IMG-LOGO
Nasional

Ansor-Banser Kudus Kecam Penghinaan Ulama NU

Sabtu 23 Juni 2018 19:45 WIB
Bagikan:
Ansor-Banser Kudus Kecam Penghinaan Ulama NU
PC Ansor Kudus kecam penghina ulama NU
Kudus, NU Online
Berbagai ujaran kebencian dan penghinaan yang ditujukan kepada para ulama NU disikapi dengan kecaman keras oleh GP Ansor dan Banser Kabupaten Kudus. 

"Saat ini NU mendapat tantangan berat, ulama kita dihina oleh oknum tertentu. Ketika kiai kita dihina, maka kita akan melawannya," ujar  Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kudus H  Sarmanto Hasyim di Kompleks Menara Kudus, Sabtu (23/06). 

Dalam pernyataan sikapnya, Sarmanto menegaskan bahwa penghinaan yang dituduhkan kepada KH Yahya Cholil Staquf terkait kunjungannya ke Israel beberapa waktu lalu sudah melampaui batas. Ia mengingatkan kepada para oknum, utamanya yang berafiliasi kepada anggota partai untuk menghentikan tindakan tidak beradab itu.

"Perjuangan yang dilakukan oleh KH Yahya di Israel merupakan bagian dari dakwah Islam yang menjunjung perdamaian bukan pengkhianatan," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Sarmanto, kami menyatakan tiga sikap. Pertama, mengecam keras pernyataan dan sebutan tidak beradab yang dilakukan oleh oknum tertentu, utamanya kader PKS agar mencabut dan meminta maaf atas pernyataan itu kepada kiai yang bersangkutan.

"Kami ingatkan kepada mereka agar meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada Kiai Yahya Staquf," jelasnya.

Kedua, mengajak warga negara Indonesia untuk mengutuk keras tindakan pelecehan nama ulama NU itu serta menjaga marwah dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang cinta damai dan berakhlak mulia.

"Yang ketiga, kami berharap ini menjadi akhir tragedi penghinaan ulama, seperti yang juga dialami oleh KH Maimoen Zubair, Gus Mus, Kiai Said, Kiai Ishomudin dan KH Ma'ruf Amin," paparnya.

Sebelum membacakan pernyataan sikap, ratusan kader Ansor – Banser Kudus melaksanakan ziarah di makam Sunan Kudus. Usai itu, mereka melanjutkan perjalanan untuk ziarah menuju makam Sunan Muria. (M Farid/Adib/Muiz)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 23 Juni 2018 23:30 WIB
Diperlukan Banyak Sosok yang Mampu Implementasikan Gagasan Gus Dur
Diperlukan Banyak Sosok yang Mampu Implementasikan Gagasan Gus Dur
Kunjungan Gusdurian Sumenep ke Jombang
Jombang, NU Online
Pendeta Suyono dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang menyampaikan kondisi Indonesia saat ini memerlukan sebanyak mungkin sosok yang bisa mengimplementasikan gagasan dan pikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hanya dengan cara ini, bangsa Indonesia bisa merawat kemajemukannya. 

“GKJW Jombang secara institusi selalu terbuka bagi siapa pun dan berusaha mengambil inisiatif untuk memperkuat kebinekaan,” kata Pendeta Suyono saat menyambut puluhan pemuda Muslim dari Gusdurian Sumenep yang melakukan kunjungan dan dialog di GKJW Jombang, Jawa Timur, Kamis (21/6).

Menurutnya Kabupaten Jombang merupakan salah satu contoh bagaimana keragaman dirawat dengan baik. "Jombang ini mengklaim dirinya sebagai Kota Santri namun cukup banyak gereja di sini. Jumlahnya sekitar seratusan. Kami hidup berdampingan, saling menjaga dan menghormati," tutur pendeta yang baru bertugas November lalu.

Hal ini dibenarkan Ketua Gusdurian Jombang, Aan Anshori saat memberikan pemantapan dalam forum tersebut. Pengajar Kelas Pemikiran Gus Dur ini mengapresiasi peserta yang tidak alergi datang ke gereja. "Tidak mungkin kita mengaku bersaudara kalau tidak saling bersilaturahmi. Nah banyak orang yang belum berani masuk ke gereja," kata mantan aktivis PMII Jombang ini.

Padahal, menurut Aan, keengganan mengenal kelompok yang berbeda seringkali mendorong naiknya kadar intoleransi dan memicu gesekan. Menurutnya kunci aktifisme Gus Dur terletak pada silaturahim.

"Bagi hampir seluruh peserta, kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya. Pengalaman pertama masuk gereja dan makan suguhan orang Kristen,” tegas Aan.

Dialog dan silaturahim dengan GKJW Jombang tersebut menjadi hal istimewa mengingat kebanyakan masyarakat saat ini masih menikmati liburan Idul Fitri, namun pemuda Sumenep justru belajar toleransi dan gagasan Gus Dur di Jombang.

Kedatangan rombongan menggunakan dua mobil dan menempuh perjalanan berjam-jam. Rombongan juga berziarah ke makam Gus Dur di komplek Pondok Pesantren Tebuireng. 

"Kami sangat menghormati Gus Dur dan berkeinginan melanjutkan gagasan humanismenya. Kami ingin belajar dari Jombang," kata Fairozi, pimpinan rombongan yang sekaligus ketua Gusdurian Sumenep. (Syarief Rahman/Kendi Setiawan)

Sabtu 23 Juni 2018 22:0 WIB
UIN Sunan Kalijaga Siap Kenalkan Islam Nusantara
UIN Sunan Kalijaga Siap Kenalkan Islam Nusantara
foto: illustrasi
Yogyakarta, NU Online
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, siap menjadi tuan rumah Konferensi Internasional dan Pertemuan Perguruan Tinggi Islam Se-ASIA (ASIAN Islamic Universities Association/AIUA) yang bakal digelar 2-5 Juli 2018 mendatang di universitas setempat.

Di tengah acara internasional tersebut, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakata, akan memperkenalkan konsep Islam Nusantara kepada perwakilan dari 100 perguruan tinggi sehingga Asia. 

"Ini kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan konsep Islam Nusantara bagi para delegasi," kata Yudian Wahyudi di kampus setempat, Jumat (22/6), sebagaimana dirilis suaramerdeka.com.

Menurutnya, pertemuan AIUA ini sangat penting karena akan dibahas dan disepakati bersama pedoman serta instrumen sertifikasi/akreditasi terhadap pendidikan maupun jurusan ke-Islaman. "Semua ketentuan akan dibahas  dalam pertemuan ini," katanya lagi.

Dalam pertemuan ini, lanjut rektor, UIN Sunan Kalijaga, bertindak bukan hanya sebagai tuan rumah, tapi melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)-nya juga ditunjuk sebagai sekretarian lembaga akreditasi/sertifikasi AIUA.

Namun yang lebih penting kehadiran 1.000 orang kebih yang mewakili 100 perguruan tinggi Islam se-ASIA ini merupakan momen yang tepat memperkenalkan Islam Nusantara yang sekarang sedang menjadi pembicaraan dunia.

“Islam Indonesia oleh dunia diakui sebagai wajah Islam yang sepenuhnya membawa cinta kasih, toleransi, dan saling menghormati dengan agama lain. Dunia ingin mencontohnya,” terang Yudian.

Secara umum, Yudian menerangkan Islam yang berkembang di Indonesia sejak jaman dulu adalah Islam yang mampu merangkul nilai-nilai lokalitas yang dianut pemeluknya tanpa pernah meninggalkan kewajiban ajaran. Nilai-nilai lokalitas ini dianggap sebagai salah satu jalan masuk untuk diterima masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, dunia juga melihat kebaikan Islam Nusantara selama ini tidak pernah ikut campur terhadap perkembangan Islam di negara-negara lainnya. 

"Sikap ini berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh negara-negara Islam lainnya terutama di Timur Tengah," jelasnya. (Red: Muiz)
Sabtu 23 Juni 2018 18:45 WIB
Kala Mendes Eko Nobar Piala Dunia dengan Warga Yogyakarta
Kala Mendes Eko Nobar Piala Dunia dengan Warga Yogyakarta
Yogyakarta, NU Online
Piala dunia 2018 yang tengah bergulir di Rusia sejak 14 Juni lalu menjadi euforia di kalangan masyarakat baik di kota maupun di desa. Sejumlah pejabat tak mau ketinggalan untuk menikmati momen empat tahunan tersebut. Bahkan, sejumlah Menteri Kabinet Kerja juga ikut menyemarakkan Piala Dunia dengan cara mereka masing-masing.

Salah satunya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo yang menikmati momen piala dunia dengan nonton bareng (nobar) bersama masyarakat desa di Kampung Mataraman, Desa Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta.

Mendes PDTT Eko nobar antara kesebelasan Islandia melawan Nigeria semalam, Jumat (22/6) di mana Nigeria menang dengan skor 2-0. Sebelum laga antara Islandia dan Nigeria, Mendes Eko sempat menyaksikan pertandingan antara Brasil melawan Kostarika yang dimenangkan Brasil dengan skor 2-0.

Kemenangan tim Brasil atas Kostarika membuat Menteri Eko bahagia. Pasalnya, Brasil merupakan tim favoritnya yang diprediksi bakal menjadi juara Piala Dunia 2018. "Saya dukung Brasil jadi juara," katanya usai nobar piala dunia bersama warga desa.

Brasil dalam event Piala Dunia 2018 di Rusia ini berada di grup E bersama dengan tim Serbia, Swiss, dan Kostarika. Pada laga pertamanya, Brasil ditahan imbang Swiss dengan skor 1-1. Sehingga dengan kemenangan melawan Kostarika, Brasil bertengger di posisi pertama grup E dengan raihan poin 4. Poin yang sama dengan Swiss setelah turut memenangkan pertandingan melawan Serbia dengan skor 2-1. Swiss kalah selisih gol dengan Brasil dalam klasemen sementara grup E.

"Sejak kecil saya sudah ngefans ama Brasil. Tim Samba Brasil punya gaya permainan sepakbola yang indah karena para pemainnya yang menari-nari seperti tarian samba," ungkapnya.

Mendes Eko berharap, tim Samba Brasil terus melaju ke babak selanjutnya hingga menjadi juara Piala Dunia yang keenam kalinya. "Banyak pemain Brasil seperti Neymar yang sudah tidak diragukan lagi dalam urusan mencetak gol. Belum pemain-pemain lainnya yang tentunya bisa membuat brasil menjadi juara Piala Dunia yang keenam kalinya," kata Mendes Eko.

Dalam nonton bareng bersama masyarakat desa, Menteri PDTT Eko didampingi oleh Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi, Direktur Jenderal Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid dan Staf Khusus Kemendes PDTT Indra Muda Salim. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG