IMG-LOGO
Daerah

Makam Al Habib Abubakar, Magnet Baru Wisata Pulau Panjang

Selasa 26 Juni 2018 6:0 WIB
Bagikan:
Makam Al Habib Abubakar, Magnet Baru Wisata Pulau Panjang
Jepara, NU Online
Pulau Panjang. Nama itu tidak asing bagi warga Kabupaten Jepara. Bahkan bagi warga di daerah sekitarnya seperti Kudus, Demak, Pati, dan Rembang, Pulau Panjang juga sangat mashur. Pulau yang diperkirakan memiliki luas sekitar 7 hektare itu secara administratif masuk wilayah Kelurahan Ujung Batu.

Sejak lama hingga akhir dekade 1990-an, Pulau Panjang hanya populer sebagai tempat wisata dengan pesona andalan hutan yang masih perawan, hamparan pasir putih, dan tempat habitat burung kunthul atau oleh masyarakat sekitar disebut burung blekok.

Setiap pesta lomban yang digelar masyarakat Jepara pada hari ketujuh Lebaran Idul Fitri, Pulau Panjang ini ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan rasanya tidak afdal jika pada pesta lomban belum mengunjungi Pulau Panjang.

Tapi lain dulu lain sekarang. Pulau Panjang kini tidak hanya menawarkan pesona eksotisme hutan yang masih perawan, hamparan pasir putih, maupun habitat burung kunthul saja. Keberadaan makam Waliyullah Al Habib Abubakar bin Ahmad bin Syekh bin Yahya Ba'alawi menjadi magnet baru yang semakin kuat menyedot kedatangan ribuan wisatawan peziarah setiap tahunnya.

Makam Al Habib Abubakar tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan peziarah semenjak digelar kegiatan haul yang diinisiasi Habib Lutfi Pekalongan pada tahun 2001. Sejak itulah, Pulau Panjang semakin populer. Bukan hanya didatangi oleh wisatawan yang ingin menikmati pesona alamnya saja, tapi juga para peziarah dari berbagai daerah yang jauh-jauh datang dari berbagai daerah untuk ngalap berkah.

Seperti dituturkan oleh Sutiyono, juru kunci makam Al Habib Abubakar, orang-orang yang datang ke Pulau Panjang saat ini bukan hanya wisatawan domestik dari Jepara saja. Tapi ribuan orang setiap bulannya datang dari berbagai wilayah di nusantara yang ingin ziarah ke makam Al Habib Abubakar.

Selama libur Lebaran Idul Fitri 2018 kemarin, ribuan orang setiap harinya datang khusus untuk berziarah. Kedatangan para zairin ini tidak lain untuk ngalap berkah dan tabarrukan kepada waliyullah pejuang dan penyebar Islam di Bumi Kartini.

Seperti yang dilakukan Yuliana yang jauh-jauh datang dari Kabupaten Purworejo. Dia bersama suami dan kedua anaknya mendengar adanya makam seorang wali di Pulau Panjang Jepara. Dia juga sering mendengar tentang keindahan Pulau Panjang. "Liburan Lebaran ini ajak anak-anak untuk berwisata sekaligus ziarah ke sini. Tabarrukan ke makam waliyullah Al Habib Abubakar," tuturnya saat ditemui di depan pintu masuk makam.

Hal senada diungkapkan Indawati. Nenek tiga cucu asli Jepara yang tinggal di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji ini seumur hidupnya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Pulau Panjang. Dia mengaku sering mendengar kabar tentang keindahan Pulau Panjang. Namun dirinya tidak tertarik untuk mengunjungi sampai akhirnya mendengar kabar adanya makam wali di Pulau Panjang. 

Dia yang memang gemar berziarah ke makam-makam wali tersebut kemudian tertarik untuk mengunjungi. Niat itupun dilaksanakan dengan mengajak anak, menantu, dan para cucunya pada libur Lebaran Idul Fitri kemarin untuk ziarah ke Makam Al Habib Abubakar. "Alhamdulillah saya akhirnya bisa ziarah sowan ke Makam Syaikh Abubakar. Semoga mendapatkan berkah," katanya.

Lain lagi cerita yang disampaikan oleh Aminuddin. Pemuda yang lahir, besar, dan tinggal di Jepara ini sejak kecil cukup sering berwisata ke Pulau Panjang. "Tapi memang untuk sekedar menikmati keindahan alam. Saya belum tahu kalau ada makam wali di sini," katanya.

Dirinya baru mengetahui ada makam wali di Pulau Panjang setelah rutin digelar haul. Sejak setahun terakhir, dirinya rutin untuk ziarah ke Pulau Panjang. Bahkan dia juga sering menginap di sekitar kompleks makam. "Beberapa kali menginap di masjid dekat makam," katanya.

Aminuddin mengungkapkan, setiap kali berziarah, dia sering berbarengan dengan para peziarah dari luar kota. Seperti dari Jawa Timur, Semarang, Rembang, Solo, dan bahkan beberapa zairin yang berasal dari luar Jawa. "Sudah sangat mashur Makam Al Habib Abubakar ini," katanya.

Cerita kemashuran dan magnet makam Al Habib Abubakar ini juga dikisahkan oleh Supri. Sopir bus pariwisata dari Kabupaten Wonosobo ini mengungkapkan bahwa dirinya juga sering mendapatkan tugas untuk mengantarkan rombongan ziarah ke Pulau Panjang. "Biasanya saya drop rombongan di Pantai Kartini atau Pantai Bandengan. Kadang satu bus kadang juga dua bus. Rata-rata dari Jawa Timur," katanya.

Rute menuju ke Pulau Panjang tidaklah susah. Perjalanan darat bisa ditempuh dengan tujuan Pantai Kartini atau Pantai Bandengan ataur Tirta Samudera. Namun jarak paling dekat dari Pantai Kartini, hanya 2,5 kilometer.

Setelah sampai Pantai Kartini, peziarah selanjutnya bisa menuju dermaga dan membeli tiket kapal menuju Pulau Panjang yang dilazani kapal-kapal berlabel Sapta Pesona. Harga tiketnya 20 ribu rupiah per orang dengan rute pulang pergi. Harga itu sudah termasuk asuransi.

Kapal-kapal berkapasitas penumpang 25 orang itu dioperasikan oleh tenaga-tenaga terlatih. Keselamatan penumpang juga sangat diperhatikan. Setiap penumpang diharuskan memakai pelampung yang disediakan di kapal. Perjalanan kapal dari Dermaga Pantai Kartini ini hanya ditempuh dalam waktu tidak lebih dari 15 menit.



Setelah sampai di Dermaga Pantai Kartini, peziarah akan langsung bertemu dengan pintu gerbang. Pada musim liburan, pengunjung Pulau Panjang dikenakan retribusi tiket masuk tujuh ribu rupiah per orang. 

Selanjutnya dari pintu gerbang utama Pulau Panjang, pengunjung berjalan kaki menyusuri jalan setapak ke kiri. Sampai dengan jarak sekitar 300 meter sampailah di pintu utama makam Al Habib Abubakar. Di kompleks makam tersebut terdapat masjid, tempat berwudlu, dan juga rumah juru kunci.

Setelah berziarah, pengunjung bisa menikmati eksotisme Pulau Panjang. Di kawasan itu juga banyak pedagang yang menyediakan makanan. Belakangan ini banyak pengunjung yang bermalam dengan mendirikan tenda di pinggir pantai. (Nur Kholiq/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Selasa 26 Juni 2018 22:0 WIB
PILKADA SERENTAK 2018
Ketua NU Jabar Larang Pengurus Bawa Atribut NU pada Pilkada
Ketua NU Jabar Larang Pengurus Bawa Atribut NU pada Pilkada
Nahdlyin Jabar pada satu kegiatan.
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah melarang pengurus NU Jawa Barat dan tingkatan ke bawah ikut kampanye dan dukung-mendukung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dengan membawa atribut NU.

"Kepada seluruh lapisan kepengurusan NU di lingkungan Provinsi Jawa Barat, mari kita taati hasil Munas dan Konbes NU untuk tidak menggunakan atribut dan alat organisasi NU dalam proses Pilkada serentak yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Semoga kita dan jam'iyyah kita NU yang kita cintai senantiasa dalam barokah Allah," kata Kiai Hasan kepada NU Online, Selasa (26/6).

Menurutnya, politik NU adalah politik kebangsaan yang harus mengayomi semua warga, sehingga tidak dibenarkan secara organisasi ikut politik praktis berupa dukung mendukung pasangan calon, apalagi ikut kampanye.

Demi menjaga marwah NU dan menaati aturan organisasi yang didirikan 31 Januari 1926 ini, ia mengaku telah jauh-jauh hari mewanti-wanti pengurus NU agar menaati perintahnya.

Upaya tersebut tidak sia-sia karena sampai sekarang pihaknya tidak menerima laporan tentang pembangkangan yang dilakukan bawahanya. "Alhamdulillaah saya belum menemukan laporan kaitan dengan hal ini. Dan alhamdulillah dalam pilkada serempak tahun ini, lingkungan PWNU dan PCNU se-Jawa Barat relatif sangat kondusif," ucap pria yang karib disapa Gus Hasan itu.

Namun demikian, Gus Hasan tidak melarang pengurus NU dalam menggunakan hak politiknya, yakni memilih dan dipilih karena konstitusi menjaminya. "Adapun secara pribadi, semua warga negara mempunyai hak memilih dan dipilih. Kita hargai karena dilindungi juga hak tersebut oleh Undang-Undang," jelasnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Selasa 26 Juni 2018 21:30 WIB
PILKADA SERENTAK 2018
Ketua NU Jabar Perintahkan Nahdliyin Tolak Politik Uang
Ketua NU Jabar Perintahkan Nahdliyin Tolak Politik Uang
Ketua PWNU Jabar, KH Hasan Nuri Hidayatullah
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah memerintahkan warga NU di Jawa Barat agar menolak praktik politik uang saat Pilkada 2018.

"Sangat tidak setuju (politik uang)," kata Kiai kepada NU Online saat ditanya mengenai politik uang, Selasa (26/7). 

Selain dapat merusak idealisme masyarakat Jawa Barat, praktik politik uang  juga mencederai demokrasi, dan melahirkan pemerintahan yang koruptif.

"Yang lebih mengkhawatirkan dan bisa berdampak kepada ruginya masyarakat adalah lahirnya pemerintahan yang cenderung korup," jelas pria yang karib disapa Gus Hasan itu.

Oleh karena itu, ia mengimbau warga NU khusunya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya agar menghindari praktik politik uang pada Pilkada. Sebaliknya ia berharap agar warga Jabar, khususnya Nahdliyyin tetap istiqomah pada hasil istikhorohnya dalam menentukan pilihanya..

Gus Hasan meminta kepada pasangan calon agar menarik hati calon pemilih melalui cara yang baik seperti menawarkan program yang baik. "Sebaiknya adu program dan argumen yang lebih realistis, bisa di terima, dan dirasakan oleh masyarakat," ucapnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Selasa 26 Juni 2018 21:0 WIB
Usai Lebaran, Pencari Keadilan di PA Brebes Membludak
Usai Lebaran, Pencari Keadilan di PA Brebes Membludak
foto: ilustrasi
Brebes, NU Online
Usai Idul Fitri 1439 hijriyah, para pencari keadilan yang mengadukan nasibnya di Pengadilan Agama (PA) kelas IA Brebes membludak. Seperti menjadi tradisi, masyarakat berjubel ke PA Brebes ada yang mengambil akta cerai, ada yang daftar perceraian, baik cerai talak maupun cerai gugat. 

“Sejak Senin (25/6) lalu yang ambil akta cerai lebih dari 200 orang, sedang yang daftar hampir 100 kasus perharinya,” tutur Ketua PA Brebes Drs H Abdul Basyir saat dihubungi di ruang kerjanya, Selasa (26/6).

Banyaknya pencari keadilan, kata Basyir, membuat petugas kerepotan meskipun sudah dibantu dari petugas lain di luar bagian pelayanan. 

Mereka berjubel di ruang tunggu 1 sampai ruang tunggu 2 untuk mendapatkan antrian. Karena banyaknya pencari keadilan yang harus dilayani maka pelayanan diperpanjang sampai hampir Maghrib. 

“Saya hanya berharap, semoga kami tetap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para pencari keadilan,” harapnya. 

Lebih lanjut Basyir menjelaskan, saat ramai tiga majelis atau ruang sidang dibuka semua sehingga bisa melakukan sidang hingga 100 kasus dalam sehari. Kecenderungan meningkatnya pencari keadilan pasca lebaran, kata Basyir, karena memang sedang berada di kampung halamannya, juga sedang memiliki banyak uang karena sepulang merantau. 

Terjadinya gugatan perceraian, sambungnya, mayoritas disebabkan karena tekanan ekonomi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan juga disebabkan telah memiliki Pria Idaman Lain maupun Wanita Idaman Lain (PIL/WIL) dan karena alasan lain diluar tiga penyebab di atas.
 
“Ada juga karena istri yang bekerja sementara suami pengangguran maka melakukan gugat cerai,” ungkapnya.

Basyir menuturkan, dalam upaya meningkatkan pelayanan PA Brebes juga tengah melakukan sidang keliling setengah bulan sekali setiap Kamis. Sidang keliling digelar di Kecamatan Banjarharjo untuk wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, dan Ketanggungan. 

Sedangkan untuk sidang di Kecamatan Bumiayu untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah Kecamatan Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, Salem, Bantarkawung, dan Sirampog. “Sidang keliling, untuk meringankan biaya transport karena mendekatkan jarak dengan pencari keadilan,” ucapnya.

Dikatakan, meskipun banyak yang melakukan pendaftaran perceraian dan perkara lainnya, tetapi pihak PA tidak melakukan sidang hingga malam hari karena bukan perkara tipikor. Yang terpenting, keputusan setiap perkara tidak boleh lebih dari 5 bulan. Bila telah melebihi batas waktu maksimal maka dilaporkan ke Mahkamah Agung. 

“Sidang tetap dilaksanakan pada setiap jam kerja,” pungkasnya. 

Tahun ini, lanjut boleh dibilang menurun karena rata rata hanya berkisar 400 kasus perbulan sedangkan tahun lalu berkisar lebih kurang 500 kasus perbulan sehingga mencapai lebih kurang 6000 kasus.  (Wasdiun/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG