IMG-LOGO
Nasional

Peneliti Dorong Ormas Moderat Cegah Radikalisme di Masjid Pemerintah

Senin 9 Juli 2018 1:0 WIB
Bagikan:
Peneliti Dorong Ormas Moderat Cegah Radikalisme di Masjid Pemerintah
Ilustrasi
Jakarta, NU Online
Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, Agus Muhammad mengimbau agar para khatib dari ormas Islam moderat seperti NU tidak hanya berdakwah di lingkungan mereka. Namun, para khatib juga harus berani tampil di lingkungan atau masjid-masjid pemerintah.

Agus mengatakan imbauan tersebut sebagai salah satu hasil rekomendasi penelitian P3M Jakarta dan Rumah Kebangsaan pada tahun 2017 tentang tentang materi khutbah radikal di masjid negara. 

Ormas-ormas moderat harus lebih aktif berdakwah di masjid-masjid pemerintah agar dakwah bil hikmah wal mau’idhatil hasanah lebih memenuhi ruang publik ketimbang sebaliknya.

“Kalau khatib ormas Islam moderat tidak aktif, masjid tersebut akan dikuasai khatib garis keras,” kata Agus pada konferensi pers hasil penelitian di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Ahad (8/7).

(Baca: Enam Topik Radikal Terpopuler Khutba Jumat Masjid Pemerintah)

Ia menyebut pengikut ISIS berawal dari radikalisme. “Pengikut ISIS tertarik masuk ISIS karena awalnya berpaham radikal,” ujarnya.

Rekomendasi lainnya dari penelitian adalah meminta kepada pemerintah agar lebih peduli terhadap masjid-masjid yang membawa simbol Negara. Hal itu agar gejala radikalisasi di masjid-masjid kementerian, lembaga dan BUMN bisa dikurangi atau dicegah.

(Baca: Gejala Radikalisme Masjid Pemerintah Masih Tinggi)

Selain itu, kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) harus melakukan pendalam lebih jauh terhadap temuan ini, sehingga bisa segera diambil tindakan dan langkah-langkah seperlunya.

Terakhir, Agus mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, agar jika ada indikasi radikalisme di masjid, segera melaporkan kepada pihak-pihak terkait agar bisa diambil tindakan pencegahan secepatnya. 

Ia mengingatkan, laporan indikasi radikalisme harus dilakukan lansung kepada pihak terkait, bukan melalu postingan di media sosial, karena dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan.

(Baca: PBNU Minta Pemerintah Awasi Masjid dari Khutbah Radikal)

Penelitian materi khutbah radikal di masjid negara  dilakukan terhadap khutbah yang disampaikan khatib pada setiap pelaksanaan shalat Jumat. Penelitian berlangsung selama empat minggu, dari tanggal 29 September hingga 21 Oktober 2017.

Penelitian melibatkan 100 masjid di Jakarta yang terdiri dari 35 masjid kementerian, 28 masjid lembaga, dan 37 masjid BUMN yang diteliti. Dari 100 masjid yang diteliti, 41 di antaranya terindikasi menyebarkan konten radikal melalui khutbah Jumat. (Kendi Setiawan)
 

Bagikan:
Senin 9 Juli 2018 23:30 WIB
Musim Haji Tahun Ini, Suhu di Saudi Bisa Capai 53 Derajat Celsius
Musim Haji Tahun Ini, Suhu di Saudi Bisa Capai 53 Derajat Celsius
Ilustrasi (Saudi Gazette)
Jakarta, NU Online
Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusuf Singka mengatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Saudi. Suhu udara di sana nantinya bisa mencapai 53 derajat celsius. 

"Untuk menghadapi risiko gangguan kesehatan, kami telah menyiapkan satu set perlengkapan, terdiri dari kacamata ultraviolet, payung, topi, botol minum, masker, dan semprotan untuk muka," terang Eka di Jakarta, Sabtu (07/07), seperti dilansir situs resmi Kementerian agama.

Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah perlengkapan yang akan dibagikan kepada jemaah haji reguler Indonesia. Perlengkapan ini disiapkan salah satunya untuk mengantisipasi cuaca panas di Arab Saudi. "Kacamata hitam sebagai pelindung diri dari debu dan cuaca panas, masker alat pelindung diri juga," sambungnya.

Menurut Eka, sebagian perlengkapan akan dibagikan saat jemaah di embarkasi Tanah Air. Misalnya, botol air minum dan semprotan air. "Saat di embarkasi, kami juga akan membagikan cream atau balsem penghilang rasa pegal," tuturnya.

Sedang sebagian perlengkapan lainnya, akan dibagikan di hotel jemaah, Makkah atau Madinah, saat kegiatan penyuluhan kesehatan. "Kami juga siapkan doorprize bagi jemaah saat kegiatan penyuluhan di hotel," terangnya.

Data dari situs resmi Kemenkes menyebutkan, Kementerian Kesehatan menyiapkan 204.000 kacamata, 20.400 pasang sandal, 204.000 payung, 20.400 box masker, 204.000 tas, dan 20.400 penyemprot air (water spray). Penyiapan alat pelindung diri (APD) ini dalam rangka mengurangi risiko kesehatan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Eka menambahkan, tim kesehatan haji 2018 akan menyediakan 70 ton obat-obatan dari berbagai macam jenis penyakit untuk mengantisipasi jika jamaah haji mengalami gangguan kesehatan.

"Obat-obatan saluran pernapasan, flu, batuk, obat jantung ada, hipertensi ada. Pengganti cairan juga ada. Semua yang dibutuhkan oleh jemaah haji, yang diperlukan untuk semua penyakit," tandasnya. 

Ditambahkan Eka, Kemenkes saat ini juga tengag menyiapkan layanan Klinkk Kesehatan Haji Indonesia di Bandara Jeddah. Saat ini, layanan tersebut masih dikoordinasikan dengan Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah. (Red: Mahbib)

Senin 9 Juli 2018 22:0 WIB
Siswa MA NU Nahdlatul Fata Juara Silat Nasional
Siswa MA NU Nahdlatul Fata Juara Silat Nasional
Jepara, NU Online
Muhammad Zawawi, siswa MA NU Nahdlatul Fata desa Petekeyan kecamatan Tahunan kabupaten Jepara berhasil meraih juara 1 kelas E Remaja (BB; 56-58) dalam event USM Pencak Silat Championship yang diselenggarakan di Universitas Semarang (USM), Jumat-Ahad (6-8/7). 

Siswa yang naik ke kelas XII IPA itu tanding 4 kali dan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan lawannya dari pulau dewata, Bali.

Untuk meraih target juara di event nasional yang diikuti pesilat se-Indonesia itu, dari pihak madrasah melaksanakan latihan intensif setelah hari raya sebulan lalu. 

Murid yang lahir di Jepara 09 Mei 2001 itu sudah mengantongi beberapa kejuaraan di antaranya Juara I Popda Kabupaten, Juara I Popda Karisidenan, Juara 2 Popda Jateng, Juara 1 Kejurda Pagar Nusa, dan Juara 1 Porsema. 

Kepala MA NU Nahdlatul Fata, Nur Khandir yang diwakili Waka Kesiswaan, Ulil Absor mengatakan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di madrasahnya, selain memberikan ruang bakat, juga untuk mengasah mental para siswa. 

“Saya juga berharap atlet pencak silat Pagar Nusa mampu meningkatkan dan mempertahankan prestasi yang telah diraih sesuai dengan jargon (madrasah berbasis sang juara),” katanya, Senin (9/7). 

Di samping peserta didiknya semakin berprestasi di ajang bergengsi lain guna membanggakan orang tua dan almamater. (Syaiful Mustaqim/Abdulah Alawi)

Senin 9 Juli 2018 20:15 WIB
Mendes Eko Minta Mahasiswa NTB Tumbuhkan Ekonomi Desa
Mendes Eko Minta Mahasiswa NTB Tumbuhkan Ekonomi Desa
Pulau Kenawa NTB (Bisnis Tempo.co)
Mataram, NU Online
Lebih dari dua ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) padati Convention Hall Lombok Raya Hotel, Mataram, NTB, Sabtu (7/7). Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo; Menteri Pariwisata, Arief Yahya; dan Menteri Sosial, Idrus Marham. 
 
Tak hanya berdialog, tiga menteri ini juga membagi-bagikan sejumlah laptop dan puluhan tabungan berisi juta rupiah kepada puluhan mahasiswa yang hadir.
 
Dalam dialog tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Partisipasi mahasiswa dapat dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

"Nah partisipasi dari mahasiswa ini penting sekali untuk melakukan KKN, benevit-nya apa dari KKN, kalian (mahasiswa) bisa melihat potensi yang sangat besar di Indonesia," ujarnya.
 
Ia berharap, dalam KKN tematik tersebut para mahasiswa dapat menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melakukan berbagai pendampingan. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Ia mengakui, masih banyak masyarakat di desa yang membutuhkan berbagai pendampingan seperti dalam memanajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
 
Program-program di desa hanya akan berhasil kalau kita lakukan pendampingan. Kalau melakukan pelatihan biayanya akan sangat mahal," ujarnya.
 
Menteri Eko mengatakan, pendampingan demi peningkatan sumber daya manusia di desa sangat penting untuk membantu mengatasi kesenjangan. Sebab semakin meningkatnya kesenjangan kaya dan miskin, akan berpotensi besar menimbulkan gejolak sosial.
 
"Pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa dikurangi kemiskinan akan menimbulkan gejolak sosial. Yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan gap antara yang kaya dan miskin," ujarnya.
 
Terkait pertimbuhan ekonomi Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai negara besar harus bergerak cepat demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, persaingan bukan persoalan besar atau kecilnya sebuah negara, namun lebih pada persoalan siapa cepat memakan yang lambat.
 
"Indonesia sekarang tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 22 persen," ujarnya. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG