IMG-LOGO
Daerah

Ibnu Muljam Membunuh Ali karena Berita Hoaks

Selasa 5 Juni 2018 3:45 WIB
Bagikan:
Ibnu Muljam Membunuh Ali karena Berita Hoaks
Ketua LDNU Kab Bogor, Kiai Ahmad Ikrom (kiri).
Bogor, NU Online
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bogor, Kiai Ahmad Ikrom dalam status facebook-nya menyatakan bahwa hari Senin (4/6) kemarin bertepatan dengan tanggal 19 Ramadhan. Jika kita membuka lembaran sejarah, kita akan teringat pada peristiwa sadis terbunuhnya intelektual Muslim dari golongannya sahabat, yaitu Sayidina Ali bin Abi Thalib yang dibunuh secara kejam oleh Abdurrahman ibnu Muljam.

Ibnu Muljam dikenal sebagai orang yang taat dalam beribadah, shalat, puasa dan bahkan hafal Al-Qur'an. Tapi sayang bacaannya tidak masuk kecuali sebatas sampai batas kerongkongannya. Sehingga mudah termakan oleh berita hoaks yang telah disebarkan oleh kaum Khawarij.

Mereka menebarkan hoaks yang menyatakan bahwa Sayidina Ali bin Abi Thalib itu pemimpin yang munafik, kafir dan musyrik. Rupanya Ibnu Muljam belum puas terhadap jawaban Sayidina Ali yang menjawab kaum penentangnya, "Kalimatu haqqin yuraadu bihaa bathilun." Artinya ungkapan yang diucapkan itu sebuah kebenaran tapi yang ditujunya justru sebuah kebatilan.

Jawaban Sayidina Ali itu dilontarkan setelah peristiwa Perang Shiffin sebagaimana dikutip oleh Al Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab Al Bidayah wa Al Nihayah. Usai perang Shiffin, hoaks semakin tersebar. Kaum Khawarij meneriakkan, "Laa hukma Illa lillahi." Artinya Tiada hukum kecuali untuk Allah SWT. 

Kaum Khawarij menolak kekhilafahan Sayidina Ali. Ali dianggap tidak adil dan tidak menjalankan aturan Allah SWT. Hal itu menegaskan  seolah-olah Kaum Khawarij lah yang paham hukum Allah. Tapi hakikatnya mereka tidak pernah paham bahwa perdamaian itu justeru esensi dari ajaran Islam.

Ibnu Qutaibah telah menulis kejadian sadis tersebut dalam kitabnya yang berjudul Al Imamah wa Assiyasah. Juga oleh Ibnu Faraj Al Isbahani dalam Kitab Maqaatil Al Thalibin.

Lewat status facebook tersebut, Kiai Ahmad Ikrom yang akrab disapa Kang Ahmad menekankan pentingnya Nahdliyin mengkaji sejarah sahabat Nabi. Tentu kajian seperti itu harus mengikuti arahan dan bimbingan para masyayikh NU. Kang Ahmad berharap dengan menyelami peristiwa syahidnya Sayidina Ali bin Abi Thalib, semoga  menyadarkan umat Islam zaman now untuk tidak mudah menyebar fitnah dan hoaks.

Begitu juga para pembaca diharapkan menjadi insan cerdas, tegas meneliti berita dan informasi yang diterima baru berjuang melakukan sharing berita positif demi damainya Indonesia dan dunia.

Allah SWT dalam Surat And Nahl Ayat 125 berfirman, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhannya dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-nya, Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)

Tags:
Bagikan:
Selasa 5 Juni 2018 23:50 WIB
Madrasah Bahrul Ulum Jombang Latih Siswanya Dakwah melalui Baksos
Madrasah Bahrul Ulum Jombang Latih Siswanya Dakwah melalui Baksos
Pembukaan bakti sosial siswa madrasah
Jombang, NU Online
Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang Jawa Timur memberangkatkan sejumlah siswa-siswinya dalam kegiatan bakti sosial (Baksos), Ahad (3/6) lalu.

Pemberangkatan dibagi menjadi dua sesi. Yakni pada pagi hari, dilakukan oleh Wakil Kepala Madrasah Abdul Rokhim Maruf dan Waka Kesiswaan Bambang Hariadi untuk peserta siswi Muallimat menuju Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam Jombang.

Sedangkan pemberangkatan sesi kedua dilakukan pada siang hari disertai pembimbing Juri Hasyim, H Muhyidin dan Abdul Adhim. Kali ini dilakukan untuk pemberangkatan siswa Muallimin menuju Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh Jombang.

Dalam sambutan saat pemberangkatan, Abdul Rokhim menyampaikan beberapa hal terkait tujuan dan misi Baksos kali ini. "Bakti sosial bertujuan untuk melatih siswa dalam berdakwah dan bermasyarakat," katanya.

Selain itu agar siswa dan siswi lebih memahami persoalan keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi sasaran Baksos. "Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui dan memahami problematika permasalahan keagamaan di masyarakat," imbuhnya.

Dan secara otomatis, lanjut dia, kemandiriaan akan terlatih sejak dini sebagai bekal nanti saat terjun di daerahnya masing-masing. "Serta yang lebih juga adalah melatih kemandiriaan para santri ketika nanti kembali ke masyarakat," ucapnya.

Dalam Baksos kali ini, peserta dibekali bagaimana mengenali diri dan masyarakat, agar bisa melihat posisi di tengah-tengah masyarakat dan sejauh mungkin menghindari bias (prasangka, red) yang mengakibatkan hubungan yang tidak baik.

Di samping itu juga dibekali bagaimana melihat kondisi pranata sosial budaya, ekonomi dan politik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Dan bagaimana membuat kegiatan untuk menjawab persoalan-persoalan di kondisi tersebut.

Selanjutnya, di akhir Baksos bisa membuat laporan Baksos yang berisi tentang kondisi masyarakat, kegiatan yang dilakukan, analisis kegiatan dan pelajaran yang bisa dipetik. (Syamsul Arifin/Muiz)











Selasa 5 Juni 2018 23:0 WIB
Fatayat Jombang Peringati Nuzulul Qur'an dengan Khataman dan Santunan
Fatayat Jombang Peringati Nuzulul Qur'an dengan Khataman dan Santunan
Fatayat Mojowarno Jombang
Jombang, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menyelenggarakan khataman Al-Qur'an dan santunan anak yatim. Dua acara sekaligus itu dilaksanaka bersamaan peringatan Nuzulul Qur'an, Ahad (3/6) lalu.

Acara yang dilaksanakan pagi hari di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno itu, diikuti seluruh pengurus PAC dan Pimpinan Ranting Fatayat se-Mojowarno.

"Semoga kegiatan pagi ini menjadi berkah dan manfaat, mudah-mudahan akan menjadi program tetap kami setiap tahun untuk tahun berikutnya," kata Ketua PAC Fatayat Mojowarno Khusnul Khotimah.

Acara dimulai dari khataman Al-Qur'an, setelahnya beberapa pengurus PAC Fatayat Mojowarno memberikan santunan kepada 38 anak yatim.

Khusnul menjelaskan, kegiatan khataman Al-Qur'an memang sudah menjadi agenda yang dilakukan secara istiqamah setiap tahunannya. "Sedangkan untuk santunan anak yatim baru terlaksana di Ramadhan tahun ini," imbuhnya.

Dikatakan, untuk kepengurusan PAC Fatayat yang dipimpinnya saat ini, akan menetapkan program santunan terhadap anak yatim menjadi program rutinan setiap tahunnya, khususnya saat Bulan Ramadhan tiba. Rencana ini juga akan dibahas pada rapat kerja (Raker) setelah Hari Raya Idul Fitri tahun 2018 ini. (Syamsul Arifin/Muiz)

Selasa 5 Juni 2018 22:0 WIB
Tadarus Kaderisasi warnai 1 tahun IPNU-IPPNU Solo Raya
Tadarus Kaderisasi warnai 1 tahun IPNU-IPPNU Solo Raya
Tadarus kaderisasi IPNU-IPPNU Solo Raya
Boyolali, NU Online
Dalam rangka memperingati 1 tahun deklarasi IPNU-IPPNU Solo Raya dengan mengadakan Tadarus Kaderisasi di Boyolali, Ahad (3/6). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader dari beberapa cabang di eks. Karesidenan Surakarta atau biasa disebut Solo Raya. 

Tim Kaderisasi PW IPPNU Jawa Tengah  untuk wilayah Solo Raya Siti Muflihah mengatakan, nama Tadarus Kaderisasi di ambil dari filosofi kaderisasi IPNU-IPPNU yang harus senantiasa disimak dan dikawal bersama. Ada beberapa rangkaian kegiatan dalam tadarus kaderisasi ini. 

Dimulai dengan buka bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tarawih,  tadarus, dan diskusi kaderisasi hingga menjelang sahur. Kegiatan ditutup dengan sahur bersama dan sayonara. 

"Dipilihnya Boyolali sebagai tempat perhelatan bukan tanpa sebab. Pasalnya, di kota itulah tempat dideklarasikanya IPNU-IPPNU Solo Raya. Deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen kader IPNU-IPPNU se Solo Raya dalam membangun kaderisasi IPNU-IPPNU di Solo Raya lebih maju," ujar Muflihah. 

Dikatakan, sebelum di deklarasikanya IPNU-IPPNU, kader IPNU-IPPNU se Solo Raya sudah menjalin komunikasi secara masif. Hal itu dibuktikan dengan terbentuknya tim fasilitator IPNU-IPPNU se Solo Raya yang menjadi cikal bakal berdirinya IPNU-IPPNU. 

"Di Soloraya belum bisa dipaksakan untuk menjadi Instruktur atau pelatih, untuk itu mereka diwadahkan dalam fasilitator IPNU-IPPNU Solo Raya. Ke depannya, mereka akan dibimbing untuk menjadi instruktur dan pelatih juga" jelas Siti Muflihah
(Maghfur/Muiz
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG