IMG-LOGO
Internasional

Senyum Perempuan Saudi Usai Diperbolehkan Mengemudi Mobil

Ahad 24 Juni 2018 12:30 WIB
Bagikan:
Senyum Perempuan Saudi Usai Diperbolehkan Mengemudi Mobil
Perempuan Arab Saudi (Foto: Reuters)
Riyadh, NU Online
Kaum perempuan pemegang surat izin mengemudi (SIM) di Arab Saudi kini diperbolehkan menyetir setelah kerajaan tersebut resmi mencabut larangan mengemudi bagi perempuan.

"Ini merupakan momen bersejarah bagi setiap perempuan Saudi," kata pembaca acara televisi Saudi, Sabika al-Dosari, kepada kantor berita AFP dikutip NU Online, Ahad (24/6) dari bbc.com.

Dia mengaku telah merasakan berkendara beberapa menit setelah larangan mengemudi dicabut pada Sabtu (23/6) tengah malam waktu setempat.

"Hari-hari ketika kami menunggu supir selama berjam-jam telah berakhir," kata mahasiswi jurusan farmasi, Hatoun bin Dakhil, 21 tahun.

"Kami tidak perlu lagi laki-laki," imbuhnya.

Pencabutan larangan mengemudi diterapkan setelah Arab Saudi untuk pertama kalinya merilis surat izin mengemudi untuk kaum hawa, pada 4 Juni lalu.

Walau pemerintah Arab Saudi telah merilis SIM, sebanyak delapan pegiat yang menyuarakan agar perempuan bisa mengemudi ternyata ditangkap. Mereka ditahan bulan lalu dan dituduh sebagai "pengkhianat" lantaran bekerja dengan pihak asing.

Loujain al-Hathloul, seorang pegiat yang gencar menyuarakan agar perempuan diperbolehkan mengemudi, diyakini sebagai salah satu figur yang ditangkap.

Al-Hathloul sudah beberapa kali ditahan, termasuk pada 2014 ketika dia berupaya mengemudi melintasi perbatasan menuju Uni Emirat Arab. Saat itu dia ditahan selama 73 hari di pusat penahanan remaja.

Selain Al-Hathloul, sudah ada puluhan perempuan Saudi yang ditangkap gara-gara mengemudi di Riyadh pada 1990. Kemudian, beberapa perempuan Saudi merilis rekaman video saat mereka mengemudi pada 2008 dan antara 2011-2014.

Pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan merupakan bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi.

Langkah lainnya dalam program itu, antara lain membuka bioskop dan mengizinkan perempuan menonton pertandingan sepak bola di dalam stadion.

Meski demikian, masih ada sejumlah hal-hal yang tidak boleh dilakukan perempuan Saudi, semisal membuka rekening bank sendiri.

Untuk membuka rekening bank atau bepergian, perempuan Saudi masih harus didampingi kerabat pria atau dibekali izin tertulis dari ayah atau suami. (Red: Fathoni)
Bagikan:
Ahad 24 Juni 2018 9:0 WIB
Dubes RI Hadiri HUT POMAD ke-72 di Lebanon
Dubes RI Hadiri HUT POMAD ke-72 di Lebanon
Beirut, NU Online
Anggota Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) yang tergabung dalam Satgas SEMPU (Sector East Military Police Unit) XXV-J/UNIFIL mengadakan tasyakuran, Sabtu (23/6). Kegiatan juga dalam rangka hari ulang tahun POMAD ke-72 yang diselenggarakan di Gajah Mada Base UNP 7-3 Blate, Marjayoun, Lebanon Selatan. 

Pada kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Lebanon, HA Chozin Chumaidy beserta ibu hadir sebagai tamu kehormatan. Turut hadir juga Komandan Kontingen Garuda TNI UNIFIL, Kolonel Murbianto Adhi Wibowo, CoS MTF Kolonel Laut (P) Wasis Priyono beserta segenap Komandan Satgas Konga TNI UNIFIL.

Dansatgas SEMPU XXV-J/UNIFIL, Letkol CPM Yudho Pramono menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kehadiran Dubes RI. Kehadiran Dubes ditegaskan menambah kesan khusus bagi para prajurit polisi militer yang tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon. 

Dubes Chozin mengucapkan selamat ulang tahun kepada anggota Polisi Militer Angkatan Darat. Dirinya juga mengapresiasi prestasi serta hasil kerja anggota POMAD dan seluruh Polisi Militer Angkatan yang tergabung dalam satgas SEMPU. Mereka bertugas sebagai polisi militer internasional di daerah operasi sektor timur UNIFIL. 

“Kedisiplinan dan profesionalisme merupakan kunci yang menjadikan pasukan KONGA TNI selalu mendapat apresiasi dan pengakuan dari para pejabat UNIFIL,” katanya. 

Di akhir sambutan dubes berpesan kepada para pasukan agar kekompakan dan kebersamaan yang dibina dengan polisi militer internasional lainnya. “Terus jaga dengan baik  (kebersamaan) dan sebagai duta bangsa tentunya harus senantiasa menjaga martabat bangsa di dunia internasional,” tandasnya. 

Tasyakuran dilaksanakan secara sederhana namun khidmat, di mana puncak acara diisi pemotongan tumpeng dilanjutkan doa bersama dan ramah tamah. 

Di penghujung acara Dubes RI mendapat kehormatan untuk menanam pohon di area Gajah Mada Base sebagai simbol perdamaian. (Red: Ibnu Nawawi

Sabtu 23 Juni 2018 21:30 WIB
Pergunu Depok Sampaikan Khutbah Damai Pro Palestina
Pergunu Depok Sampaikan Khutbah Damai Pro Palestina
Suasana khutbah Jumat di Masjid Al Muhajirin, Kompleks Pancoran Mas Permai (22/6)
Depok, NU Online
Salah satu bentuk ketakwaan adalah mencontoh para alim ulama Nusantara. Para alim ulama tidak hanya berjuang untuk agama, namun juga bangsa Indonesia.

"Alim ulama Nusantara sejak dahulu berjuang mencerdaskan dan menyelamatkan bangsa Indonesia dan dunia. Kita harus mengingat sepak terjang para ulama, di antaranya pada sosok Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari," kata Ustadz Abdul Mun'im Hasan saat khutbah Jumat (22/6) di Masjid Al Muhajirin, Kompleks Pancoran Mas Permai, Mampang, Kota Depok, Jawa Barat.

Menurut Kang Mun'im, demikian sapaan akrabnya, KH Hasyim Asy'ari sukses dalam berjuang mengamalkan ajaran Allah SWT  yang tertulis di dalam ayat-ayat ayat suci Al-Quran hanya demi meraih ridha Allah Swt. "Lalu mengamalkannya sesuai yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah Saw. Itu contoh real insan bertakwa," ungkap salah satu pengurus Pergunu Kota Depok ini.

Umat Muslim yang baru saja menjalankan ibadah Ramadhan. lanjut Kang Mun'im, harus mencontoh apa yang dilakukan Mbah Hasyim tersebut yang juga mencontoh kepada Nabi Muhammad Saw.

Dalam Al-Qur'an disebutkan Wa maa arsalnaaka Illa rahmatan Lil Alamin. "Artinya Dan tiada Kami mengutus kamu (Wahai Rasulullah Saw) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. Surat Al Anbiya ayat 107 itu menyebutkan Rasul Saw merupakan insan sempurna yang bertakwa dan berakhlak. Beliau membumikan nilai-nilai akhlaqiyah Al Qur’an," lanjut Kang Mun'im.

Ia mengatakan Rasulullah saat menghadapi lawan pun dengan akhlak dan tabassum, akhlak tampak dalam senyuman dan doanya. "Pantaslah beliau disebut sebagai rahmat tidak hanya bagi Muslim, tapi bagi seluruh alam dan makhluk-Nya,” lugas pengajar di Pesantren Al Hamidiyah Kota Depok itu. 

Kang Mun’im juga memaparkan bahwa seorang insan bertakwa hendaknya mengetahui beragam problematika Muslim Indonesia dan dunia. Salah satunya dapat merasakan kepedihan yang terjadi di Palestina. Sebagaimana diberitakan Warga Gaza, Palestina selalu diteror dan dibantai oleh penjajah Zionis Israel.

"Rasul bersabda, Al muslimun akhulmuslim. Artinya seorang Muslim dengan Muslim lainnya adalah bersaudara. Kita semua bersaudara, kita harus amalkan sikap persaudaraan, sebagaimana para masayikh tanamkan ukhuwah wathaniyah, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariyah," urainya.

Umat Muslim harus berjuang membela hak-hak kaum yang terzalimi, termasuk terhadap bangsa Palestina dengan berbagai cara, dengan pikiran tenaga dan doa. "Insan bertakwa pasti memiliki empati sensitif karena paham dan mengamalkan trilogi ukhuwah,” tegas Kang Mun’im .

Diakhir khutbahnya Kang Mun’im berpesan bahwa takwa akan menyatu dengan jiwa setiap insan hanya dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan sunnah. Keduanya dapat dipahami secara benar ketika Muslim membersihkan jiwa melakukan jihadunafs sesuai bimbingan dari alim ulama Nusantara, sebagaimana mereka dahulu memahaminya dari lika-liku para sahabat dan keluarga rasul yang tercatat rapi dalam berjilid-jilid kitab sejarah.

"Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan berjuang, mengkaji dan berkhidmat kepada alim ulama dan mencerdaskan umat,” pungkas Kang Mun’im seraya melengkapinya dengan doa bagi kesuksesan dan kemakmuran Muslim dan bangsa Indonesia. (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)
Jumat 22 Juni 2018 16:45 WIB
Kondisi Terkini Ketum IPPNU Puti Hasni dan Bayinya di Makkah
Kondisi Terkini Ketum IPPNU Puti Hasni dan Bayinya di Makkah
Dok. KBRI di Arab Saudi
Jakarta, NU Online
Puti Hasni, Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU tetap terlihat tegar meskipun bayi yang lahir dari kandungannya prematur di Makkah saat ia sedang melaksanakan ibadah umrah. Bayi dari rahim Puti lahir tepat di hari terkahir bulan Ramadhan, Kamis (14/6/2018) dengan berat hanya 700 gram.

Namun demikian, Puti mengabarkan bahwa kondisinya saat ini dalam keadaan baik dan sehat. Bersama suaminya Abdullah Yazid, perempuan kelahiran Jakarta 29 tahun lalu ini terus mendampingi bayinya yang masih harus dirawat intensif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aziziyah di Makkah.

“Kondisiku baik dan sehat. Tapi kondisi bayi masih harus terus mendapat pantauan dan perawatan intensif dari dokter,” ujar Puti lewat pesan singkatnya kepada NU Online, Jumat (22/6) di Makkah, Arab Saudi.

Alumnus Buntet Pesantren Cirebon ini mengungkapkan, saat ini kondisi kesehatan bayinya fluktuatif atau naik-turun, terutama proses pernapasannya.

“Pernapasan ini yang terus di-treatment oleh dokter,” ungkapnya.

Berharap Doa

Puti berharap kiriman doa dari segenap keluarga besar NU untuk bayi dan keluarganya hingga pulang ke tanah air dengan keadaan sehat dan selamat.

“Kami butuh doa dari segenap keluarga besar NU agar bayi tetap dalam keadaan sehat hingga nanti dinanyatakan boleh dibawa pulang,” harap Puti.

Sebelumnya, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menginformasikan, Puti melahirkan bayi prematur di Rumah Sakit Wiladah wal Atfal, Maternity and Children Hospital Aziziyah Mekkah sekitar pukul 15.30 waktu Saudi.

"Menurut keterangan dokter butuh waktu minimal dua bulan bayi di inkubator untuk kesehatannya. Dalam surat keterangan dari dokter Ibrahim Qutbiy ahli Neonatology, bayi bisa keluar inkubator jika beratnya minimal mencapai 1,6 kg," ujar Maftuh, Kamis (21/6/2018) kemarin lewat keterangan tertulisnya.

Dubes Maftuh yang menjenguk langsung bayi Puti menuturkan, saat ini dokter terus memantau perkembangan jantung, paru-paru, darah, dan makanan bayi yang sudah diminta disuplai langsung dari ASI yang disiapkan langsung oleh ibunya.

Dia menceritakan, Puti menjalankan umrah sejak 1 Juni 2018 lalu dan mereka dijadwalkan kembali ke Jakarta pada 18 Juli 2018.

Puti dan suami, Abdullah Yazid, mendapatkan hadiah atau undangan menjalankan ibadah umrah dari Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia HE. Osama Al-Shuaibi. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG