IMG-LOGO
Daerah

Istiqomah, Kunci Meraih Manisnya Buah Ibadah

Senin 4 Juni 2018 9:30 WIB
Bagikan:
Istiqomah, Kunci Meraih Manisnya Buah Ibadah
Muhammad Haris, Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Segala ibadah yang dilakukan seseorang sudah seharusnya mampu membawa efek positif untuk lebih baik lagi dan ibadah tersebut mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan baik secara dzahir maupun batin. Salah satu kunci untuk mampu meraih manisnya buah dari amal ibadah yang dilakukan adalah dengan sikap istiqomah dalam beribadah.

Hal ini dikatakan Wakil Katib PCNU Pringsewu Ustadz Muhammad Haris saat menjadi pembicara pada Jimad (Ngaji Ramadhan) yang dilaksanakan di aula kantor PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (3/6) sore.

"Walaupun amal ibadahnya sedikit tapi mampu dilakukan secara istiqomah dengan terus menerus, maka akan dapat lebih dirasakan manisnya dari pada amal banyak, borongan tapi tidak istiqomah," jelas Ustadz Haris.

Ia mengungkapkan bahwa yang paling sulit dari melaksanakan ibadah adalah menjaga keistiqomahan. Banyak ibadah yang ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya tidak diiringi keistiqomahan namun didasari karena keinginan atau hajat kepada Allah SWT.

"Kita sering menambah amalan shalat, dzikir dan doa karena kita sedang menghadapi masalah. Bukan karena memang keistiqomahan kita dalam beribadah," katanya.

Amalan seseorang walaupun sedikit secara kuantitas imbuhnya, tetapi mampu dilaksanakan dengan istiqomah akan menjadi washilah (perantara) terbukanya pintu hikmah. Keistiqomahan juga merupakan sikap yang mulia karena memiliki keistimewaan dan lebih baik dari seribu karomah.

Inilah yang harus terus dilakukan oleh seseorang dalam beribadah. Ketika keistiqomahan mampu dilakukan serta didasari dengan niatan tulus dan ikhlas maka kesemangatan dalam beribadahpun akan terus tertanam dalam jiwa. Ini akan terasa ringan dalam melakukannya. Ibadah tidak akan menjadi beban namun sebaliknya akan menjadi sebuah kebutuhan.

"Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Nabi Muhammad SAW. Setiap ibadah kita mesti memiliki kekurangan karena sehebat apapun manusia pasti memiliki kelemahan. Namun kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita didasari dengan keikhlasan dan keistiqomahan," pungkasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Pringsewu yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Ketua MUI Pringsewu KH Hambali, Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim dan para pengurus PCNU, MWCNU, Ranting serta Banom dan lembaga. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjama'ah. (Muhammad Faizin)

Bagikan:
Senin 4 Juni 2018 23:30 WIB
Dilantik, GP Ansor Banjardowo Adakan Santunan dan Tabligh Akbar
Dilantik, GP Ansor Banjardowo Adakan Santunan dan Tabligh Akbar
Semarang, NU Online 
Pimpinan Anak Cabang Genuk melantik GP Ansor Banjardowo periode masa khidmah 2018-2020 di Masjid Darussalam Jl. Sentono Banjardowo, Genuk Semarang, Sabtu (2/6). Pelantikan dirangkai dengan santunan yatim piatu dan dhuafa dan tabligh akbar. 

Ketua terpilih Ahmad Adib Nawawi menyampaikan, menjadi pemimpin adalah amanah ini sangat berat. Namun dengan bantuan segenap pengurus, progam kerja di masa mendatang, akan ringan. 

“Ucapan rasa terimkasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut khususnya para dermawan, NU, Muslimat, Fatayat, IPNU - IPPNU ranting Banjardowo, segenap jamaah dan warga sekitar masjid Darussalam,” katanya.  

Ahmad berharap kegiatan tersebut dapat lebih mendekat kepada masyarakat khususnya menarik minat para pemuda untuk andil dalam pergerakan Ansor.

Acara di tutup tabligh Akbar yang disampaikan oleh KH Hafidz Romli dari Kendal. Ada beberapa point penting sebagai catatan. Pertama, Indonesia tidak akan terhapus dalam peta dunia selama NU masih ada. 

Kedua, khusus untuk para pemimpin terutama ketua Ansor terpilih agar tetap santun dan bijak dalam memimpin sebagaimana tersirat dalam lagu gundul - gundul pacul. (Triana Muhammad Khabibi/Abdullah Alawi)

Senin 4 Juni 2018 23:0 WIB
Santri Bakal Kompetitif di Era Digital
Santri Bakal Kompetitif di Era Digital
Garut, NU Online 
Menggagas acara Industry 4.0: Knowing, Transforming, Adapting Pondok Pesantren Nurulhuda Cibojong Garut (3/6) yang diasuh Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami ini, hendak membekali para santri dengan gambaran dunia yang akan dihadapi di masa depan.

"Zaman berubah cepat seiring dengan datangnya digitalisasi ekonomi, teknologi dan peradaban manusia. Acara ini kami harapkan bisa menjadi pemantik kesadaran para santri untuk mempersiapkan dirinya dalam kompetisi global di masa mendatang," jelas KH Cecep Jayakarama, pengasuh muda Pondok Pesantren Nurulhuda.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, pemerhati teknologi dan ketenagakerjan Irham Saifuddin merasa yakin bahwa kaum santri akan berhasil memenangkan kompetisi di era digital.

Sosok yang sehari-hari bekerja di International Labour Organization (ILO) tersebut kemudian mengungkapkan beberapa alasan atas keyakinan tersebut.

"Pertama, industry 4.0 mempersyaratkan terasahnya kecakapan kognitif untuk bisa merebut pekerjaan-pekerjaan di masa yang akan datang. Pola pendidikan di pesantren selama ini kebetulan lebih difokuskan pada kemampuan kognitif para santri. Belajar di pesantren itu tidak mekanis, tetapi sangat dinamis dengan memadukan multi disiplin keilmuan dan sekaligus melekatkannya pada realitas sosial. Dari sisi kognitif, pesantren sangat kompatibel dengan tuntutan Industry 4.0," ujar Irham.

Selanjutnya, Irham mengungkapkan alasan kedua. Para santri yang sedang belajar di pesantren saat ini akan menjadi angkatan kerja produktif pada tahun 2045. Tahun tersebut diprediksikan oleh beberapa lembaga periset global sebagai masa keemasan Indonesia. 

“Bahkan McKinsey memprediksikan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-3 dunia. Ini merupakan masa dimana Indonesia akan memanen bonus demografi. Santri adalah kunci," papar Irham.

Terakhir, Irham juga menyoroti besarnya ruang yang bisa dimanfaatkan oleh para santri di masa depan. Ruang dakwah misalnya, masih menjadi blue ocean bagi para santri untuk memanfaatkan dalam dunia digital. Selain itu, santri juga harus memasuki ruang-ruang non-konvensional yang selama ini belum menjadi perhatian pesantren. 

“Harus berbagi tugas dan ruang juang. Para santri harus mulai membangun mimpinya dari sejak dini sehingga bisa mempersiapkan kecapakan apa yang akan mereka fokusnya untuk masa depannya," tutup Irham.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 santri. Rencananya, Pondok Pesantren Nurulhuda juga akan menggelar acara-acara berbagi pengetahuan untuk isu-isu lainnya untuk membekali para santri dengan keilmuan yang cukup beragam. (Ali/Abdullah Alawi)

Senin 4 Juni 2018 22:0 WIB
Pagi dan Sore, LAZISNU Jatim Beri Santunan
Pagi dan Sore, LAZISNU Jatim Beri Santunan
Malang, NU Online
Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) dan NU Care-LAZISNU Jawa Timur menggelar Santunan Ramadhan 1439 H di Masjid Raden Rahmat (4/6) pagi. Mengawali kegiatan dengan dzikir bersama oleh Pimpinan Ranting Muslimat NU Dinoyo, acara santunan dibuka oleh Direktur RSI Unisma, Wahyu Sarwiyata.

"Ini adalah usaha kami untuk menjalankan amanah dari para ulama dan kiai, bahwa RSI Unisma ini menjadi tempat yang memberikan manfaat keberkahan untuk semua orang," katanya.

Rektor Universitas Islam Malang H Masykuri Bakri menekankan bahwa ini adalah suatu anugerah yang diberikan oleh Allah bisa berkumpul di majelis ini.

"Dzikir yang dilakukan kita bersama, semoga membawa kebaikan untuk kita semuam," ujar Kiai Muchtar dari Yayasan Universitas Islam Malang.

Pemberian santunan diberikan oleh Rektor, Yayasan, Direktur RSI dan Direktur LAZISNU kepada ibu-ibu Muslimat NU, Panti Asuhan Sunan Kalijaga, dan Panti Asuhan Sunan Giri.

Selain dengan RSI Unisma, pada sore harinya NU Care-LAZISNU Jatim juga menggelar Ramadhan Berkah. Kegiatan ini  berbagi keceriaan dengan yatim piatu se-Landungsari Kota Malang. Acara ini bekerjasama dengan PC IPNU IPPNU Kota Malang dan PRNU Landungsari. 

Kegiatan ini dibuka oleh Afifudien, bendara LAZISNU Jatim. "Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan diri pada masyarakat dan sebagai wadah bagi warga Nahdlatul Ulama yang ingin bersedekah dengan semangat berbagi.

"LAZISNU Jawa Timur selain membuat program berbasis sosial yang bertujuan untuk penghubung dengan masyarakat juga menjalin kerja sama dengan beberapa mitra strategis di antaranya dengan rumah makan, bank, rumah sakit, dan instansi-intansi terkait," ucap Afif.

Dalam acara ini ada sekitar 50 yatim maupun dhuafa yang disantuni. (Feby Akbar Rizki/Tim LAZISNU Jatim/Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG