IMG-LOGO
Nasional

Oase Al Qur'an (4): Ibadah 'Mahdlhah' dan 'Ghair Mahdlah'

Sabtu 26 Mei 2018 0:0 WIB
Bagikan:
Oase Al Qur'an (4): Ibadah 'Mahdlhah' dan 'Ghair Mahdlah'
Jakarta, NU Online 
Sebagaimana disebutkan pada bagian sebelumnya, ibadah terbagi menjadi dua yaitu ibadah mahdlah (murni, ritual) seperti salat, zakat, puasa, haji dan lain lain, kedua, ghair mahdlah (tidak murni, nonritual). 

Menurut Rais Mejelis Ilmy Jam'iyyatul Qurro wal Huffadz Nahdlatul Ulama KH Ahsin Sakho Muhammad, tata cara ibadah mahdlah adalah hak prerogatif Allah. 

“Jika ada yang membikin sendiri tata cara ibadahnya maka hal itu termasuk bid'ah dlalalah amal ibadahnya akan tertolak,” katanya kepada NU Online, Jumat (25/5).

Ibadah yang diterima Allah, kata dia, harus memenuhi tiga kriteria: iman, ikhlas dan sesuai dengan ketentuan syari'at islam. Jika salah satu dari tiga kriteria itu tidak terpenuhi, maka ibadahnya ditolak. 

Jika ibadah seseorang diterima, maka Allah yg akan menganugerahinya pahala sesuai dengan kwalitas ibadahnya masing-masing. 

Ibadah yang ghair mahdlah mencakup semua amalan yang bersifat duniawi seperti semua kegiatan manusia meliputi bekerja di kantor, sawah ladang dll yg tujuannya mencari ridla Allah. 

Sebagai hamba Allah seorang mukmin hendaknya mempunyai niat dan tekad bahwa hidup dan matinya adalah untuk Allah dan dia selalu berada pada rel kebenaran sebagaimana yang digariskan oleh agama Islam. 

Atas dasar itulah semua amalnya walaupun kelihatan amal duniawi akan menjadi amalan ukhrawi. (Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 26 Mei 2018 23:15 WIB
Ngabuburit Bareng Menteri, Kemenpora Ingin Sinergi dengan Komunitas
Ngabuburit Bareng Menteri, Kemenpora Ingin Sinergi dengan Komunitas
Kemenpora menggelar Ngantri (Ngabuburit Bareng Menteri)
Jakarta, NU Online
Dalam rangkaian mengisi bulan Ramadhan, Kemenpora menggelar Ngantri (Ngabuburit Bareng Menteri) di Kediaman Menpora Imam Nahrawi Jalan Widya Candra III No. 14, Jakarta, Sabtu (26/5) sore. Menpora berharap hasil pertemuan dan diskusi Ngantri ini mampu bermakna besar untuk masa depan Bangsa Indonesia.

Peran pemuda untuk masa depan bangsa sangat dominan, tantangan bukan menjadi penghalang melainkan peluang. "Ini inisiasi luar biasa mempertemukan komunitas-komunitas anak muda, pasti ada hasil dari gagasan dan isu yang bisa dikolaborasikan dan langsung ditindaklanjuti dengan cepat yakinlah kalianlah yang akan mengisi masa depan bangsa, taati aturan yakini pilihan," kata Menpora.

"Saat ini spirit kejuangan anak muda harus diperbaiki untuk mengisi kemerdekaan dan mengisi perjuangan, bagaimana yang kita lakukan sekarang di era industri yang terbuka ini pada saatnya oleh generasi setelah kita bisa dikenang sebagai sesuatu yang bermakna dan sejarah," urainya.

"Ditangan kitalah sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang anak-anak muda akan memimpin bangsa, kita harus menguasai bahasa dan mengerti perkembangan dunia, sekolah bukan hambatan melainkan peluang untuk mengembangkan potensi diri," tambah Menpora dilanjutkan berbuka puasa dengan lesehan nasi liwet bersama para komunitas.

Sedikitnya ada 15 komunitas anak muda (Aliansi Remaja Independen, Rumah Faye, Nusantara Muda, Indorelawan.org, Tune Map dan sebagainya) yang terpilih untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang kali pertama diadakan berkat kerjasama Kemenpora dengan Komunitas We The Youth dan Sinergi Muda. Beberapa isu-isu dibahas dalam pertemuan santai ini seperti isu sosial, pendidikan, lingkungan dan isu jejaring anak muda.

Kemenpora menyambut baik ide gagasan yang telah menginisiasi lebih dari 120 komunitas anak muda di Indonesia dalam Ngantri ini. "Kami sampaikan apresiasi tinggi karena telah berupaya menghimpun para anak muda, kawan-kawan adalah yang diharapkan negara untuk menjadi pemimpin negara di bidang apapun, kita jaga kekompakan terus komunikasi dan lakukan hal positif untuk Indonesia semoga hasil diskusi dapat bermanfaat untuk bangsa," tambah Staf Ahli Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal.

Perwakilan Sinergi Muda dan We the Youth, Iyus berharap dari pertemuan itu komunitas-komunitas muda Indonesia bisa bersinergi dengan program-program Kemenpora sebagai lembaga yang menaungi para pemuda, mohon dimanfaatkan dengan baik oleh teman- teman komunitas untuk masa depan," harapnya.

Terlihat hadir Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am, Staf Khusus Pemuda Anggia Ermarini, Sesdep Pengembangan Pemuda Amar Ahmad, Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda I Gusti Putu Raka, Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan.
Sabtu 26 Mei 2018 22:30 WIB
Kiai Said: Manusia Harus Rukun
Kiai Said: Manusia Harus Rukun
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj si Madrasah Ramadhan
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada sekitar 850 peserta Madrasah Ramadhan untuk selalu bersyukur karena dijadikan Allah sebagai manusia. 

"Bersyukur gak? Alhamdulillah kita jadi manusia, bukan jadi binatang," kata Kiai Said saat membuka Madrasah Ramadhan yang diselenggarakan LP Ma'arif NU Pusat di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta, Sabtu (26/5).

Kiai Said pun menjelaskan tentang makna manusia. Menurutnya, manusia berasal dari bahasa Arab, yakni Insan. Manusia bermakna rukun.

"Artinya satu sama lain akur, harmoni, bersatu, saling mendukung, saling peduli itu namanya insan," kata Kiai kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu. 

Pada kesempatan itu, Kiai Alumnus Universitas Ummul Qura Arab Saudi itu juga mengajak agar selalu bersyukur karena Allah menjadikan kita sebagai orang yang beragama Islam. 

"Agama Islam itu agama yang mengajarkan perdamaian," katanya. 

Kegiatan madrasah ramadhan tahun ini mengusung tema Berbagi Itu Indah: Menuju Generasi Emas 2030 dan dilaksanakan selama empat hari (26-29/5). Didukung beberapa pihak, yakni LAZISNU, PT KSEI, PT Huawei, PT Mayora, dan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S)

Ada sekitar 850 peserta yang mengikuti madrasah ramadhan tahun ini yang terdiri atas anak-anak Yatim, Dhuafa, dan anak jalanan. Mereka berasal dari Jabotabek dan Banten dan akan dimentori 70 orang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta. 

Hadir pada pembukaan madrasah ramadhan, Ketua LP Ma'arif NU Pusat H Arifin Junaidi, Sekretaris Harianto Oghie, dan Sekretaris LP Ma'arif NU DKI Jakarta Basnang Said. (Husni Sahal/Muiz)
Sabtu 26 Mei 2018 20:20 WIB
Menaker Dengarkan Curhat Komunitas Anak Muda Depok
Menaker Dengarkan Curhat Komunitas Anak Muda Depok
Depok, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendengarkan dan coba memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi komunitas anak muda di Kota Depok dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi. 

Selama ini komunitas otomotif, mural, musik, dan sebagainya yang ada di Kota Depok kesulitan dalam mendapatkan fasilitas untuk mengadakan kegiatan. Khususnya masalah perizinan yang dipersulit dan biaya yang mahal. 

"Banyak persepsi negatif ke komunitas anak muda. Seperti komunitas mural. Mereka dianggap hanya corat coret tembok saja. Sebenarnya kita hanya tidak bisa mengarahkan mereka saja. Pemerintah belum melihat potensi anak muda," kata Menaker Hanif saat bersilaturahmi dengan komunitas anak muda Depok di Perumahan Permata Depok, Sabtu (26/5).

Kesulitan juga dirasakan komunitas Pergerakan Muda Mudi Depok (PMMD) yang secara khusus bergerak di bidang pendidikan. Komunitas ini banyak membuat taman bacaan untuk masyarakat. Namun saat ini masih terkendala tempat dan dana. 

Keluhan sama dirasakan komunitas musik di Depok. Pemusik dipandang sebelah mata, biaya bermusik mahal. "Kita tidak punya tempat untuk bermusik. Perizinan mengadakan kegiatan sulit dan mahal," ujar Udin dari Komunitas musik Manusia Sejuta Rencana. 

Menaker Hanif mengakui, di Indonesia komunitas masih belum berkembang karena inovasi dibatasi oleh aturan yang berpihak kepada standar pabrikan. "Kita memang kurang kompetitif karena inovasi dibatasi. Di kita hukum melindungi standar pabrikan. Jadi jika ada produk hasil kreativitas seperti modifikasi motor atau mobil yang tidak sesuai standar pabrikan dianggap melawan hukum," ujar Menaker Hanif. 

Menaker Hanif mencontohkan Tiongkok. Basis ekonomi mereka berasal dari komunitas dan home industry. Prinsip mereka itu meniru dan modifikasi produk yang sudah mapan. "Di Tiongkok sepeda motor dipereteli. Lalu komunitas atau home industry ditawarkan untuk membuat masing-masing komponen sepeda motor. Mereka mampu dan diberikan target produksi setiap tahun. Dengan begitu ekonomi berjalan. Seharusnya kita bisa mencontoh Tiongkok," ungkap Menaker Hanif. 

Acara silaturahim yang diadakan di kediaman pribadi Menaker ini diikuti oleh perwakilan Komunitas Solidaritas Otomotif Depok, Ikatan Mahasiswa Pemuda Depok, Komunitas Toyota Kijang Sawangan, Komite Nasional Pemuda Indonesia, Pergerakan Muda Mudi Depok, dan komunitas musik Manusia Sejuta Rencana. (Red: Kendi Setiawan)

 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG