IMG-LOGO
Daerah

Dekan Febi IAIN Jember: Perlu Dibudayakan Zakat Produktif

Rabu 13 Juni 2018 17:30 WIB
Bagikan:
Dekan Febi IAIN Jember: Perlu Dibudayakan Zakat Produktif
Mochammad Chotib. (dok: Aryudi)
Jember, NU Online
Pembagian zakat secara langsung kepada mustahik (penerima zakat) dalam bentuk barang konsumsi perlu dievaluasi. Sebab cara tersebut dinilai kurang efektif untuk mengentas kemiskinan dalam jangka panjang. 

Penilaian tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Jawa Timur, Mochammad Chotib kepada NU Online di kantornya, Selasa (12/6).

Menurutnya, pembagian zakat semacam itu hanya bisa menghilangkan dahaga sementara walaupun bukan hal buruk.  Sebab barang  konsumsi akan cepat habis seiring dengan kebutuhan hidup manusia. 

"Namun secara ekonomi tentu kurang memiliki efek yang besar dalam jangka panjang untuk mengentas kemiskinan," tuturnya.

Ia menambahkan, sejatinya instrumen zakat dan sedekah memang bertujuan untuk meningkatkan derajat ekonomi umat sehingga kaum kelas sosial terendah seperti fakir miskin dan dhuafa wajib diprioritas dalam penyaluran zakat.

"Untuk sasarannya mungkin sudah betul, tapi orientasi peruntukannya masih perlu diperbaiki," jelasnya.

Dalam pandangan Islam, kata Chotib, zakat yang lebih dianjurkan adalah zakat produktif, yaitu penyaluran zakat dalam bentuk pemberdayaan kemandirian ekonomi melalui modal wirausaha beserta keterampilan dan peralatannya. 

Sehingga kelak status sosialnya berubah dari  penerima zakat ke pemberi zakat atau muzakki. Atau bisa juga zakat diwujudkan beasiswa pendidikan bagi anak warga miskin dan yatim piatu. 

Untuk sistem penyaluran zakat seperti itu memang butuh biaya. Karenanya, lanjut Chotib, lebih baik zakat diberikan kepada lembaga atau badan amil zakat yang kredibel agar dana zakat seluruh warga bisa terkumpul dan disalurkan lebih mengena untuk menanggulangi kemiskinan. 

“Saya kira ke depan, penyaluran  zakat untuk kepentingan produktif perlu dibudayakan,” pungkasnya . (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi



Tags:
Bagikan:
Rabu 13 Juni 2018 22:30 WIB
Di Kawasan Ini, Banser Kawal Pelaksanaan Shalat Tarawih
Di Kawasan Ini, Banser Kawal Pelaksanaan Shalat Tarawih
Pematangsiantar, NU Online
Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser melakukan pengamanan terhadap kegiatan shalat tarawih. Hal tersebut dilakukan selama sebulan penuh demi memastikan kegiatan ibadah berjalan lancar tanpa kendala.

Penegasan ini sebagaimana disampaikan Sartono, Kepala Satkorcab Banser Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (12/6). 

“Pengamanan shalat tarawih dilaksanakan khusus di Kelurahan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar,” katanya. Hal tersebut dilakukan karena Kelurahan Tanjung Tongah berada di wilayah perbatasan antara Kota Pematangsiantar dengan Kabupaten Simalungun, lanjutnya.

Pengamanan Banser Pematangsiantar yang dilaksanakan sebulan penuh sampai pada malam takbir mendapat sambutan hangat masyarakat, terutama jamaah shalat tarawih.

“Bahkan apa yang dilakukan ini mendapat apresiasi aparat kepolisian,” ungkapnya. Karena partisiapasi dari organisasi kepemudaan seperti Ansor sangat membantu dalam upaya menciptakan ketentraman umat yang beribadah.

Bahkan pada kesempatan buka bersama, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pematangsiantar, Arjuna SP menginstruksikan kegiatan pengamanan juga dilaksanakan di masjid saat shalat Idul Fitri. 

“Ini demi melaksanakan instruksi Ketua Umum PP GP Ansor KH Gus Yaqut, agar Banser Pematangsiantar berpartisipasi dalam kegaitan posko mudik sebelum dan sesudah lebaran,” tandas Arjuna. (Red: Ibnu Nawawi)
Rabu 13 Juni 2018 20:15 WIB
IPNU-IPPNU Peterongan Melatih Kemandiriaan Berorganisasi Melalui Sedekah
IPNU-IPPNU Peterongan Melatih Kemandiriaan Berorganisasi Melalui Sedekah
IPNU-IPPNU Jombang berbagi sedekah
Jombang, NU Online
Banyak manfaat dan tujuan dalam kegiatan bersedekah bagi-bagi takjil yang dilakukan berbagai kalangan di setiap Bulan Ramadhan tiba. Tak hanya sebagai wujud sedekah kepada para pengguna jalan, namun juga dapat digunakan untuk melatih kemandirian dalam berorganisasi.

Seperti yang dilakukan sejumlah pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Para pelajar NU ini membagikan sekitar 200 lebih paket takjil gratis bagi pengendara lalu lintas dengan sumbangan suka rela antar mereka.

"Bagi takjil kali ini agak berbeda, semua makanan yang kami bagikan berasal dari sumbangan sukarela anggota IPNU-IPPNU," kata Ketua PAC IPNU Peterongan Robby Irkham Abdi.

Dikatakan, kegiatan yang berlangsung di depan Puskesmas Peterongan pada Selasa (12/6) itu, selain sebagai ajang untuk berbagi di Bulan Ramadhan, bagi-bagi takjil juga untuk melatih para anggota berdonasi di semua acara IPNU-IPPNU. Pasalnya di beberapa kesempatan, mereka dibiasakan mandiri khususnya yang berkaitan dengan finansial, termasuk di momen bagi-bagi takjil tersebut.

Atas acara ini, Pembina IPNU-IPPNU Peterongan Dimyati mengapresiasi seraya dia berpesan untuk terus berjuang membesarkan NU.

"Kalian semua pelajar-pelajar hebat, kalian sibukkan hari-hari kalian demi perjuangan NU. Terlebih di acara bagi-bagi takjil ini, semoga amal baik kalian dan jerih payah kalian, senantiasa Allah Ridla, dan Allah menyertai di setiap langkah kalian," tuturnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Rabu 13 Juni 2018 19:45 WIB
Polres Jombang Sumbang Rp150 Juta untuk Gedung PCNU
Polres Jombang Sumbang Rp150 Juta  untuk Gedung PCNU
kupon infaq pembangunan gedung NU Jombang
Jombang, NU Online 
Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid memaparkan, donasi dari jajaran kepolisian Jombang hingga saat ini sudah terkumpul kurang lebih dari Rp150 juta. Nominal ini masih bersifat sementara, dan besar kemungkinan akan terus bertambah.

Berbagai kalangan berpartisipasi dalam pembangunan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur. Dari nahdliyin sendiri hingga unsur pemerintahan menyisihkan sebagian rezekinya untuk didonasikan melalui pembelian voucher jariyah yang diluncurkan PCNU setempat saat peletakan batu pertama beberapa waktu lalu.

"Voucher Jariyah seharga Rp50 ribu, sebanyak 7 ribu lembar kita edarkan di kepolisian. Nominal sementara sudah Rp150 juta," ungkapnya dalam pekan ini.

Dari jumlah donasi tersebut ia menilai pihak kepolisian juga tampak antusias dalam pembangunan kantor PCNU yang diperkirakan akan menelan biaya sebesar 12 miliar itu.

Di samping itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Babus Salam Kalibening Mojoagung ini, Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto mengintruksikan langsung kepada segenap anggotanya untuk turut beramal jariyah dengan cara turut menyukseskan pembangunan kantor.

Sebelumnya, AKBP Fadli Widiyanto berdonasi sebesar 40 juta rupiah untuk pembangunan kantor melalui pembelian voucher jariyah. Dan ditransfer lewat Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jombang.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Kapolres Jombang mengungkapkan, pihak kepolisian sudah seharusnya membantu apa yang menjadi kebutuhan NU. Satu sisi hal itu menurutnya memang amanah dari Kapolri.

"Sudah sepatutnya kami membantu NU ketika NU membutuhkan bantuan Polri dan ini juga melaksanakan amanah serta perintah dari bapak Kapolri," katanya. 

Selain itu paparnya, peran NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan upaya untuk menangkal paham radikal menjadi alasan utama pihak kepolisian dengan NU slalu bermitra. 

"NU selama ini telah menjadi mitra Polri dalam berbagai hal terutama menangkal masuknya paham radikal yang dapat mengancam keutuhan NKRI serta kebhinekaan Indonesia," jelasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG