Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Sosok KH Muhyiddin Abdusshomad yang Gemar Silaturahim

Sosok KH Muhyiddin Abdusshomad yang Gemar Silaturahim
Jember, NU Online 
Kendati  sudah termasuk sesepuh, namun KH Muhyiddin Abdusshomad tidak mengabaikan tradisi sowan di setiap Idul Fitri. Bila suasana senggang saat lebaran, maka dimanfaatkan untuk silaturahim ke sejumlah kiai dan tetangga sekitar. 

Setidaknya itulah gambaran dari sosok Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Jawa Timur in. Kala para tamu yang silaturahim ke rumahnya mulai sepi, buru-buru meluncur ke Suger Kecamatan Jelbuk dan Sumberwirngin Kecamatan Sukowono untuk sowan sekaligus bermaaf-maafan dengan kiai sepuh di kedua desa itu. 

Di Suger, ada sejumlah pengasuh pesantren dan masih ada hubungan famili dengan Kiai Muhyiddin. Sedangkan di Sumberwringin, di situlah Kiai Muhyiddin pernah mengenyam pendidikan agama dan menjadi santri langsung KH Khotib Umar dan ayahnya KH Umar.

“Ya, tadi saya masih ke Suger,” tukas Kiai Muhyiddin kepada NU Online di Komplek Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Ahad (17/6).

Siang itu,karena tidak ada tamu, Kiai Muhyiddin berkeliling di kompleks pesantren, mengecek sejumlah bangunan yang  selesai maupun yang belum rampung. Di antaranya Rusunawa, gedung sekolah dan lapangan futsal.

“Begini ini (sepi) kalau tidak ada santri,” lanjutnya sambil mengajak NU Online keliling kompleks pesantren.

Di luar lebaran, Kiai Muhyiddin termasuk salah satu kiai yang rajin sowan kepada para kiai dan kerabat. Meski termasuk tokoh yang sibuk, tapi setiap ada peluang selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi kiai dan tokoh-tokoh NU. Kalau diundang masyarakat, jika tidak bersamaan dengan undangan yang disanggupi sebelumnya, Kiai Muhyidin pasti datang walaupun yang mengudang sekedar untuk keperluan tahlil 40 harinya warga.

Sekian tahun yang lalu, Kiai Muhyiddin pernah ditawari untuk mengikuti sebuah acara pelatihan  di London, Inggris. Namun ia menolak, dan jatah “jalan-jalan” itu diberikan kepada pengurus NU Jember, HM Misbahus Salam. Alasannya, ia berat meninggalkan masyarakat jika sewaktu-waktu memerlukan, sementara dirinya berada di luar (Inggris).

“Untuk apa saya keluar, sementara di rumah banyak yang butuh,” tandasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi

BNI Mobile