Orang Tak Berpuasa Terlihat dari Betisnya

Orang Tak Berpuasa Terlihat dari Betisnya
Ilustrasi (via Pinterest)
Ilustrasi (via Pinterest)
Selepas buka puasa bersama pada sebuah acara, seorang kiai bertanya kepada Banser yang bernama Jalu. Obrolan itu didengarkan juga oleh teman-temannya Jalu yang juga Banser.

“Jalu, kamu kan sering bertemu dengan banyak orang, dan sering pergi ke pasar...” kata kiai. 

“Iya, Kiai, ada yang bisa dibantu?” 

“Di bulan puasa seperti ini, sebagai seorang Banser yang tajam pencimuannya, bagaimana caranya kamu membedakan orang yang puasa sama orang yang tidak puasa?”

“Dari gaya jalannya, kiai. Biasanya kelihatan lunglai,” katanya. 

“Bukan!  Kamu Banser kalau puasa emang kalau berjalan kelihatan lunglai? ”

Banser terdiam. Tapi dia menjawab dengan pertanyaan berbeda. 

“Dari, perutnya, kiai. Kalau gembrot, berarti tida puasa!”

“Ngawur. Banyak orang gembrot yang puasa.”

“Gimana dong, Kiai?”

“Nyerah?”

“Iya.”

“Dari betisnya.”

“Kok, bisa?”

“Karena, orang yang tidak puasa, kalau makan di warteg cuma kelhiatan betisnya doang. (Abdullah Alawi)

BNI Mobile