::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Istiqomah, Kunci Meraih Manisnya Buah Ibadah

Senin, 04 Juni 2018 09:30 Daerah

Bagikan

Istiqomah, Kunci Meraih Manisnya Buah Ibadah
Muhammad Haris, Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Segala ibadah yang dilakukan seseorang sudah seharusnya mampu membawa efek positif untuk lebih baik lagi dan ibadah tersebut mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan baik secara dzahir maupun batin. Salah satu kunci untuk mampu meraih manisnya buah dari amal ibadah yang dilakukan adalah dengan sikap istiqomah dalam beribadah.

Hal ini dikatakan Wakil Katib PCNU Pringsewu Ustadz Muhammad Haris saat menjadi pembicara pada Jimad (Ngaji Ramadhan) yang dilaksanakan di aula kantor PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (3/6) sore.

"Walaupun amal ibadahnya sedikit tapi mampu dilakukan secara istiqomah dengan terus menerus, maka akan dapat lebih dirasakan manisnya dari pada amal banyak, borongan tapi tidak istiqomah," jelas Ustadz Haris.

Ia mengungkapkan bahwa yang paling sulit dari melaksanakan ibadah adalah menjaga keistiqomahan. Banyak ibadah yang ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya tidak diiringi keistiqomahan namun didasari karena keinginan atau hajat kepada Allah SWT.

"Kita sering menambah amalan shalat, dzikir dan doa karena kita sedang menghadapi masalah. Bukan karena memang keistiqomahan kita dalam beribadah," katanya.

Amalan seseorang walaupun sedikit secara kuantitas imbuhnya, tetapi mampu dilaksanakan dengan istiqomah akan menjadi washilah (perantara) terbukanya pintu hikmah. Keistiqomahan juga merupakan sikap yang mulia karena memiliki keistimewaan dan lebih baik dari seribu karomah.

Inilah yang harus terus dilakukan oleh seseorang dalam beribadah. Ketika keistiqomahan mampu dilakukan serta didasari dengan niatan tulus dan ikhlas maka kesemangatan dalam beribadahpun akan terus tertanam dalam jiwa. Ini akan terasa ringan dalam melakukannya. Ibadah tidak akan menjadi beban namun sebaliknya akan menjadi sebuah kebutuhan.

"Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Nabi Muhammad SAW. Setiap ibadah kita mesti memiliki kekurangan karena sehebat apapun manusia pasti memiliki kelemahan. Namun kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita didasari dengan keikhlasan dan keistiqomahan," pungkasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Pringsewu yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Ketua MUI Pringsewu KH Hambali, Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim dan para pengurus PCNU, MWCNU, Ranting serta Banom dan lembaga. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjama'ah. (Muhammad Faizin)