::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Makam Al Habib Abubakar, Magnet Baru Wisata Pulau Panjang

Selasa, 26 Juni 2018 06:00 Daerah

Bagikan

Makam Al Habib Abubakar, Magnet Baru Wisata Pulau Panjang
Jepara, NU Online
Pulau Panjang. Nama itu tidak asing bagi warga Kabupaten Jepara. Bahkan bagi warga di daerah sekitarnya seperti Kudus, Demak, Pati, dan Rembang, Pulau Panjang juga sangat mashur. Pulau yang diperkirakan memiliki luas sekitar 7 hektare itu secara administratif masuk wilayah Kelurahan Ujung Batu.

Sejak lama hingga akhir dekade 1990-an, Pulau Panjang hanya populer sebagai tempat wisata dengan pesona andalan hutan yang masih perawan, hamparan pasir putih, dan tempat habitat burung kunthul atau oleh masyarakat sekitar disebut burung blekok.

Setiap pesta lomban yang digelar masyarakat Jepara pada hari ketujuh Lebaran Idul Fitri, Pulau Panjang ini ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan rasanya tidak afdal jika pada pesta lomban belum mengunjungi Pulau Panjang.

Tapi lain dulu lain sekarang. Pulau Panjang kini tidak hanya menawarkan pesona eksotisme hutan yang masih perawan, hamparan pasir putih, maupun habitat burung kunthul saja. Keberadaan makam Waliyullah Al Habib Abubakar bin Ahmad bin Syekh bin Yahya Ba'alawi menjadi magnet baru yang semakin kuat menyedot kedatangan ribuan wisatawan peziarah setiap tahunnya.

Makam Al Habib Abubakar tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan peziarah semenjak digelar kegiatan haul yang diinisiasi Habib Lutfi Pekalongan pada tahun 2001. Sejak itulah, Pulau Panjang semakin populer. Bukan hanya didatangi oleh wisatawan yang ingin menikmati pesona alamnya saja, tapi juga para peziarah dari berbagai daerah yang jauh-jauh datang dari berbagai daerah untuk ngalap berkah.

Seperti dituturkan oleh Sutiyono, juru kunci makam Al Habib Abubakar, orang-orang yang datang ke Pulau Panjang saat ini bukan hanya wisatawan domestik dari Jepara saja. Tapi ribuan orang setiap bulannya datang dari berbagai wilayah di nusantara yang ingin ziarah ke makam Al Habib Abubakar.

Selama libur Lebaran Idul Fitri 2018 kemarin, ribuan orang setiap harinya datang khusus untuk berziarah. Kedatangan para zairin ini tidak lain untuk ngalap berkah dan tabarrukan kepada waliyullah pejuang dan penyebar Islam di Bumi Kartini.

Seperti yang dilakukan Yuliana yang jauh-jauh datang dari Kabupaten Purworejo. Dia bersama suami dan kedua anaknya mendengar adanya makam seorang wali di Pulau Panjang Jepara. Dia juga sering mendengar tentang keindahan Pulau Panjang. "Liburan Lebaran ini ajak anak-anak untuk berwisata sekaligus ziarah ke sini. Tabarrukan ke makam waliyullah Al Habib Abubakar," tuturnya saat ditemui di depan pintu masuk makam.

Hal senada diungkapkan Indawati. Nenek tiga cucu asli Jepara yang tinggal di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji ini seumur hidupnya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Pulau Panjang. Dia mengaku sering mendengar kabar tentang keindahan Pulau Panjang. Namun dirinya tidak tertarik untuk mengunjungi sampai akhirnya mendengar kabar adanya makam wali di Pulau Panjang. 

Dia yang memang gemar berziarah ke makam-makam wali tersebut kemudian tertarik untuk mengunjungi. Niat itupun dilaksanakan dengan mengajak anak, menantu, dan para cucunya pada libur Lebaran Idul Fitri kemarin untuk ziarah ke Makam Al Habib Abubakar. "Alhamdulillah saya akhirnya bisa ziarah sowan ke Makam Syaikh Abubakar. Semoga mendapatkan berkah," katanya.

Lain lagi cerita yang disampaikan oleh Aminuddin. Pemuda yang lahir, besar, dan tinggal di Jepara ini sejak kecil cukup sering berwisata ke Pulau Panjang. "Tapi memang untuk sekedar menikmati keindahan alam. Saya belum tahu kalau ada makam wali di sini," katanya.

Dirinya baru mengetahui ada makam wali di Pulau Panjang setelah rutin digelar haul. Sejak setahun terakhir, dirinya rutin untuk ziarah ke Pulau Panjang. Bahkan dia juga sering menginap di sekitar kompleks makam. "Beberapa kali menginap di masjid dekat makam," katanya.

Aminuddin mengungkapkan, setiap kali berziarah, dia sering berbarengan dengan para peziarah dari luar kota. Seperti dari Jawa Timur, Semarang, Rembang, Solo, dan bahkan beberapa zairin yang berasal dari luar Jawa. "Sudah sangat mashur Makam Al Habib Abubakar ini," katanya.

Cerita kemashuran dan magnet makam Al Habib Abubakar ini juga dikisahkan oleh Supri. Sopir bus pariwisata dari Kabupaten Wonosobo ini mengungkapkan bahwa dirinya juga sering mendapatkan tugas untuk mengantarkan rombongan ziarah ke Pulau Panjang. "Biasanya saya drop rombongan di Pantai Kartini atau Pantai Bandengan. Kadang satu bus kadang juga dua bus. Rata-rata dari Jawa Timur," katanya.

Rute menuju ke Pulau Panjang tidaklah susah. Perjalanan darat bisa ditempuh dengan tujuan Pantai Kartini atau Pantai Bandengan ataur Tirta Samudera. Namun jarak paling dekat dari Pantai Kartini, hanya 2,5 kilometer.

Setelah sampai Pantai Kartini, peziarah selanjutnya bisa menuju dermaga dan membeli tiket kapal menuju Pulau Panjang yang dilazani kapal-kapal berlabel Sapta Pesona. Harga tiketnya 20 ribu rupiah per orang dengan rute pulang pergi. Harga itu sudah termasuk asuransi.

Kapal-kapal berkapasitas penumpang 25 orang itu dioperasikan oleh tenaga-tenaga terlatih. Keselamatan penumpang juga sangat diperhatikan. Setiap penumpang diharuskan memakai pelampung yang disediakan di kapal. Perjalanan kapal dari Dermaga Pantai Kartini ini hanya ditempuh dalam waktu tidak lebih dari 15 menit.



Setelah sampai di Dermaga Pantai Kartini, peziarah akan langsung bertemu dengan pintu gerbang. Pada musim liburan, pengunjung Pulau Panjang dikenakan retribusi tiket masuk tujuh ribu rupiah per orang. 

Selanjutnya dari pintu gerbang utama Pulau Panjang, pengunjung berjalan kaki menyusuri jalan setapak ke kiri. Sampai dengan jarak sekitar 300 meter sampailah di pintu utama makam Al Habib Abubakar. Di kompleks makam tersebut terdapat masjid, tempat berwudlu, dan juga rumah juru kunci.

Setelah berziarah, pengunjung bisa menikmati eksotisme Pulau Panjang. Di kawasan itu juga banyak pedagang yang menyediakan makanan. Belakangan ini banyak pengunjung yang bermalam dengan mendirikan tenda di pinggir pantai. (Nur Kholiq/Kendi Setiawan)