IMG-LOGO
Daerah

Menengok Santri Lansia Ngaji di Masjid Agung Payaman

Selasa 29 Mei 2018 6:0 WIB
Bagikan:
Menengok Santri Lansia Ngaji di Masjid Agung Payaman
Santri lansia di Masjid Payaman, Magelang
Magelang, NU Online
Sebagai bulan yang mulia, Ramadhan dimanfaatkan kaum muslimin untuk memperbanyak ritual ibadah. Ramadhan juga menjadi momentum untuk memperluas dan memperdalam ilmu agama. 

Maka tidak heran, bila pondok pesantren dan masjid di desa-desa berlomba-lomba menggelar pengajian, yang tidak hanya diikuti oleh santri, tapi juga masyarakat umum.

Hal yang sama juga dilakukan di Masjid Agung Payaman Magelang Jawa Tengah. Ratusan lansia datang dari berbagai daerah untuk mengikuti pengajian selama bulan suci Ramadhan. 

Di  area masjid yang terletak di Desa Payaman, Kecamatan Secang,  Kabupaten Magelang ini, berdiri bangunan bernama Pondok Sepuh. Bangunan dua lantai yang di dalamnya terdapat beberapa kamar dengan ukurannya yang tidak terlalu lebar ini menjadi tempat tinggal para santri sepuh itu.

Para santri sepuh ini memilih menghabiskan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Usia senja tidak menyurutkan semangat mereka untuk berburu berkah Ramadhan.

Badriyah, perempuan tua asal Salatiga ini sudah dua Ramadhan ini mengikuti pengajian di Masjid Agung Payaman yang didirikan oleh Mbah Kiai Siradj itu. Dia merasa belum memiliki ilmu sebagai bekal untuk melakukan ibadah.

"Kulo Niki tiyang mboten ngertos. Dados nderek ngaos kersane ngertos (Saya ini orang yang tidak mengerti. Saya ikut pengajian agar dapat mengerti), tuturnya kepada NU Online saat ditemui di teras masjid, Ahad (27/5).

Badriyah yang telah memiliki lima cucu itu mengaku senang bisa menghabiskan waktu bersama santri sepuh lainya. Baginya, menuntut ilmu agama tidak dibatasi oleh usia.

"Mumpung taksih sehat, waras. Geh tetep ngaos (Selagi badan sehat, ya harus tetap ngaji)," ucapnya. 

Lain halnya dengan Abdul Hadi, kakek 70 tahun asal Semarang, mengaku kali pertama datang ke Payaman hanya untuk berziarah ke makam Mbah Kiai Siradj. 

Namun setelah tahu ada banyak lansia yang mondok di tempat ini, diapun memutuskan untuk tidak pulang dan memilih tinggal di serambi masjid. 

"Seperti ada yang menahan saya untuk tetap tinggal di sini," katanya. 

Keputusanya untuk ikut mondok selama bulan Ramadhan awalnya tidak mendapat persetujuan dari keluarga. Namun setelah dijelaskan tentang niatnya, keluarga akhirnya menyetujuinya.

"Saya ini orang yang banyak dosanya. Saya ingin beribadah dengan khusyuk di sini," jelasnya.

Selain Badriyah dan Abdul Hadi, ada ratusan santri lansia yang turut nyantri di Masjid ini. Mereka rela tinggal di tempat seadanya, tidur di lantai masjid dengan beralaskan karpet, termasuk makan makanan yang sederhana pula.

Para santri sepuh biasa datang sejak hari pertama Ramadhan atau bahkan 1-2 hari sebelumnya. Mereka akan menginap selama 20 hari. Meski usia tidak muda lagi, para santri terlihat semangat mengikuti pengajian. Mereka seolah berlomba-lomba meraih pahala pada bulan suci ini.

Ahmad Soleh, santri asal Temanggung yang tinggal di pesantren sekitar Desa Payaman menjelaskan bila keberadaan santri sepuh ini semakin menambah semarak nuansa kesantrian di Payaman. Apalagi saat datangnya bulan suci Ramadhan.

"Sebenarnya di Payaman sendiri terdapat beberapa pondok pesantren. Tapi yang paling ramai saat bulan Ramadhan, ya di pondok sepuh ini," katanya.

Keberadaan santri sepuh yang selalu membanjiri Masjid Agung Payaman ini, tidak bisa terlepas dari sosok penyebar agama Islam di daerah itu, yakni Mbah Kiai Siradj,  yang oleh masyarakat masyhur dengan panggilan Romo Agung merupakan orang yang dikenal kewaliannya.  

Mbah Siradj merupakan ulama yang sangat berpengaruh pada masa hidupnya. Mbah Siradj merupakan teman seperguruan pendiri NU, Hadratusyyekh KH Hasyim Asyari saat menimba ilmu di Makah. 

Mbah Siradj juga bersahabat dengan KH Dalhar, Watucongol, Muntilan, Magelang, yang juga kesohor sebagai kiai ahli Tariqat itu. Masjid Agung Payaman didirikan pada tahun 1937 ini seakan menjadi simbol bagi masyarakat Magelang yang religius. (Zaenal Faizin/Muiz)
Bagikan:
Selasa 29 Mei 2018 23:30 WIB
IPNU-IPPNU Bandar Lampung Hadiri Diskusi Lintas Generasi
IPNU-IPPNU Bandar Lampung Hadiri Diskusi Lintas Generasi
Bandar Lampung, NU Online
Setelah terpilihnya Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bandar Lampung, mengundang respon dari sejumlah organisasi pelajar di Provinsi Lampung. Salah satunya organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) yang menyambut kepengurusan baru IPNU IPPNU dengan mengundang dalam diskusi lintas organisasi kepemudaan.  

Dalam diskusi, Wanda Wirantar selaku Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Lampung menyinggung bahwa organisasi kepemudaan pada kepengurusan pusat mampu bersinergi mengambil peran yang besar di dalam kawasannya. “Hal ini harus menjadi acuan kepengurusan untuk mampu bekerja sama antar organisasi kepemudaan,” katanya. Diharapkan hal ini mampu membuat perubahan besar karena pentingnya peran pelajar di masa mendatang, lanjutnya.

Harapan dikemukakan Ahmad Musthafa A'zhom selaku Ketua PC IPNU Bandar Lampung, "Organisasi kepemudaan harus mampu bekerja sama dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme di Provinsi Lampung," kata Ahmad.

“Apalagi fakta menunjukkan berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Provinsi Lampung menempati urutan ke-4 daerah rawan radikalisme,” ungkapnya.

“Dari diskusi lintas organisasi kepemudaan tersebut sepakat diadakan kerja sama dan saling bersinergi yang diharapkan dalam menjalankan peran sebagai organisasi kepemudaan,” kata Ketua PC IPPNU, Siti Hasanah.

Dari unsir PII tampak hadir kepala bidang komunikasi umat, Ghina Sabila Husin, Koordinator Wilayah, Wati Intan Halpalina, serta kepala bidang pengembangan dan pembinaan organisasi Walid Ajis Iskandar. Sejumlah organisasi lintas kepemudaan juga turut bergabung pada diskusi tersebut. (Sartika Husni/Ibnu Nawawi
Selasa 29 Mei 2018 23:0 WIB
Santri Lirboyo Asal Priangan Gelar Safari Ramadhan di Sumedang
Santri Lirboyo Asal Priangan Gelar Safari Ramadhan di Sumedang
Sumedang, NU Online
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur melepas para santri tingkat akhir untuk melaksanakan program Safari Ramadhan di sejumlah daerah di Indonesia. Termasuk bagian dari daerah yang menjadi tujuan safari yaitu Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Program safari Ramadhan di Kabupaten Sumedang difokuskan di tiga desa, yaitu: Sukamantri, Suryamukti, dan Kertamekar. Kegiatan safari tersebut dimulai dari 28 Sya'ban sampai 23 Ramadhan 1439 H. 

Delegasi untuk bersafari di kabupaten Sumedang sebanyak 26 santri, yang berasal dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat,yaitu Sumedang, Garut, Bandung, Karawang, Subang, dan Cianjur. 

"Kegiatan yang kita lakukan selama bersafari ini antara lain mengisi kultum, menjadi imam shalat maktubah dan shalat tarawih,” kata Mahbub, Selasa (29/5). Juga mengisi kuliah Shubuh, pengajian bagi perempuan, mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an, dan tadarusan di sejumlah masjid, lanjut Ketua Panitia Safari Ramadhan di Sumedang tersebut. 

"Selain itu, program sosial yang kami lakukan yaitu bersilaturahim dengan tokoh setempat, ikut serta membantu pengecoran dalam pembangunan sarana sosial, juga berpartisipasi dalam pembangunan masjid,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Mahbub mengemukakan maksud diadakan program safari tersebut untuk belajar bersyiar, juga mengenalkan pesantren kepada masyarakat. “Termasuk belajar bermasyarakat dan membentengi paham akidah Aswaja dari paham yang bertentangan,” urainya.

Dirinya berharap agar apa yang dilakukan para peserta safari bermanfaat. "Mudah mudahan apa yg sudah disampaikan bisa bermanfaat bagi kita yang melakukan safari khususnya, dan bagi masyarakat setempat pada umumnya. Dan semoga juga dapat menjadi pelajaran ke depannya buat kita semuanya,” harapnya. (Ayip/Ibnu Nawawi)
Selasa 29 Mei 2018 22:30 WIB
Ansor Nalumsari Jepara Bagikan Seribu Takjil
Ansor Nalumsari Jepara Bagikan Seribu Takjil
Jepara, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Kecamatan Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah menggelar Ansor Berbagi Seribu Takjil. Kegiatan tentu saja dalam rangka memeriahkan bulan Ramadlan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB tersebut diisi dengan pembagian takjil yang bertempat di perempatan Jalan Raya Nalumsari, tepatnya di depan Kantor Kecamatan. Takjil kemudian diberikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar tempat tersebut sesaat menjelang waktu buka puasa.

“Kegiatan ini diikuti seluruh anggota Ansor se-Kecamatan Nalumsari yang secara sukarela menginfakkan sebagian hartanya dan ditampung pimpinan ranting di masing-masing desa,” kata Roisul Amin, Selasa (29/5). Kemudian dana yang terhimpun dibelikan menu takjil dan dikemas oleh Ansor Nalumsari, serta menjadi  kegiatan Ansor berbagi seribu takjil, lanjutnya.

"Meskipun dengan cara sederhana, acara ini kami gagas sebagai wujud pengabdian kepada agama, organisasi, dan masyarakat, juga demi terjalinnya ukhuwah islamiyah khususnya di daerah kami,” kata koordinator kegiatan ini.

Abu Kholil Atstsani, selaku Ketua PAC GP Ansor Nalumsari sekaligus penanggung jawab kegiatan menuturkan, bahwa Ramadlan merupakan momentum tepat untuk saling berbagi. “Ini juga sebagai sarana menyambung tali silaturahim,” ungkapnya.

Dan dengan kegiatan bagi seribu takjil ini diharapkan mampu membentuk opini di masyarakat bahwa Ansor tidak bergerak dalam kegiatan agama saja. “Namun juga dalam kegiatan sosial melalui acara-acara seperti ini,” tegasnya. 

Acara melibatkan seluruh anggota Ansor serta diikuti Barisan Ansor Serbaguna atau Banser. 

Ternyata apa yang dilakukan Ansor ini mendapat sambutan hangat baik dari sesama anggota maupun masyarakat. "Kami merasa terbantu dengan kegiatan ini. Di samping dapat beramal, juga karena kami dapat mengenalkan salah satu program kerja organisasi dengan kegiatan sosial kepada masyarakat,” ungkap M Muntaha, salah seorang anggota Ansor Nalumsari. 

"Semoga Ansor akan selalu menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat,” tutur Masykuri, masyarakat yang mendapat takjil. Dan dirinya bersama warga akan selalu mendukung sepenuhnya acara seperti ini, imbuhnya.

Setelah pembagian takjil, para peserta melaksanakan buka bersama bertempat di gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Nalumsari. 

Tampak bergabung Ketua MWC NU Nalumsari Zaimuddin, Ketua Ansor Kabupaten Jepara Syamsul Anwar, serta diikuti anggota PAC Ansor Kecamatan Nalumsari. (Aka/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG