IMG-LOGO
Daerah

Kampung Zakat Terpadu Jadi Percontohan Pemanfaatan Zakat

Jumat 8 Juni 2018 21:45 WIB
Bagikan:
Kampung Zakat Terpadu Jadi Percontohan Pemanfaatan Zakat
Jember, NU Online 
Kampung Zakat Terpadu yang diresmikan beberapa bulan  lalu oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan dijadikan kampung percontohan terkait optimalisasi pemanfaatan  zakat. Karena zakat diyakini tidak hanya mampu mengentas kemiskinan, juga membangun umat dan generasi Islam berkualitas. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kemenag Kabupaten Jember, Fachrur Rozi saat memberikan sambutan dalam penyampaian santunan zakat di Kampung Zakat Terpadu (KZT), Dusun Pace, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kamis (7/6).

Menurut Fachrur Rozi, sebagai percontohan, KZT akan digerojok dengan dana zakat. Dana tersebut akan diperuntukkan untuk membangun fisik maupun non fisik. “Yang fisik, misalnya bedah rumah, dan yang non fisik  kita akan memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak di kampung zakat,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan semua Lembaga Amil Zakat (LAZ)  di Kabupaten Jember. Ia mengaku yakin jika potensi zakat digali dengan sungguh-sungguh, hasilnya akan cukup menggembirakan. Sehingga bisa berbuat banyak untuk memberdayakan masyarakat.  

“Saya punya obsesi, kalau kampung zakat yang ini sudah beres, kelak kita buat kampung zakat lain untuk diberdayakan dengan zakat. Tentu kita seleksi kampung mana saja yang layak kita jadikan kampung zakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Camat Sumberjambe, Heri setyawan. Ia mengaku bangga dengan pembentukan KZT di daerahnya. Ia juga menyatakan akan memprioritaskan kegiatan pembangunan di kampung zakat yang memang masuk katagori di bawah garis kemiskinan itu. 

“Ke depan, kita akan memprioritaskan pembangunan di kampung ini,” tegasya.

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Jember, H Misbahussalam menyambut positif kegiatan tersebut dan berjanji akan memberikan program unggulannya. “Kita punya banyak program unggulan. Semua akan kita berikan di kampung ini, mulai bedah rumah, bantuan pengembangan ekonomi dan pendidikan,” tandasnya.

Dalam penyampan santunan di KZT tersebut setidaknya  215 dhuafa dan 26 yatim menerima zakat dalam bentuk sembako, uang tunai dan  peralatan  sekolah. Total nilainya mencapai  Rp. 46 juta. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Jumat 8 Juni 2018 22:45 WIB
KH Abdul Muqit Arif: Perubahan sebagai Ukuran Sukses Ramadhan
KH Abdul Muqit Arif: Perubahan sebagai Ukuran Sukses Ramadhan
Jember, NU Online
Dari sisi fungsi, puasa bukan ibadah yang berdiri sendiri. Namun berkelindan dengan perilaku usai puasa. Sebab, jika puasa dianggap ibadah yang berdiri sendiri, maka ketika Ramadan usai, selesai semuanya.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arif saat memberikan tausiah pada acara buka bersama di kediaman Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, Jalan Gajahmada, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Jumat (8/6).

Menurutnya, justru yang tak kalah pentingnya dari puasa adalah efek setelah Ramadhan bagi orang yang berpuasa. "Harus ada perubahan (yang lebih baik) setelah puasa," jelasnya.

Malah yang menjadi ukuran sukses puasa adalah perubahan setelah Ramadhan. Sehingga orang yang berpuasa penuh selama sebulan dengan tarawihnya sekalian, belum bisa dikatakan sukses jika setelah Ramadhan tidak ada peningkatan, baik ibadah mahdlah maupun ibadah sosial. 

"Intinya ada peningkatan takwa," jelas Ra Muqit, sapaan akrabnya.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep itu memastikan bahwa  orang yang takwa akan sukses dalam hidupnya. Sebab, konsep takwa adalah mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang politisi, dengan modal takwa, pasti tahu bagaimana cara bergaul dengan masyarakat, yang dari pergaulan itu bisa mendatangkan simpati.

"Kalau dia pemimpin rumah tangga, tentu juga paham bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Dalam kata takwa sudah diatur segala sesuatunya, bagaimana harus  menjalani hidup," urainya.

Ra Muqit menambahkan bahwa sebagian orang berpuasa memang hanya semata-mata untuk meraih pahala. Namun itu saja jelas  tidak cukup tanpa menjadikan puasa sebagai ajang latihan untuk menjadi yang lebih baik.

"Karena inti puasa memang latihan menahan hawa nafsu. Hasil dari latihan itu bisa dilihat kemudian," pungkasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)
Jumat 8 Juni 2018 22:30 WIB
Ansor Tambora Isi Ramadhan dengan Festival Pemuda
Ansor Tambora Isi Ramadhan dengan Festival Pemuda
Jakarta, NU Online
Fenomena masyarakat Jakarta dengan kompleksitas persoalannya menjadi beragam tantangan sendiri bagi para pemuda. Karenanya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tambora Jakarta Barat turut menjawabnya dengan mengisi rangkaian kegiatan positif yang dikemas dalam Festival Pemuda Ramadan 1439 H. Kegiatan juga diisi dialog interaktif anti narkoba, Kamis (7/6) di Season City Mall.

Ketua PAC GP Anasor Tambora, Rizky Iqra mengemukakan kegiatan ini memfasilitasi kreatifitas para pemuda di wilayah Tambora dan menjauhinya dari narkoba. 

Sedangkan pada dialog interaktif menghadirkan Mariatul Fadilah, Dian Arinofa, Taufik Ikhsan Kanit Anti Narkoba Polres Jakarta Barat,  Subartoyo, Kanit Antinarkoba. 

Polsek Tambora, Kapolsek Tambora Kompol Iver son Manossoh menegaskan kepada para peserta untuk tidak menyentuh dan berurusan dengan narkoba. “Karena akan memberikan dampak buruk untuk masa depan, seperti penjara, rumah sakit, bahkan berujung kematian,” katanya. 

Hendra Wijaya sebagai pembina PAC GP Ansor Tambora turut mengimbau senantiasa mengaktifkan diri pada hal positif. “Meningkatkan ketakwaan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ungkapnya. 

Dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Lingkungan menempati posisi terpenting dalam pengaruhnya terhadap tatanan kehidupan sosial. “Maka semua harus bisa tampil menjadi tokoh perubahan untuk wilayah kita masing-masing dengan menebar benih kebaikan itu sendiri, sehingga berbuah menjadi kebaikan lain,” ungkapnya. Dengan kata lain, kebaikan berjamaah akan senantiasa menghiasi setiap tempat, lanjut tokoh masyarakat dan Ketua RW 09 Kelurahan Tanah Sereal tersebut.
 
Acara ditutup Dendy Sekwi dari Pimpinan Wilayah Ansor DKI yang diikuti pemberian santunan dan buka puasa bersama. (Nahraji Zen/Ibnu Nawawi)

Jumat 8 Juni 2018 22:15 WIB
Himpunan Santri Majapahit Adakan Safari Ramadhan di Mojokerto
Himpunan Santri Majapahit Adakan Safari Ramadhan di Mojokerto
Mojokerto, NU Online
Himpunan Santri Majapahit (Hisma) mengisi libur pesantren dengan melakukan safari Ramadhan di Desa Randugenangan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung sepekan sejak 3 hingga 10 Juni.

Pembina Hisma, Chumaidi Nur Syarifuddin mengatakan setidaknya seratus santri mengikuti safari Ramadhan kali ini. Hisma sendiri merupakan gabungan dari para santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang berasal dari Kabupaten serta Kota Mojokerto.

"Kegiatan safari Ramadhan ini diisi dengan kajian keislaman, ngaji Al-Qur’an, ngaji fikih bagi masyarakat luas. Selain itu, para peserta juga dilatih menjadi imam shalat fardlu dan tarawih," katanya, Jumat (8/6)

Pria yang akrab disapa Gus Fuddin ini menambahkan jika kegiatan ini bertujuan melatih mental para santri dan mengisi waktu liburan dengan kegiatan bermanfaat. Kegiatan ini juga didanai secara mandiri oleh para santri dengan cara iuran bersama.

"Biayanya ya mandiri dari santri sendiri, teman-teman santri dibagi tugasnya masing-masing. Ada yang bawa beras, minyak goreng, juga membawa alat masak,” ungkapnya. Hal tersebut tergantung kesepakatan peserta safari, lanjutnya. 

Gus Fuddin juga menjelaskan bila kegiatan ini tak didanai Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Hal ini agar tak memberatkan lembaga dan pengasuh. “Namun kordinasi antara panitia safari dan pengurus pesantren tetap dilakukan secara intensif,” katanya. Kegiatan mengajarkan mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat luas, lanjutnya.


Di Bahrul Ulum sendiri ada bergitu banyak perkumpulan santri dari berbagai daerah yang dinamakan Organisasi Daerah (Orda). Seperti santri yang berasal dari luar pulau Jawa bergabung pada Orda Andalas, santri asal Kabupaten Tuban Jamissbon. Sedangkan santri asal Kabupaten Lamongan ikut Orda Hisla, dan asal Jombang dinamakan Orda Kesaj.

"Safari Ramadlan ini hampir mirip dengan KKN kalau di mahasiswa. Karena selama melakukan safari para santri diminta mengatur kegiatan keagamaan dan juga ada lomba agar suasana desa semakin ramai,” jelasnya. Lomba yang kerap diadakan antara lain pidato, tartil, adzan dan cerdas cermat. 

Safari Ramadlan ini tidak hanya dilaksanakan selama Ramadlan. Acara berlanjut pada pengajian umum sekaligus halal bihalal peserta dengan masyarakat umum pada lebaran ketujuh dengan menunggu kesepakatan kedua belah pihak.

"Safarinya sampai tanggal 10 Juni 2018, tapi nanti setelah lebaran ketupat ada kegiatan halal bi halal dengan warga. Kita buat pengajian umum dan undang pengasuh Bahrul Ulum," pungkas Gus Fuddin. (Syarief Rahman/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG