IMG-LOGO
Nasional

Muslimat NU Gelar Bazar Berkah Ramadhan 1439 H

Senin 4 Juni 2018 16:0 WIB
Bagikan:
Muslimat NU Gelar Bazar Berkah Ramadhan 1439 H
Jakarta, NU Online
Induk Koperasi An-Nisa Muslimat Nahdlatul Ulama (Inkopan Muslimat NU) menggelar acara Bazar Berkah Ramadhan 1439 H di kantor Muslimat NU di Pengadegan Jakarta. Agenda ini diselenggarakan selama dua hari, Senin-Selasa (4-5/6).

“Ini tahun kedua, sejak 2017 Masehi atau 1438 Hijriyah,” kata Ketua Muslimat NU Hj Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf usai membuka acara Bazar Berkah Ramadhan.

Hj Aniroh menuturkan, acara ini diadakan dengan tujuan untuk pemberdayaan ekonomi di kalangan Muslimat NU. Menurutnya, selama ini NU seringkali melaksanakan dakwah dengan lisan atau hal, akan tetapi minim dakwah dengan harta benda. 

“Selama ini itu (dakwah bil mal) kurang mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia berharap, acara bazar ini bisa membangkitkan jiwa entrepreneurship di kalangan Muslimat NU khususnya dan Nahdliyin umumnya.

“Insyaallah harganya di bawah pasar karena untuk yang sembako kita langsung dari Bulog,” jelasnya. 

Senada dengan Hj Aniroh, Ketua Inkopan Muslimat NU Hj Syarifah Noor Hidayati mengatakan, barang-barang yang dijual di acara bazar itu merupakan produk-produk dari anggota Muslimat NU sendiri.

“Kita di Inkopan Muslimat NU memiliki tujuan untuk memasarkan atau menjualkan baik di dalam negeri maupun bisa ke luar negeri juga,” katanya.

Berbagai macam produk dijual dalam acara Bazar Berkah Ramadhan, mulai dari pakaian, sembako, jajanan khas lebaran, hingga daging. Sasaran bazar ini adalah anggota Muslimat NU sendiri dan masyarakat umum yang berada di sekitar kantor Muslimat NU.

“Kita andalannya daging karena ketika kita informasikan jual daging, pesanan sudah banyak, baik daging kerbau atau daging sapi,” jelasnya. (Muchlishon)
Bagikan:
Senin 4 Juni 2018 21:30 WIB
Dirjen PTKKP: PMII Miliki Peluang Besar Kelola Kekayaan Maritim
Dirjen PTKKP: PMII Miliki Peluang Besar Kelola Kekayaan Maritim
Jakarta, NU Online
Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI M Zulfikar optimis organisasi sebesar PMII berpeluang besar dalam mengelola  potensi laut yang selama ini belum tergarap secara optimal. Pihaknya menyayangkan potensi laut banyak dicuri oleh asing ia memastikan belakangan ini tidak kurang 7 ribu kapal asing terbukti salah berlalu lalang  mencuri ikan dilaut lepas Indonesia.

Ia bercerita soal potensi maritim yang banyak ditinggalkan oleh generasi muda. Menurutnya selama ini  stigma laut menakutkan, menyeramkan dan stigma tersebut masih tertanam di benak generasi muda kebanyakan 

“Sehingga potensi kekayaan laut ditinggalkan, akibatnya tidak banyak masyarakat kita yang melaut, menjadi pengusaha di laut dan justru orang-orang asing yang menguasainya. Pemahaman ini harus tertanam karena laut adalah masa depan kita,” ungkap M Zulfikar saat persentasi pada Tadarus Maritime PB PMII di Graha Mahbub Junaidi Jalan Salemba Tengah Jakarta Pusat, Sabtu, (2/6).

Oleh karenanya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyambut betul inisiatif PB PMII yang akan melangsungkan pelatihan kader maritim pada Juli 2018 mendatang. Dalam rangka menyiapkan generasi untuk  mengelola potensi kekayaan maritim.

“Kesadaran ini perlu kita tanamkan karena kalau kita memegang potensi kekayaan laut. Negara kita akan menjadi super power inilah yang ditakutkan oleh bangsa lain makanya sejak dari awal kita dibius dengan bercocok tanam dan laut di tinggalkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PB PMII Bidang kemaritiman Ayi Sopwanul Umam menyatakan Sekolah kader Maritim ini akan di laksanakan pada Juli 2018 mendatang yang akan tersebar di berbagai Zona dimaksudkan untuk membekali kader – kader PMII dalam mengelola laut.

“Peluang besar ini mesti kita sambut dengan menyiapkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang memadai,” ungkapnya.

selain itu, mulai saat ini bidang kemaritiman PB PMII mengintruksikan khususnya kepada kader – kader PMII agar senantiasa mengkonsumsi ikan hasil tangkap nelayan agar nilai ekonomi bagi nelayan bisa meningkat secara signifikan. (Sopwan/Abdullah Alawi)

Senin 4 Juni 2018 17:0 WIB
Muslimat NU Giatkan Dakwah Bil Mal
Muslimat NU Giatkan Dakwah Bil Mal
Hj Aniroh sedang meninjau acara Bazar Berkah Ramadhan 1439 H.
Jakarta, NU Online
Ketua Muslimat NU Hj Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf mengatakan, memiliki semangat yang tinggi untuk berdakwah, bukan hanya dakwah dengan lisan atau hal saja tapi juga dakwah bil mal (dakwah dengan bisnis). 

Muslimat NU melalui Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) misalnya menggelar dan menciptakan berbagai macam kegiatan ekonomi, mulai dari pameran atau bazar hingga menciptakan brand sendiri. 

Hj Aniroh menuturkan, ada dua cara yang dikembangkan Inkopan Muslimat NU dalam dakwah bil mal. Pertama, menggelar kegiatan ekonomi yang bersifat insidental seperti bazar yang waktunya disesuaikan dengan momennya.

Kedua, bersifat simultan. Untuk yang kedua ini, kegiatan ekonomi yang digelar disalurkan hingga ke pengurus wilayah dan cabang. 

“Yang sudah misalnya kerjasama dengan produk plastik halal, kita salurkan ke pimpinan wilayah, dan wilayah menyalurkan ke cabang. Mereka menjadi reseller,” katanya di kantor Muslimat NU di Jakarta, Senin (4/6).

Selain itu, lanjut Hj Aniroh, Muslimat NU juga bekerjasama dengan pengembang perumahan. Program ini rencananya akan diluncurkan pada acara halal bi halal usai lebaran nanti. 

“Ada seribu rumah bersubsidi berlokasi di Cileungsi yang akan kita (Muslimat NU) pasarkan. Kita sebagai tenaga pemasaran,” urainya.  

Menurut dia, Muslimat NU merupakan organisasi sosial keagamaan, namun demikian Muslimat NU juga bisa menjadi penggerak dan pemberdaya ekonomi, terutama anggota Muslimat NU.

Sementara itu, Ketua Inkopan Muslimat NU Hj Syarifah Noor Hidayati mengatakan, saat ini Inkopan memiliki brand sendiri, yaitu Nun. Setiap produk yang dipasarkan Muslimat NU pasti memiliki label Nun.

“Nun food, Nun fashion itulah ciri khas brand Inkopan Muslimat NU,” katanya.

Produk-produk Muslimat NU, imbuhnya, tidak hanya dijual di bazar atau pameran saja, tetapi juga dipasarkan melalui media sosial. (Muchlishon)
Senin 4 Juni 2018 16:45 WIB
Sektor Wisata Tingkatkan Pendapatan Asli Desa
Sektor Wisata Tingkatkan Pendapatan Asli Desa
Bandung, NU Online
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meninjau program padat karya tunai dengan anggaran dari dana desa yang dilakukan oleh warga di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Bandung Jawa Barat, Ahad (3/6).

Program padat karya tunai yang dilaksanakan salah satunya yakni pembangunan pembukaan jalan area wisata Bukit Cula dengan panjang 800 meter dan lebar 3 meter yang waktu pelaksanaannya selama 6 hari.

"Potensi desa wisata itu besar sekali. Bumiwangi akan kembangkan wisata Bukit Cula. Oleh karena itu, kita harapkan peran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk turut mengembangkan potensi ini agar dapat menambah pendapatan bagi desanya," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di Desa Bumiwangi.

Menteri Eko menyakini dengan pengelolaan wisata bukit cula oleh BUMDes akan berdampak pada perekonomian di Desa Bumiwangi dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa setempat.

"Bukan dapat laporan kalau pertanian di sini surplus dan akan membuat pertanian organik. Jadi, kalau bisa BUMDesnya diarahkan juga untuk mengelola sampah-sampah untuk bikin pupuk organik dan plastiknya dijual sebagai pelet plastik sehingga bisa menghasilkan tambahan pendapatan buat masyarakat di samping pertanian menjadi pertanian organik," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bumiwangi, Rudi menyampaikan terkait penggunaan anggaran Dana Desa khususnya untuk kegiatan padat karya tunai terutama untuk mengembangkan area wisata bukit cula dengan pembukaan akses jalan.

Menurutnya, sekitar 20 hektar area wisata Bukit Cula akan dibentuk konservasi alam untuk pemulihan alam dan menahan erosi tanah serta bekal anak cucu di masa mendatang. "Bukit Cula ini kita harus rawat dan pulihkan dari sakit. Pemerintah Desa Bumiwangi dan warga telah berkomitmen agar Bukit Cula ini menjadi indah, aman, nyaman dan tampak lingkungan hijaunya tertata dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan bahwa Bukit Cula yang menjadi potensi wisata dipastikan akan dikelola oleh BUMDes agar dapat meningkatkan perekonomian desa. "Sebagai wisata alam, Bukit Cula ini akan dikelola oleh BUMDes agar pendapatan desa juga meningkat. Ke depan kita akan kembangkan juga area untuk wisata edukasi, embung, dan wisata minimalis di kawasan Bukit Cula," katanya.

Dalam kunjungan meninjau program padat karya tunai ke Desa Bumiwangi, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo turut memberikan bantuan kepada 10 BUMDes di Kecamatan Ciparay dengan masing-masing bantuannya sebesar 50 juta rupiah. (Red:Kendi Setiawan))
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG