IMG-LOGO
Daerah

LAZISNU Sumenep Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Mushalla

Senin 11 Juni 2018 18:30 WIB
Bagikan:
LAZISNU Sumenep Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Mushalla
Sumenep, NU Online
NU CARE-Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Sumenep, Jawa Timur memiliki program Bersih-Bersih Masjid dan Mushalla atau B2M.

Dan dengan menggandeng SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Energi Mineral Langgeng (EML), NU Care-LAZISNU menyalurkan bantuan berupa 120 meter karpet alas shalat untuk masjid dan mushalla di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi. 

Direktur NU CARE-LAZISNU Sumenep Abdul Hadi menuturkan, program B2M yang dicanangkan sebenarnya mencakup seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, tidak hanya terpusat di Desa Tanjung atau Kecamatan Saronggi. Hanya saja, khusus Kecamatan Saronggi, kegiatan tersebut sengaja disinkronkan dengan program PT EML.

"Alhamdulillah, meski baru tahap eksplorasi, kami bersyukur bahwa kehadiran PT EML dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat setempat," katanya, Senin (11/6).

Hadi menambahkan, bantuan karpet sepanjang 120 meter tersebut disalurkan oleh pihaknya kepada 22 takmir masjid dan mushalla dari empat dusun yang terdapat di Desa Tanjung. 

"Para takmir umumnya senang dan berterima kasih atas bantuan tersebut," imbuh mantan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU Sumenep ini. 

Sementara, Public Relation Coordinator PT EML Nur Hidayat berharap bantuan yang diberikan akan menambah kenyamanan dalam beribadah. "Meski tidak banyak, kami berharap bantuan karpet untuk masjid dan mushalla tersebut dapat menambah kenyamanan beribadah di akhir Ramadhan kali ini, juga saat shalat Idul Fitri nanti," katanya.

Menurut Hidayat, munculnya ide bantuan karpet tersebut merupakan hasil diskusi pihaknya dengan Direktur NU CARE-LAZISNU Sumenep. "Kebetulan LAZISNU punya program tahunan bersih-bersih masjid dan musalla atau B2M, jadi sekalian kami sinergikan dengan program penunjang operasi EML," tutur alumnus IAIN Sunan Ampel ini.

Fathul Jannah, salah satu tokoh masyarakat Dusun Binaba, Desa Tanjung, berharap kehadiran EML dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. "Selain karpet, kami juga berharap EML mau membantu mushalia di dusun kami yang kondisinya masih memprihatinkan. Sebab, di sanalah mental para remaja dan generasi muda dusun kami dibina oleh para ulama," harap Ketua Rukun Warga 09 Dusun Binaba ini.

Selain karpet, selama Ramadhan, EML juga menyalurkan bantuan masing-masing sebesar Rp 10 juta kepada takmir Masjid Taufiqur Rahman Desa Tanjung dan Masjid Nurul Huda Pagarbatu Desa Pagarbatu. Bantuan tersebut diserahkan di sela acara peringatan Nuzulul Quran yang dihadiri sekitar seribu orang warga Desa Tanjung dan sekitarnya, pekan lalu. (Zainullah/Ibnu Nawawi)
Tags:
Bagikan:
Senin 11 Juni 2018 23:0 WIB
Jadikan Internet Sebagai Ajang Mengais Rejeki
Jadikan Internet Sebagai Ajang Mengais Rejeki
Memanfaatkan internet untuk kegiatan usaha
Sumedang, NU Online
Dalam rangka menambah kapasitas dan ngabuburit ramadhan, admin Instagram santri Sumedang menggelar diskusi Internet Marketing, senin (11/5) yang bertempat di Pondok Pesantren Modern An-Nur Sumedang.

Dalam kegiatan diskusi tersebut, pengelolanadmin IG santri Sumedang mengundang wakil ketua umum Ikatan Marketing Nahdlatul Ulama (IMNU) Fahmi Baihaqqi sebagai narasumber. 

Fahmi Baihaqqi dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa seorang santri yang notabennya remaja dan asik dengan internet, harus memulai mengambil manfaat dari internet tersebut. 

"jangan sampai internet hanya dipakai untuk curhat saja, tapi saat ini mulailah pergunakan untuk menghasilkan uang," ujar Fahmi. 

Dikatakan, untuk memulai usaha lewat internet harus meningkatkan skill terlebih dahulu. "Setelah kemampuan atau skill telah kita kuasai baru kita pasarkan lewat internet," lanjutnya. 

Fahmi juga menyampaikan bahwa dakwah di hari ini jika tanpa dan tidak diiringi peningkatan ekonomi susah untuk berkembang. 

"Usaha dulu baru dakwah," tegas Fahmi. 

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pengurus santri pondok pesantren yang ada di Sumedang, salah satunya dari pondok pesantren An-Nur Sumedang, Darul Qur'an Cimalaka, dan Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta. (Nahru/Muiz)
Senin 11 Juni 2018 22:0 WIB
Bantu Para Pemudik Sebagian dari Jihad
Bantu Para Pemudik Sebagian dari Jihad
Para Personel Posko Mudik PCNU Lampung Selatan
Lampung Selatan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan KH Mahfudz Attijani memberikan apresiasi kepada para anggota Banser, Ansor, Pagar Nusa, IPNU dan Muslimat NU Lampung Selatan yang telah bahu-membahu, bekerjasama memberikan pelayanan kepada para pemudik yang melintasi Kabupaten Serambi Sumatera tersebut.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada sahabat-sahabat Banser NU yang telah berjihad siang malam 24 jam memberikan pelayanan menjaga dan mengamankan para pemudik," ungkapnya melalui pesan tertulis kepada NU Online, Senin (11/6).

Ia menjelaskan bahwa kiprah dan bakti sosial mereka ini dikatakan jihad karena di saat masyarakat sibuk mempersiapkan lebaran di rumah masing-masing, mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu saudara-saudara yang sedang melakukan perjalanan mudik lebaran untuk dapat bertemu dan berlebaran dengan orang tua dan keluarganya.

Jalur lintas Sumatera yang melewati Lampung Selatan memang menjadi jalur utama pemudik tujuan daerah di pulau Sumatera. Oleh karenanya dalam rangka mudik lebaran 2018, Keluarga Besar NU Lampung Selatan ikut berpartisipasi membantu  perjalanan mudik saudara-saudara yang sedang melakukan perjalanan mudik untuk berlebaran bersama orang tuanya dan saudara saudaranya yang ada di daerah sumatera yang melintasi jalan lintas Sumatera.

"Posko Mudik Lebaran KBNU Lampung Selatan bertempat di area kantor PCNU Lampung Selatan dengan alamat Jalan Trans Sumatera Km 35 Kelurahan Lubuk Kamal, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan dengan jarak dari turun kapal pelabuhan Bakauheni lurus terus sekitar 35 km sebelah kiri," jelasnya.

Untuk memberikan kenyamanan para pemudik, posko tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya buka puasa dan minum kopi gratis, parkir luas dan aman, masjid, kamar mandi dan toilet, klinik kesehatan dan juga pijat gratis bagi pemudik yang kelelahan.

"Kami berharap para pimpinan dan pengurus NU dan stakeholders (pemangku kebijakan) untuk membantu memikirkan sahabat-sahabat Banser dengan memberikan reward (hadiah) supaya tambah semangat," ajaknya. (Red: Muhammad Faizin)
Senin 11 Juni 2018 20:30 WIB
Ini Penyebab Potensi Zakat Tidak Sesuai Harapan
Ini Penyebab Potensi Zakat Tidak Sesuai Harapan
Jember, NU Online
Potensi zakat di Indonesia sungguh dahsyat. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya dapat membantu mengentas keterbelakangan dan kemiskinan yang diderita oleh sebagian banyak umat Islam, tapi juga bisa mengangkat derajat ekonomi masyarakat.

Demikian diungkapkan Direktur Aswaja NU Center Jember, Jawa Timur, KH Abdul Haris saat menjadi narasumber pada acara Diagra (Dialog Agama Via Udara) di Masjid Besar Al Baitul Amin, Senin (11/6).

Menurutnya, dari berbagai pemikiran yang mengemuka,  besarnya potensi dan manfaat  zakat di Indonesia, tak diragukan lagi. "Namun sayang, hal tersebut masih belum bisa direalisasikan secara optimal," katanya.

Dalam pandangan Kiai Abdul Haris, belum maksimalnya pemanfaatan zakat setidaknya  disebabkan oleh dua hal.

Pertama, terkait konsep amil atau panitia zakat yang muncul secara sporadis. “Masing-masing amil tidak ada koordinasi sama sekali, dan bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya. Selain itu, amil tidak punya data base tentang siapa yang wajib mengeluarkan zakat dan yang berhak menerima, lanjutnya.

"Kendala yang lain, amil tidak pro aktif, hanya menunggu muzakki atau orang yang wajib zakat,"  jelasnya.

Kedua, terkait dengan orientasi pembagian zakat. Dikatakan Kiai Abdul Haris, pembagian zakat seharusnya bukan untuk kepentingan konsumtif tapi produktif. Misalnya, untuk keperluan pengembangan usaha. Sehingga dana zakat dapat menciptakan lapangan kerja atau setidaknya memberdayakan penerima zakat.

"Harapannya kelak, mustahik yakni penerima zakat dapat berubah menjadi muzakki," jelasnya.

Koordinator Komisi Fatwa MUI Jember itu lalu mengutip sebuah penelitian bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp. 300 triliun per tahun. Sebuah angka yang sungguh luar biasa besar. Namun potensi tersebut belum bisa diarasakan manfaatnya oleh masyarakat karena dua kendala di atas.

Katanya, yang menetapkan kewajiban zakat bukan manusia tapi Allah. Sehingga dalam catatan sejarah, siapapun yang tidak membayar zakat, maka diperangi.

"Amil kalau mempunyai legalitas hukum, boleh memaksa muzakki untuk menarik zakat. Dengan demikian potensi zakat bisa digali lebih dalam," tandasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG