada yang diingat kecuali Allah. Sayangnya, hanya sedikit orang yang mencapai tingkatan ini. Kebanyakan umat Islam yang berpuasa berada pada level pertama atau kedua. Tapi mereka harus terus berusaha untuk naik ke tingkatan yang ketiga.

“Kalau ini bisa dilakukan dengan riyadhah, mujahadah, kesungguhan, pasti efek yang akan kita rasakan berdampak nyata pada perubahan akhlak,” tuturnya. 

Ini lah yang dimaksud oleh ayat Al-Qur’an la’allakum tattaqun atau mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa,” sambungnya. 

Menurut dia, agar seorang yang berpuasa tidak hanya mendapatkan lapar dan haus maka dia harus meningkatkan kualitas puasanya menjadi yang ketiga, khususul khusus. 

“Artinya tidak sebatas puasa lahiriah, tapi juga harus ditingkatkan pada aspek batiniah,” tegasnya. (Muchlishon)
Bagikan:
Selasa 22 Mei 2018 22:45 WIB
Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Ingin Pemuda Bangkit Melawan Radikalisme
Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Ingin Pemuda Bangkit Melawan Radikalisme
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh
Jakarta, NU Online
Banyaknya aksi terorisme akhir-akhir ini membuat Kemenpora terus mengajak pemuda Indonesia untuk bangkit melawan radikalisme. Hari Selasa (22/5) siang, Kemenpora melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam yang juga sebagai nara sumber menggelar Diskusi Forum Kepemudaan ke-2 di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5) siang. 
 
Diskusi yang juga dihadiri Ketua Umum DPP IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Ali Muthohirin serta Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Muhammad Nur tersebut mengambil tema "Saatnya Pemuda Bangkit Melawan Radikalisme". Niam menyampaikan situasi akhir-akhir ini yang tercederai oleh terusiknya rasa aman masyarakat dengan munculnya terorisme di Surabaya dan daerah lain. 
 
Fakta bahwa ternyata para pelaku terorisme banyak usia-usia muda tidak dapat dipungkiri. Sedikit jumlahnya akan tetapi dampaknya dapat mempengaruhi populasi yang mayoritas, karena memang rasa aman menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Karakter pemuda adalah peletak tonggak perubahan. Spirit dan semangat mengoreksi itulah jika tidak pada arah dan pemahaman yang tepat menjadi sumber permasalahan," kata Niam. 
 
Momentum Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai semangat perjuangan untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan sebagaimana diwariskan Boedi Oetomo 1908 dan Sumpah Pemuda 1928. Kemajuan teknologi harus mampu dipakai untuk merajut kebhinekaan menjadi kesamaan pandang tentang Indonesia yang sama-sama kita cintai.
 
"Era digital, internet, dan media sosial perlu disadari bahwa jika tidak dimanfaatkan dengan baik justru menjadi sumer-sumber informasi yang digemari anak muda yang didalamnya ada hal-hal radikalisme dan terorisme. Perlu ada restorasi atau pemulihan jalan berfikir, tidak cukup dengan pendekatan politik, penghukuman, dan pembatasan, tetapi harus ada penyadaran," tambahnya. 
 
Sementara dua nara sumber yang berasal dari kalangan mahasiswa sepakat bahwa potensi radikalisme dikalangan anak muda khususnya mahasiswa itu ada akibat globalisasi yang melanda seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Untuk mengarahkan anak muda tidak harus dengan pelarangan-pelarangan karena dengan demikian terkadang justru memompa daya dobrak semangat berontaknya. Perlu ruang-ruang publik untuk diskusi dan kebebasan berekspresi namun tetap dalam kendali nasionalisme.
 
"Perlu ruang-ruang publik untuk diskusi dan berekspresi anak muda. Di kampus-kampus harus digencarkan pendidikan nasionalisme, dan yang penting lagi meningkatkan pemahaman keagamaan yang benar," tegas Ketum IMM Ali Muthohirin yang selaras dengan apa yang disampaikan Wasekjen PMII Muhammad Nur.

Pada acara tersebut hadir juga Asdep Organisasi Kepemudaan Abdul Rafur, Sesdep Pengembangan Pemuda Amar Ahmad, dan perwakilan berbagai organisasi kepemudaan. (Red-Zunus)
Selasa 22 Mei 2018 22:45 WIB
Menpora Buka Puasa Bersama Stakeholder Pemuda dan Olahraga
Menpora Buka Puasa Bersama Stakeholder Pemuda dan Olahraga
Jakarta, NU Online
Menggunakan kopiah hitam dengan motif Asian Games, Menpora Imam Nahrawi merangkai momentum kebersamaan di bulan Ramadhan dengan menyelenggarakan acara Buka Puasa Bersama Stakeholder Pemuda dan Olahraga di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (22/05) malam. Acara semakin menarik dengan hadirnya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj yang memberikan tausiyah sebelum adzan maghrib.     
 
Dengan duduk lesehan, para tamu undangan yang sebagian dari stakeholder olahraga dan pemuda menikmati acara sambil menunggu berbuka. Suasana islami pun semakin terasa dengan adanya alunan musik dari Sabyan Gambus dan vokalis perempuan Khoirunnisa alias Nissa. Menpora yang baru datang langsung disambut lagu Ya Habibal Qolbi yang sekarang merajai trending youtube dengan 100 juta viewer. Bahkan Menpora ikut naik panggung untuk menyanyikan lagu Assalamualaika. 
 
Setelah menyanyikan sanandung lagu islami, Menpora menyapa para tamu yang sambil duduk lesehan bersama.“ Terima kasih atas kehadiran bapak ibu semua. Saya minta maaf kalau acara ini tidak sempurna, karena baru di gagas kemaren siang. Karena secara tiba-tiba saya rindu bertemu dengan pimpinan organisasi kepemudaan, tokoh-tokoh pemuda, tokoh-tokoh olahraga, para olimpian dan semua sahabat-sahabat saya di lingkungan Kemenpora,” ucapnya.    
 
“Dan alhamdullilah kita bisa berkumpul ditempat ini dan tentu ini adalah berkah ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Dalam kesempatan kali ini, saya mengajak kita semua tidak henti-hentinya memohon kepada Allah SWT agar Indonesia selalu damai, tentram, tidak ada godaan, tidak ada musibah dan selau dalam lindungan Allah SWT, terlebih lagi Indonesia akan menyongsong Asian Games dan Asian Para Games 2018,” tambahnya.
 
Ia melanjutkan, Asian Games dan Asian Para Games sebagai sebuah momentum untuk  kebersamaan, persatuan dan kemanusiaan.  Asian Games dan Asian Para Games  bukan semata-mata perebutan medali tapi lebih kepada pertarungan hargat martabat bangsa Indonesia. “Dari Sabang sampai Marauke saya mohon untuk mmendoakan nagar Asian Games berjlan dengan lancar, aman, sukses penyelenggraan. Sukses presatsi, dan sukse sebagai bangsa Indonesia dan terus di percaya oleh bangsa internasional menjadi tuan rumah penyelenggaraan even-even internasional,” tutupnya. 
 
Hadir pada acara tersebut yakni Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh, Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah dan bebrapa pejabat Esselon I, II, III, dan IV, para Staf Ahli, dan para Staf Khusus di lingkungan Kemenpora. (Red-Zunus)
Selasa 22 Mei 2018 19:22 WIB
Ingin Kuliah di Al-Azhar Mesir melalui NU? Ini Syarat dan Ketentuannya
Ingin Kuliah di Al-Azhar Mesir melalui NU? Ini Syarat dan Ketentuannya
ilsutrasi: academicindonesia.com/
Jakarta, NU Online 
Universitas Al-Azhar Mesir memberikan beasiswa untuk santri-santri yang memenuhi syarat dan ketentuannya. Beasiswa yang merupakan buah dari kunjungan Grand Syekh Ahmad Muhammad ath-Thayeb Rabu (2/5) lalu itu diserahkan melalui PBNU yang ditangani Lembaga Perguruan Tinggi NU. 


Pengurus Lembaga Perguruan Tinggi NU Ustadz Ajat Sudrajat mengatakan, bagi santri yang berminat, bisa mengupayakan syarat dan ketentuannya dengan segera. 

“Karena, Al-Azhar memberikan jumlah yang sangat terbatas, yaitu 30 orang,” katanya di Gedung PBNU, Jakarta, (22/5). 

Menurut dia, seleksi berkas dilakasnakan pada tanggal 22 Mei – 22 Juni 2018 dan pengumunan lolos seleksi berkas tanggal 22 Juni 2018. Kemudian akan dilanjutkan dengan seleksi lisan dan tulis dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2018.

"Bagi calon mahasiswa yang lolos, keberangakatan ke Al-Azhar ditanggung peserta sendiri," pungkasnya. 

Berikut syarat dan ketentuannya:

A. Persyaratan 
1. Menyerahkan berkas : 
a. Fotocopy Ijazah dan traskirp nilai (ijazah maksimal 3 tahun dari tahun kelulusan)
b. Fotocopy Akta kelahiran 
c. SKCK 
d. Surat Kesehatan yang menyatakan bebas dari Aids, dan Hepatitis C 
e. Pas Photo berwarna background merah 4 x 6 (6 lembar)
f. Pas Photo berwarna background putih 4 x 6 (6 lembar)
g. Photocopy passport
h. Rekomendasi PWNU atau PCNU setempat
i. Semua berkas diterjamahkan dalam Bahasa Arab dan dilegalisir oleh Kemenkumham dan Kemenlu
2. Semua persyaratan dikirim via email : pbnuscholarship@gmail.com
3. Peserta harus mengikuti seleksi ujian tertulis dan lisan
4. Mengisi formulir pendafataran di link ini: formulis beasiswa NU
5. Semua berkas (hard copy) diserahkan saat pelaksanaan ujian lisan
B. WAKTU PENDAFTARAN DAN TEMPAT PELAKSANAAN SELEKSI 
1. Pendaftaran melalui email tanggal 23 Mei – 30 Mei 2018
2. Waktu pelaksanaan seleksi :
a. Seleksi berkas dilakasnakan pada tanggal 22 Mei – 22 Juni 2018
b. Pengumunan lolos seleksi berkas tanggal 22 Juni 2018
c. Seleksi Lisan dan Tulis dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2018
d. Tempat seleksi Lisan dan Tulis digedung PBNU Jakarta Pusat
e. Berkas lengkap beserta terjemah resmi dikirim satu minggu setelah pengumuman lulus seleksi.
C. MATERI UJIAN 
1. Ujian tulis (menggunakan Bahasa Arab) meliputi Bahasa Arab (mamahami teks, tata bahasa dan insya), serta ke-NU-an dan Aswaja. 
2. Ujian lisan (menggunaakan Bahasa Arab) meliputi Bahasa Arab percakapan, terjemah dan pemahaman teks dan hafalan (bacaan Al-Qur'an) minimal 2 juz dan terjemahannya serta baca kitab kuning. 
D. LAIN-LAIN
Hal lain yang belum diatur akan diumumkan melalui website NU Online

Bagi peserta yang belum menterjemahkan berkas-berkasnya serta fotocopy pasport dapat diserahkan setelah ada pengumuman kelulusan. 

(Abdullah Alawi)



IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG