IMG-LOGO
Daerah

IMNU Yogyakarta Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan

Kamis 7 Juni 2018 5:45 WIB
Bagikan:
IMNU Yogyakarta Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan
Yogyakarta, NU Online
Keluarga besar Nahdliyin yang tergabung dalam pengurus Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) menggelar buka puasa bersama di panti asuhan Bintang Sa'Adillah Al Rasyid Jogjakarta, Senin (4/6).

Kegiatan ini berlangsung khidmat diisi dengan Kultum oleh Gus Said Muhammad selaku dewan Pembina IMNU. Acara buka puasa dan santunan ini selain dihadiri oleh pengurus IMNU Yogjakarta, tampak hadir ketua yayasan dan pengurus panti asuhan Bintan Sa'Adillah Al Rasyid beserta para anak yatim penghuni panti dan juga anak anak kaum dhuafa disekitar panti asuhan.

Saat berlansungnya kegiatan terlihat wajah yang tampak sumringah dan bahagia, baik dari pengurus dan keluarga besar IMNU wilayah Yogyakarta maupun para penghuni dan pengurus panti.

Pengurus panti asuhan Bintang Sa'Adillah Al Rasyid , Khimsin Mutial Roro mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada IMNU Yogyakarta. Ia berharap silaturahim IMNU dan panti asuhan serta warga kalangan bawah NU lainnya bisa terus terjalin.

Muhammad Wahib selaku ketua umum IMNU Yogyakarta mengatakan program buka puasa bersama dan santunan ke panti asuhan ini sebagai sarana amaliyah IMNU untuk turut berbagi kebahagiaan kepada saudara saudari kita yang kurang mampu.

Sementara Gus Eko Marto Salwi, selaku badan penasihat IMNU Yogyakarta mengungkapkan kegiatan ini sebagai sebentuk kepedulian sosial kepada lingkungan khususnya kepada warga santri dan anak-anak kurang mampu.

Said Muhammad, pengurus dan dewan penasihat yang mengisi kultum dalam rangkaian acara kegiatan ini mengajak para warga NU, pengusaha dan orang orang berpunya untuk tidak melupakan anak anak yatim, para kaum dhaif dan panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan.

Panti asuhan Bintang Sa'Adillah Al Rasyid Jogjakarta sendiri merupakan panti asuhan dibawah naungan PWNU DIY, dengan jumlah penghuni sebanyak 30 orang. Panti ini berdiri sejak tahun 2007 berlokasi di Jl Sewon Jogjakarta provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sulaeman/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Kamis 7 Juni 2018 23:0 WIB
PCNU Jombang: Berkhidmat di NU Harus Total
PCNU Jombang: Berkhidmat di NU Harus Total
Turba PCNU Jombang di MWCNU Mojowarno
Jombang, NU Online
Sejak tanggal 4 Juni 2018 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur melaksanakan kegiatan turun ke bawah (Turba) ke semua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), lembaga dan ranting NU se-Jombang dengan membagi lima zona.

Rabu (6/6) malam di Masjid Darul Faizin, Kecamatan Mojowarno Jombang, Turba ini memasuki zona tiga. Puluhan pengurus NU dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU, beberapa pengurus dari empat MWCNU, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU setempat hadir dalam acara ini.

Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid dalam sambutannya mengajak kepada semua pengurus NU yang hadir, untuk berkhidmat kepada NU secara total. Caranya dengan melaksanakan semua amanah Konfercab yang ditelurkan dengan beragam program.

"Pembangunan kantor PCNU akan menelan biaya 12 miliar, dan kita dibantu pemerintah 4 miliar, 8 miliar kekurangannya harus kita tutupi secara mandiri, dan ini harus bisa. Karena berkhidmat kepada NU harus total," katanya.

Ia memaparkan, pembangunan Kantor PCNU Jombang merupakan salah satu amanah Konfercab yang dirumuskan secara bersama-sama 2017 lalu. Karenanya sudah berkewajiban untuk melaksanakannya.

"Itu (pembangunan kantor, red) baru sebagian dari amanah Konfercab. Masih banyak amanah yang lain yang juga harus kita jalankan," jelas Gus Salman sapaan akrabnya.

"Makanya kita semuanya harus benar-benar total mengabdi di NU," imbuhnya menegaskan ungkapan sebelumnya.

Gus Salman menyampaikan amanah-amanah Konfercab guna mengingatkan kepada mereka, yakni MWCNU se-Jombang dalam masa kepengurusan PCNU yang dipimpinnya harus sudah punya kantor sekaligus pendirian BMTNU di setiap kantor MWCNU tersebut.

"Pada tahun 2021 semua MWCNU harus punya kantor dan punya BMTNU. Semua amanah Konfercab, sebelum masa khidmat berakhir harus selesai," tuturnya.

Hingga saat ini, masih ada empat MWCNU yang masih dalam proses membangun kantor. Kendati begitu, ia optimis pada waktu yang sudah ditentukan masing-masing MWCNU akan memiliki kantor.

"Insyaallah tinggal empat MWCNU yang masih belum punya kantor. Dan sampai saat ini MWCNU yang bersangkutan terus berupaya," jelasnya.

Kegiatan Turba diawali dengan pembacaan tahlil bersama dijadikan momen sosialisasi buku zakat praktis yang dibuat oleh PC LBMNU. Kemudian dilanjutkan tanya jawab seputar persoalan zakat yang terjadi di tengah masyarakat.
 
Ketua MWCNU Mojowarno Usman Hasan berharap, semua rangkaian Turba di Mojowarno dapat memberikan manfaat kepada segenap peserta. "Semoga acara ini bisa bermanfaat, kita simak dengan baik paparan dari jajaran PCNU Jombang," ucapnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Kamis 7 Juni 2018 22:30 WIB
Berkat Al-Qur'an Kiai Syahid Cicalengka dan Kiai Syifa Buntet Jadi Dekat
Berkat Al-Qur'an Kiai Syahid Cicalengka dan Kiai Syifa Buntet Jadi Dekat
Ilustrasi
KH Abdullah Syifa Akyas Buntet Pesantren, Cirebon dan KH Q Ahmad Syahid Cicalengka, Bandung memiliki kedekatan yang cukup erat. Kedekatan keduanya bermula dari Al-Qur'an.

Mulanya, KH Akyas Abdul Jamil, ayah Kiai Syifa, menegur Kiai Syahid usai ia tampil mengaji. Karena mendapat perhatian, pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah itu merasa sangat berterima kasih kepada keluarga Kiai Akyas sehingga hubungan keduanya semakin erat.

Hal ini ditambah ketika putra Kiai Syifa, KH Muhadditsir Rifa'i mengaji pada Kiai Syahid pada usianya yang menginjak kelas 5 SD. Bahkan, Kang Hadis, sapaan akrab KH Muhadditsir Rifa'i, merasa begitu diistimewakan saat mondoknya.

"Saya itu seperti sekamar dengan beliau. Hanya dibatasi hordeng," cerita Kang Hadis, Kamis (7/6).

Tiap malam pukul tiga pagi, ia telah dibangunkan untuk shalat tahajud. Pukul setengah empat, ia diminta lari-lari ke bukit. Setelah pulangnya, Kang Hadis telah disediakan susu hangat dengan potongan daging.

"Begitu itu setiap hari," kenang kandidat doktor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) itu.

Jika para santri anak-anak mengaji kepada seniornya, tidak berlaku dengan Kang Hadis. Ia langsung dihadapi oleh Kiai Syahid.

Pada peringatan malam Nuzulul Qur'an di Pondok Al-Inayah Buntet Pesantren, Kang Hadis mengundang dua putra gurunya, yakni KH Cecep Abdullah Syahid dan KH Rif'at Aby Syahid. Kiai Cecep menyebut kedekatan orang tuanya dengan Kiai Syifa itu betul karena Al-Qur'an.

"Keterikatan Kiai Syifa dan Kiai Syahid sejak tahun '85 sampai sekarang karena Al-Qur'an," ujarnya pada Sabtu (2/6) dini hari.

Undangannya itu sebagai bagian dari ikhtiar meneruskan hubungan antara kedua orang tuanya. "Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah di samping saya juga alumni, kita juga meneruskan tradisi hubungan orang tua," kata Kang Hadis, sapaan akrabnya, saat ditanya perihal undangan tetap haflah yang telah digelar untuk keempat kalinya itu.

Kiai Syahid merupakan juara nasional Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) pertama yang saat itu masih dilaksanakan oleh Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH). Salah satu jurinya, saat itu, adalah KH Jawahir Dahlan, qari Buntet Pesantren. Kiai Jawahir, kata Kang Hadis, memberi saran kepada Kiai Syahid saat itu untuk berkunjung ke Buntet Pesantren sehingga membuat kekaribannya berlangsung hingga sekarang. (Syakir NF/Kendi Setiawan)
Kamis 7 Juni 2018 22:0 WIB
Polres Banjar Gelar FGD Antisipasi Paham Radikalisme
Polres Banjar Gelar FGD Antisipasi Paham Radikalisme
Gelar FGD di Polres Banjar
Kota Banjar, NU Online
KH Lili Hasanudin mengatakan bahwa sebagai warga negara Indonesia harus merapatkan barisan dari berbagai komponen. Dimulai dari pihak pendidikan dan ormas Islam supaya terlibat untuk menangkal radikalisme. 

Hal tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kota Banjar, Kamis (7/6).

Kiai Hasanudin yang juga Ketua PCNU Kota Banjar menghimbau kepada seluruh elemen untuk memberikan pengawasan kepada sekolah. Hal tersebut dimaksudkan supaya ketika ada sekolah yang terindikasi atau bahkan tidak mengajarkan pelajaran yang mengandung unsur kebangsaan dalam hal ini Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) harus segera ditindak. 

"Mari melakukan pengawasan di sekolah," ajaknya.

KBO Binmas Polres Banjar Nurrozi menegaskan bahwa paham radikalisme harus dihilangkan sedini mungkin, karena dengan menganggap bahwa Polisi ataupun Pemerintah adalah thagut dan darahnya halal, maka akan selalu menimbulkan kekacauan. 

"Bahayanya apabila hal tersebut ditanamkan sejak usia sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak maka sangat membahayakan di masa yang akan datang," ungkapnya.

Nurrozi mengajak kepada seluruh hadirin bersama-sama mempertahankan NKRI untuk jauh dari paham radikalisme. Karena dengan hilangnya paham radikalisme di Indonesia maka keberlangsungan NKRI akan sangat nyaman dan aman. 

"Mari bersama-sama melawan pihak yang tidak mau hidup rukun dan berpandangan intoleran," tandasnya.

Acara tersebut dilaksanakan oleh Polres Kota Banjar dengan mengusung tema peran ormas Islam dalam antisipasi paham radikalisme di wilayah hukum Polres Banjar dan dihadiri oleh puluhan perwakilan Ormas Islam di Kota Banjar. (Wahyu Akanam/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG