IMG-LOGO
Nasional

PBNU Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama NU dan Israel

Sabtu 9 Juni 2018 14:35 WIB
Bagikan:
PBNU Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama NU dan Israel
Ketua PBNU H Robikin Emhas.
Jakarta, NU Online
Ketua PBNU H Robikin Emhas mengatakan tidak ada kerja sama antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Israel, baik dalam bentuk program maupun kelembagaan.

"Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerja sama program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel," ungkap Robikin dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (9/6).

Isu kerja sama NU dan Israel mencuat karena adanya pemberitaan kedatangan Katib 'Aam PBNU Yahya Tsaquf (Gus Yahya) ke Israel. Namun, Robikin menegaskan kehadiran Gus Yahya Staquf adalah selaku pribadi. "Bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU, apalagi mewakili PBNU," ujar Robikin. 

Robikin juga menyatakan keyakinannya bahwa kehadiran Gus Yahya tersebut untuk memberi dukungan dan menegaskan kepada dunia, khususnya Israel bahwa Palestina adalah negara merdeka, bukan sebaliknya. "Setiap insan yang mencintai perdamaian mendambakan penyelesaian menyeluruh dan tuntas atas konflik Israel-Palestina," tambah Robikin.

Selain itu Robikin menyebut konflik Israel-Palestina tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Sehingga, diperlukan semacam gagasan out of the book yang memberi harapan perdamaian bagi seluruh pihak secara adil. "Boleh jadi Gus Yahya Staquf memenuhi undangan dimaksud untuk menawarkan gagasan yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya," pungkas Robikin. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
Sabtu 9 Juni 2018 23:15 WIB
Kiai Said: Ramadhan Bulan Melawan Hawa Nafsu
Kiai Said: Ramadhan Bulan Melawan Hawa Nafsu
Menpora bersama Ketum dan Sekjen PBNU
Jakarta, NU Online
KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa bulan Ramadhan berasal dari kata Ramdhan yang memiliki arti batu yang mengandung panas karena sehari penuh menyerap panas matahari. Pada bulan Ramadhan umat islam berhasil melawan musuh bebuyutan yaitu hawa nafsu. 

"Hawa nafsu membuat manusia mudah terpedaya oleh dunia, harta kekayaan, dan jabatan," ucap Said. 

Hawa nafsu yang paling banyak, lanjutnya,  justru dengan polesan agama. Seperti menggunakan alasan agama tetapi ada niat tertentu di baliknya. 

"Mari berjuang demi syariat Islam, demi Agama, demi Al-Qur'an. Menjadi tokoh juga jangan mudah terjebak pada kesombongan. Penceramah senang ditepuktangani karena ramai, itu tertipu oleh hawa nafsu," katanya. 

Dikutip dari kemenpora.go.id, Menpora Imam Nahrawi yang ikut hadir dalam acara buka bersama di PBNU, terlihat khidmat mengikuti acara pengajian di kantor PBNU tersebut. Dalan setiap acara, Menpora tidak pernah lupa berdoa untuk kesuksesan Asian Games. 

"Saya minta doa kalau sebentar lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018. Semoga kita bisa sukses prestasi, sukses administrasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses secara ekonomi untuk masyarakat," ujar Menpora. 

Turut hadir pada kesempatan kegiatan tersebut Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Ketua PBNU H Maksum Mahfoedz, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faisal Zaini, Bendahara PBNU Bina Suhendra, sejumlah Ketua PBNU, ketua lembaga dan banom NU. (Red: Muiz)
Sabtu 9 Juni 2018 22:15 WIB
Berbagai Pihak Tanggapi Dana Desa Kemendes
Berbagai Pihak Tanggapi Dana Desa Kemendes
Jakarta, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) gelar Dialog Interaktif dan Buka Puasa Bersama Menggali Gagasan dan Aksi Kolektif dalam rangka Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Gedung Makarti Muktitama Kemendes PDTT, Jakarta pada Rabu (5/6).

Dalam dialog interaktif ini dihadiri sejumlah narasumber yakni Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Ketua Komisi V DPR RI Faris Djemy Francis, Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari, Akademisi UIN Sunan Kalijaga Abdul Rozaki, dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudi.

Dalam sambutannya, Mendes PDTT Eko Sandjojo menyampaikan capaian pembangunan desa sejak dana desa digulirkan pada 2015 lalu mengalami peningkatan yang signifikan. Capaian tersebut pun tidak hanya dari aspek pembangunan fisik.

"Oleh karena itu, sejak tahun 2015 hingga saat ini alokasi dana desa terus ditingkatkan karena dana desa ini mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi didesa dan serta mengurangi stunting. Apalagi, serapan anggarannya terus meningkat setiap tahunnya," katanya.

Sejumlah capaian dari dana desa dan kinerja Kemendes PDTT mendapat apresiasi dari narasumber yang hadir dalam dialog interaktif. Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan sebuah langkah yang tepat dalam mengatasi kesenjangan, baik kesenjangan sosial maupun kesenjangan pembangunan antara kota dan desa.

“Penggunaan dana desa diharapkan betul-betu bisa menumbuhkan kekuatan ekonomi produktif baru di desa. Sehingga pemerataan keadilan dan kesejahteraan pembangunan dapat merata di seluruh Indonesia," katanya.

Teten mengapresiasi Kemendes PDTT yang selama ini mendorong program Prukades dan BUMDes. Menurutnya, program ini dinilai telah berhasil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di desa.

"Jadi, Prukades dan BUMDes ini sudah tepat untuk turut kita dorong bersama-sama demi terciptanya pertumbuhan pembangunan dan ekonomi serta pendapatan masyarakat didesa," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Faris Djemy Francis menyampaikan bahwa Komisi V yang menjadi mitra kerja Kemendes PDTT akan terus memberikan dukungan kepada Kemendes PDTT berkaitan dengan program-program yang selama ini dinilai telah berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

"Bukan hanya pujian saja, kita juga memberikan kritik pada pemerintah khususnya Kemendes PDTT dalam rangka mengatur program-program agar berjalan dengan sukses karena ini semua untuk rakyat," katanya.

Apresiasi juga diberikan oleh Direktur lembaga survei Indo Barometer Muhammad Qodari yang melaksanakan survei pada Bulan April lalu terkait kepuasan publik terhadap visi Nawacita. Dalam hal ini, Nawacita dimaksud yakni poin ketiga yang berisi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan perdesaan. Capaian visi tersebut menempati posisi yang tertinggi dalam tingkat kepuasan masyarakat.

"Tentunya kalau berbicara kementerian yang menjadi ujung tombaknya adalah Kemendes PDTT. Selamat pada Kemendes PDTT atas capaian-capaiannya dalam program penggunaan dana desa. Walaupun ada juga kontribusi dari kementerian-kementerian yang lain," katanya. (Red: Kendi Setiawan)

Sabtu 9 Juni 2018 15:45 WIB
Kedatangan Gus Yahya ke Israel Mencari Solusi
Kedatangan Gus Yahya ke Israel Mencari Solusi
Ketua PBNU H Marsudi Syuhud.
Jakarta, NU Online
Ketua PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan rencana kedatangan H Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) ke Israel adalah untuk mencari solusi dari sejumlah permasalahan yang melibatkan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Marsudi kepada wartawan usai menghadiri pelepasan Mudik Berkah Bareng NU, di halaman Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Sabtu (9/6) siang.

Menurutnya rencana kedatangan tersebut bersifat pribadi dan merupakan hubungan biasa antara manusia dengan manusia. Ditanya apakah kedatangan Gus Yahya ke Israel sebagai hal yang baik karena saat ini ada larangan warga Indonesia masuk Israel, Marsudi mengatakan hal itu tergantung pada ijtihad Gus Yahya sendiri.

"Kalau dianggap maslahah (oleh Gus Yahya) ya berangkat, kalau nggak maslahah ya tidak berangkat," kata pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Darul Ukhwah Kedoya, Jakarta Barat ini.

Solusi dari larangan warga Indonesia memasuki Israel, sambung Marsudi, adalah kebijakan pemerintah Indonesia.

Diberitakan sebelumnya Katib 'Aam PBNU H Yahya Cholil Staquf diagendakan menghadiri undangan Israel. Isu ini dijadikaan sebagian pihak untuk memojokkan NU, bahwa NU bekerjasama dengan Israel. Sementara masyarakat menilai konflik Israel yang memerangi Palestina sebagai negara Islam, membuat Israel memusuhi Islam dan harus dilawan oleh negara lainnya termasuk Indonesia dan NU. 

Namun, Ketua PBNU H Robikin Emhas menyatakan tidak ada kerja sama antara NU dengan Israel, baik dalam bentuk program maupun kelembagaan. "Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerja sama program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel," ungkap Robikin dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (9/6).

Robikin menilai kalaupun Gus Yahya datang ke Israel itu adalah atas nama pribadi, bukan atas nama Katib 'Aam PBNU apalagi atas nama NU. "Setiap insan yang mencintai perdamaian mendambakan penyelesaian menyeluruh dan tuntas atas konflik Israel-Palestina," ujarnya. (Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG