IMG-LOGO
Nasional

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ansor Jateng Gelar Pelatihan Koperasi

Jumat 1 Juni 2018 23:30 WIB
Bagikan:
Dorong Kemandirian Ekonomi, Ansor Jateng Gelar Pelatihan Koperasi
foto (istimewa)
Semarang, NU Online 
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah dan Kementerian Koperasi dan UKM RI bekerja sama melaksanakan pelatihan perkoperasian bagi koperasi pemuda di Hotel Siliwangi Semarang, Jumat (1/6).  

Pelatihan dilakukan sebagai langkah mewujudkan kemandirian ekonomi, khususnya pemberdayaan anggota  melalui wadah koperasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Mujiburrohman, perwakilan Kemenkop UKM, Ahmad Hafidz, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rahmawati, Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahudin Aly dan perwakilan dari pengurus cabang Ansor se Jateng. 

Ketua PP GP Ansor Mujiburrohman menyambut antusias kerja sama pelatihan tersebut. Menurut dia, pelatihan ini merupakan salah upaya mendorong, sekaligus mengembangkan potensi generasi muda di bidang ekonomi, khususnya koperasi, sebagaimana dirilis suaramerdeka.com. 

"Pelatihan ini upaya konkret dalam mengembangkan potensi anak muda. Selain itu, meningkatkan peran Ansor sebagai wadah anak muda NU untuk berkarya di bidang ekonomi. Saatnya pemuda NU berjihad ekonomi untuk mencapai kesejahteraan bersama," kata Mujiburrohman.

Sementara, Ahmad Hafidz, yang mewakili Menkop UKM mendukung peran serta Ansor yang berkontribusi aktif menumbuhkembangkan kewirausahaan dan koperasi. 

"Sebagai lembaga kepemudaan, langkah GP Ansor mendorong dalam berwirausaha melalui koperasi harus didukung. Melalui pelatihan ini diharapkan kemandirian ekonomi organisasi juga dapat terwujud," ujarnya. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rahmawati meminta agar PW Ansor Jateng segera mendirikan koperasi primer tingkat provinsi sebagai upaya melakukan pemberdayaan kepada anggotanya. 

"Dengan begitu, Dinas Koperasi dan Perdagangan siap membangun kemitraan sebagai upaya pemberdayaan kepada anggota Ansor," katanya. (Red: Muiz)

Bagikan:
Jumat 1 Juni 2018 23:40 WIB
Nabi-nabi Terdahulu Tahu Nabi Muhammad dan Al-Qur’an
Nabi-nabi Terdahulu Tahu Nabi Muhammad dan Al-Qur’an
Jakarta, NU Online 
Al-Qur’an pertama kali turun di kota suci Makkah yaitu ayat 1-5 surah Al-'Alaq di puncak Jabal Nur, di keheningan malam, kepada seorang yang telah dipersiapkan oleh Allah jauh sebelum dia di lahirkan.

“Dialah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam,” kata pakar Al-Qur’an KH Ahsin Sakho Muhammad yang juga Rais Aam Majelis Ilmy Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurrra wal-Huffazh Nahdlatul Ulama ini. 

Menurut Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) periode 2005-2009, nabi-nabi terdahulu telah diberi tahu oleh Allah bahwa akan hadir seorang nabi, sebagai nabi pamungkas di akhir zaman. 

Nabi Musa, lanjutnya, mengtahui bahwa kitab suci (Al-Qur’an) ada di dalam dada mereka. Mereka mampu menghafal Al-Qur’an di luar kepala. Kaum Yahudi juga sangat tahu tentang ciri-ciri kenabian penutup akhir zaman tersebut dari fisiknya dan sifat-sifatnya. 

Sebelum ayat pertama turun, sekitar 6 bulan tanda-tanda kenabian itu telah ada yaitu berupa irhashat, yaitu kejadian yang tak biasa yang ada pada diri nabi. 

“Nabi sering bermimpi melihat satu dalam keadaan yang terang benderang. Lalu mimpi itu menjadi kenyataan. Nabi sama sekali tidak mengerti tentang apa itu keimanan dan apa iku kitab suci dan apa itu kenabian. Semua itu terjadi begitu saja pada diri nabi,” katanya. 

Kata dia, pemilihan seseorang menjadi nabi adalah wewenang Allah. Dari bangsa mana dan dari suku apa, dari keluarga mana dia berasal adalah hak prerogatif Allah. Begitu juga dengan hal yang berkaitan dengan seluk beluk kitab suci, seperti bahasa dan isi kandungannya, berapa ayat dan surah adalah wewenang Allah. 

“Pokoknya semua hal yang berkaitan dengan agama adalah wewenang Allah. Kita yakin bahwa apa yang menjadi pilihan Allah dalam segala hal adalah yang terbaik. Kita hanya mengatakan Allahu Rabbi. Allahu hasbi, innahu ni'mal maula wa ni'man nashir,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Jumat 1 Juni 2018 21:40 WIB
Empat Bulan Berjalan Omzet Pasar Kawasan di Mranggen 142 Juta
Empat Bulan Berjalan Omzet Pasar Kawasan di Mranggen 142 Juta
Demak, NU Online
Jumat (1/6) siang, Plt Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Harlina Sulistiyorini meninjau pasar kawasan perdesaan di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Pasar kawasan yang baru beroperasi empat bulan ini telah meraih omzet rp142 juta.

"Harapan kami dengan adanya pasar kawasan ini, bisa membantu masyarakat di kawasan ini untuk memperjual belikan hasil produksinya maupun lebih meningkatkan hasil ekonominya. Sehingga, nantinya kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan," ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Ia mengatakan, hadirnya pasar kawasan perdesaan ini cukup membantu masyarakat setempat terutama dalam menghadapi momen ramadan. Meski ramadan, harga produk di pasar ini tetap bertahan pada harga normal.

"Kalau dilihat para pedagang lebih memperbanyak stok jualannya. Biasanya pasar ini tidak jualan setiap hari. Hanya karena ini bulan ramadan kami minta untuk berjualan setiap hari," ujarnya.

Pasar kawasan perdesaan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama antara Desa Waru dan Desa Ngamplak ini merupakan bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tahun anggaran 2017. Bantuan tersebut terdiri dari 24 lapak pedagang dan 8 ruko yang mampu menampung 50 pedagang.

"Program ini (pasar kawasan perdesaan) dimulai sejak tahun 2016. Tahun 2016 itu kita laksanakan di 29 kabupaten, kemudian tahun 2017 ada 14 kabupaten, dan sekarang 13 kawasan. Sehingga pasar-pasar ini bisa kita replikasi untuk kawasan luar jawa yang punya potensi pengembangan pasarnya. Sehingga nanti bisa berkembang masyarakatnya sejahtera," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua BUMDes Bersama Berkah Jaya, Diah Winarni mengakui, antusias warga untuk berdagang di pasar tersebut cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan jumlah lapak yang telah dibangun belum mampu menampung seluruh pedagang. Ia berharap pasar tersebut dapat berkembang pesat sehingga pasar kawasan tersebut dapat segera diperluas.

"Pasar ini juga kami sewakan untuk pasar malam. Biasanya tiga minggu sekali, rp800 ribu per malam," ungkapnya.

Ia melanjutkan, BUMDes Bersama Berkah Jaya juga tengah mengembanhkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) berupa makanan khas desa setempat. Di antaranya tape singkong, rempeyek, dan tahu bakso. (Red: Kendi Setiawan)

Jumat 1 Juni 2018 20:49 WIB
Ketum PBNU: Pancasila Jadi Pemersatu Perbedaan Bangsa Indonesia
Ketum PBNU: Pancasila Jadi Pemersatu Perbedaan Bangsa Indonesia
Pancasila (Dok. beritasatu.com)
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sangat penting karena mampu menjadi wadah bagi keberagaman, seperti perbedaan agama, suku, dan ras. 

"Pancasila itu pemersatu (bangsa)," kata Kiai Said saat menghadiri hari lahir (harlah) keenam Lembaga Persahabatn Ormas Islam (LPOI) di Jakarta, Jumat (1/6).

Menurut Kiai Said, Pancasila ditetapkan atas komitmen para pendiri bangsa, baik dari golongan Islam maupun nasionalis, sehingga dengan Pancasila itu, semua elemen bangsa berjanji bersama-sama mempertahankan NKRI. 

Pancasila juga, kata Kiai Said, memberikan kebebasan kepada warga Indonesia untuk memilih dan menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya. 

Oleh karena itu, menurut kiai kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu, Pancasila menjadi solusi dalam merawat keberagaman dan satu konsep yang ideal untuk menjaga NKRI.

Sebagaimana diketahui, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara pada 1 Juni 1945 melalui persidangan Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). 

Seiring berjalan waktu dan pergantian pemimpin, hari kelahiran Pancasila menjadi hari libur nasional Indonesia. 

Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato pada peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka Bandung, pada 1 Juni 2016. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG