::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jadikan Ramadhan Momentum Perbaikan Diri

Selasa, 29 Mei 2018 10:30 Daerah

Bagikan

Jadikan Ramadhan Momentum Perbaikan Diri
Silaturrahmi Ramadhan MWCNU Sekampung Lampung Timur
Lampung Timur, NU Online
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, berlimpah rahmat dan ampunan. Sudah selayaknya dijadikan momentum untuk belajar mengendalikan hawa nafsu serta meningkatkan ketakwaan kepada Sang Pencipta. Bulan Ramadhan harus dimaksimalkan sebagai momentum perbaikan diri.

Demikian ajakan Kiai Muhammad Latif, A'wan MWC NU Sekampung, di depan jama’ah Masjid Al Fuqoha Ranting Hargomulyo Sekampung Lampung Timur, saat melakukan Silaturrahmi Ramadhan segenap pengurus MWCNU setempat, Senin (28/5) malam.

“Bulan Ramadhan memberikan nuansa yang berbeda disetiap harinya. Sahur, menunggu waktu berbuka, dan kumandang adzan maghrib memberikan kesan yang sangat istimewa bagi kita yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Kiai Latif pada malam ketiga rangkaian Silaturahmi Ramadhan tersebut.

Nuansa berbeda juga dirasakan saat malam hari di mana ada ibadah yang tidak bisa terlepaskan dari Ramadhan yaitu shalat tarawih. Shalat tarawih menjadi sesuatu yang sangat sayang untuk ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Shalat tarawih mengajarkan kita makna kesabaran.

“Melaksanakan rakaat demi rakaat shalat tarawih hingga shalat witir, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, bulan di mana terdapat malam seribu bulan, malam lailatul qadr. Keutamaan Bulan Ramadhan menjadi sesuatu yang ingin kita dapatkan. Ya Allah, izinkan kami hamba-Mu bertemu dengan malam itu,” katanya.

Kiai Latif menambahkan juga bahwa bulan Ramadhan merupakan sekolah kepribadian untuk bulan-bulan selanjutnya. Oleh karenanya ia mengajak jama’ah untuk menjadikan Ramadhan yang masih ada ini sebagai ajang memperbaiki akhlak, menjadikan diri sebagai insan berakhlakul karimah.

“Entah kita akan betemu akhir Ramadhan atau mungkin hanya sampai pertengahan Ramadhan,” tandasnya. (Sarif Bj/Muhammad Faizin)