::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tradisi Syawalan Pekalongan Hadirkan Lopis Seberat 1,4 Ton

Kamis, 21 Juni 2018 06:00 Daerah

Bagikan

Tradisi Syawalan Pekalongan Hadirkan Lopis Seberat 1,4 Ton
Lopis seberat 1,4 ton ramaikan syawalan di Pekalongan (foto: istimewa)
Pekalongan, NU Online
Tahun ini lopis raksasa seberat 1,4 ton siap memeriahkan tradisi syawalan atau tujuh hari setelah Lebaran di Gang 8 Krapyak Kidul, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Jumat (22/6) besok. Lopis yang dibuat tahun ini lebih berat dari tahun lalu, hanya 1,2 ton.

Dua hari menjelang syawalan, lopis raksasa berdiri di depan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Modern Miftahul Ulum Gang 8 Krapyak Kidul, Rabu (20/6).  

Koordinator Panitia Syawalan Gang 8 Krapyak Kidul Fahrudin mengatakan, proses pembuatan lopis raksasa dimulai sejak Ahad (17/6). Proses pembuatannya selama tiga hari tiga malam. "Baru tadi malam diangkat," katanya.

Menurut dia, pembuatan lopis raksasa itu menghabiskan 450 kuintal beras ketan, 250 lembar daun pisang dan 48 batang bambu. Lopis seberat 1,4 ton dengan tinggi 205 sentimeter dan diameter 237 sentimeter.

"Lopis yang kami buat tahun ini lebih berat dibandingkan lopis yang kami buat pada tahun lalu," katanya, sebagaimana dirilis suaramerdeka,com. 

Dikatakan, tahun lalu, Panitia Syawalan Gang 8 Krapyak membuat lopis dengan berat 1,206 ton, diameter 237 sentimeter dan tinggi 195 sentimeter.

Biaya pembuatan lopis raksasa tersebut berasal dari Pemkot Pekalongan Rp 30 juta. Selain itu swadaya masyarakat. Rencananya, lopis raksasa itu akan dipotong Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Pekalongan pada perayaan syawalan di Krapyak Kidul Gang 8, Kelurahan Krapyak, Jumat (22/6) pagi.

"Masih hangat," kata Gian (26) sembari mengelus lopis raksasa tersebut. Warga Jakarta itu bersama suaminya yang berasal dari Bojong, Kabupaten Pekalongan datang untuk bersilaturahim di rumah saudaranya di Krapyak. Usai bersilaturahim, mereka diantar saudaranya untuk melihat lopis raksasa.

"Saya belum pernah melihat lopis. Apalagi besarnya seperti ini. Makanya tadi minta diantar ke sini untuk melihat lopis raksasa," sambung Gian. 

Selain Gian dan suaminya, tampak Ernawati dan dua anaknya juga tengah berfoto dengan latar lopis raksasa. "Mumpung masih sepi, bisa foto-foto sepuas hati. Kalau besok, pasti sudah tidak bisa foto-foto. Pasti penuh sesak," kata Ernawati usai berkunjung ke rumah saudaranya di Krapyak. (Red: Muiz)