IMG-LOGO
Daerah

Ikrar Dai Muda Makmurkan Jakarta dari Masjid-Nya

Rabu 11 Juli 2018 16:0 WIB
Bagikan:
Ikrar Dai Muda Makmurkan Jakarta dari Masjid-Nya
Serang, NU Online
Sekitar 50 dai dan khatib muda Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta telah berikrar dan bertekad untuk bergerak dari masjid lalu memakmurkan Jakarta.

Ikrar dan tekad ini dibacakan saat pelatihan khatib dan dai DMI Jakarta Rabu (11/7) pagi di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. 

"Demi Allah kami bertekad dari masjid-Nya kita makmurkan Jakarta. Dari masjid-Nya, kita makmurkan Jakarta. Dari masjid-Nya kita makmurkan Jakarta," tegas mereka.

Kegiatan tersebut mengangkat tema Mewujudkan Pemuda Muslim yang Berkarakter dan 'balighu a'niyyu walau aayah' yang menjadi Shahih Bukhari dari hadits Rasulullah Muhammad saw.

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Ketua PP DMI yang juga Ketua PBNU KH Abdul Mannan Ghani. Turut hadir dan mendampingi di antaranya Sekretaris Departemen Pemberdayaan Organisasi dan Pembinaan Kewilayahan PP DMI, H Chusnul Khuluk; Sekretaris Departemen Dakwah, Ukhuwwah, dan Sumber Daya Keumatan PP DMI yang juga Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Makmun Al-Ayyubi; serta Ketua Pimpinan Daerah (PD)  DMI Kota Jakarta Barat, H Sulaiman Rais. (Red: Kendi Setiawan)
Tags:
Bagikan:
Rabu 11 Juli 2018 22:0 WIB
Puluhan Perusahaan Ikuti NU Job Fair di Pesantren Darul Ulum Batang
Puluhan Perusahaan Ikuti NU Job Fair di Pesantren Darul Ulum Batang
NU Job Fair di Batang Jawa Tengah
Batang, NU Online 
Bupati Batang, Wihaji, membuka resmi NU job fair di Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Batang, Rabu (11/7).  Job fair diikuti 44 perusahaan mulai dari perusahaan swasta hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 2.200 orang dan dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di Batang.

"Saya selaku Kepala Daerah berterimakasih kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kandeman Kabupaten Batang yang telah ikut berperan dalam kemaslahatan umat dengan menggelar job fair untuk membantu menurunkan angka pengangguran," kata Bupati Batang, Wihaji sebagaimana dirilis suaramerdeka.com.

Diungkapkan, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU berkewajiban untuk merawat dan melestarikan tradisi warisan leluhur. Tetapi, ujar Wihaji, jangan melupakan tanggung jawab agar tetap meningkatkan taraf hidup. Karena sekarang zaman sudah berubah tanpa meninggalkan syariat Islam.

Bupati juga meminta agar penyelenggara job fair dalam melaksanakan tugasnya dengan objektif dan transparan. Hal tersebut, tambah Bupati, untuk menepis anggapan di masyarakat bahwa mendapatkan pekerjaan harus lewat jalur tertentu.

Ketua pelaksana, Munir Malik mengatakan, job fair terselenggara berkat kerjasama antara Pengurus Cabang NU Batang, Kementerian Tenaga Kerja bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas Penanaman Modal Perijinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Batang. 

Job Fair digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis (11-12/7), guna memberikan informasi kepada pencari kerja, sesuai bidang yang dibutuhkan.

"Selaku warga NU dan warga Batang kami juga berkewajiban untuk ikut mendukung serta menyukseskan program pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Batang," pungkas Munir Malik. (Red: Muiz)

Rabu 11 Juli 2018 21:0 WIB
Islam Nusantara, Islam China, dan Laksamana Cheng Ho
Islam Nusantara, Islam China, dan Laksamana Cheng Ho
Unisnu Jepara gelar diskusi Islam Nusantara di Jepara
Jepara, NU Online
Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar diskusi Islam Nusantara bertempat di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana, Selasa (10/7). 

Diskusi yang mengangkat tema Melacak Relasi Islam Nusantara dan Islam China mehhadirkan narasumber Wakil Rais PCINU Tiongkok, Ali Romdhoni dan Muhammad Nashrul Haqqi, Dosen Unisnu Jepara.

Seperti diketahui, jejak Islam di Nusantara erat kaitannya dengan budaya China. Dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia ada kontribusi China Muslim yang melawat ke negeri ini. Begitu pun di Jepara. Beberapa ornamen di Masjid Astana Sultan Hadirin Mantingan juga banyak dijumpai ornamen-ornamen khas China.

Ali yang juga dosen Unwahas dalam pemaparannya mengatakan bahwa ada banyak sekali masjid-masjid di Indonesia yang mempunyai ciri China, mulai dari bentuk bangunannya hingga ornamen-ornamen yang ada di dalam dan di luar masjid. 

“Beberapa masjid di Indonesia, di antaranya di daerah Tuban dan Pati juga terdapat lingga dan yoni, sebuah simbol yang erat dengan China. Begitu pun dengan motif ukiran yang menyerupai naga,” ujarnya yang telah menulis 50 essay selama menempuh studi di China.

Berbicara tentang relasi Islam Nusantara dan Islam China tidak bisa lepas dari Laksamana Cheng Ho. Sebagai seorang China Islam, Cheng Ho mempunyai andil besar dalam menyebarkan agama Islam di nusantara. Bahkan jejak-jejak Cheng Ho masih banyak ditemui sampai sekarang. Namanya juga diabadikan menjadi nama sebuah masjid di Tuban.

“Diskusi yang menarik, semoga diskusi ini bisa menjadi semacam pemantik bagi Unisnu, dan mahasiswa untuk ke depannya lebih giat dalam melakukan studi tentang jejak sejarah Islam di nusantara, khususnya di Jepara,” terang Faizin, staf UPT Pusat Kajian Aswaja Unisnu Jepara ini dalam siaran pers yang diterima NU Online.

Acara Jagong Islam Nusantara ini adalah rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Lahir Ke-27 Unisnu Jepara. Pada perayaan harlah tahun ini, panitia mengangkat tema Unisnu Jepara Sebagai Pesantren Peradaban Islam Nusantara

Tema ini diangkat untuk menunjukkan eksistensi Unisnu Jepara sebagai perguruan tinggi milik warga nahdliyin yang niscaya menjadi garda terdepan dalam membumikan Islam Nusantara. (Syaiful Mustaqim/Muiz)
 
Rabu 11 Juli 2018 19:0 WIB
RSI Siti Hajar Sidoarjo Dua Kali Raih Juara NU Jatim Award
RSI Siti Hajar Sidoarjo Dua Kali Raih Juara NU Jatim Award
RSI Siti Hajar Sidoarjo 2 kali juarai NU Jatim Award
Sidoarjo, NU Online
Senin, 9 Juli 2018 merupakan hari yang cukup menggembirakan bagi keluarga besar Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur. Pasalnya, setelah melalui seleksi yang ketat di ajang NU Jatim Award 2018 kategori unit usaha NU, RSI Siti Sidoarjo Hajar berhasil meraih kategori terbaik RS tipe B dan berhak menerima tropi juara.

Yang cukup membanggakan, ini adalah penghargaan yang kedua kalinya secara berturut-turut pada tahun sebelumnya, pada kategori yang sama di ajang NU Jatim Award yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

"Prestasi kali ini lebih berasa dibanding tahun lalu, karena tahun ini kita berfastabiqul khoirot dengan lebih banyak peserta dari berbagai Rumah Sakit NU Se-Jawa Timur," kata Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, H Hidayatullah, Rabu (11/7).

Menurutnya, ini semua berkat kekompakan, kerja keras, kecerdasan dan keikhlasan teman-teman civitas hospitalia RSI Siti Hajar Sidoarjo serta berkat kasih sayang dari Allah SWT. "Ini bukan semata-mata kita hebat, tapi karena Allah SWT begitu Maha Welas Asih memberi kemudahan dan keridlaan kepada kita," tutupnya.

RSI Siti Hajar Sidoarjo adalah satu-satunya rumah sakit swasta kebanggan warga NU Sidoarjo. Didirikan oleh Muslimat NU dan dikelola secara profesional oleh BPM (Badan Pelaksana Mabarot) NU Siti Hajar Sidoarjo.

Saat ini RSI Siti Hajar Sidoarjo berkembang pesat menjadi Rumah Sakit rujukan yang terpercaya di Sidoarjo. Didukung oleh tim SDM dan tenaga medis yang berpengalaman serta peralatan medis yang canggih. RSI Siti Hajar Sidoarjo menjadi kategori rumah sakit tipe B, dan juga berhasil meraih predikat Paripurna dalam Akreditasi Versi 2012 oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). (Moh Kholidun/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG