IMG-LOGO
Daerah

Pelajaran dari Piala Dunia bagi Santri

Senin 16 Juli 2018 3:0 WIB
Bagikan:
Pelajaran dari Piala Dunia bagi Santri
Santri di Jombang Nobar Piala Dunia
Jombang, NU Online
Demam Piala Dunia 2018 tak hanya dirasakan masyarakat umum saja. Ssejumlah santri di Jombang mengadakan nonton bareng final Piala Dunia 2018 antara Prancis vs Kroasia. Seperti terlihat di Pondok Pesantren Al Aqobah Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahad (15/7) malam.

Para santri tampak berbaris rapi di depan layar proyektor samping rumah pengasuh pesantren. Sebagian ada yang berbaring dan ada juga yang duduk. Tidak hanya santri, pengasuh dan para ustadz yang menyukai sepak bola juga ikut bergabung. Peralatan Nobar disediakan oleh pengasuh. Para santri yang menonton datang membawa kasur dan tikar sendiri.

Menurut Pengasuh Al Aqobah Ahmad Kanzul Fikri, Nobar Piala Dunia 2018 sebagai hiburan di tengah padatnya kegiatan para santri. Ia mengatakan banyak pelajaran yang bisa diambil para santri dari momen pertandingan sepak bola empat tahunan ini.

"Piala Dunia sudah selayaknya kita ambil sisi positifnya seperti sportivitas, fair play, penggunaaan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia dari hasil kompetisi domestik yang berjenjang. Sehingga memberikan out put pemain yang berkualitas internasional," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, kegiatan nonton bareng ini dimulai setelah semua kegiatan pesantren selesai dan tak mengganggu aktivitas keseharian santri. "Santri tetap ngaji dulu, jadi ngaji tetap dan nonton bola pun boleh. Tidak ada yang dirugikan," ungkap Fikri.

Pesantren Al Aqobah, kata Fikri, mengusung sistem pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Namun, tak menghilangkan tujuan dan inti dari pembelajaran itu sendiri. Tujuan sistem ini agar para santri tidak merasa terbebani dalam menjalani semua aktivitas setiap hari.

Dengan proses belajar yang menyenangkan. kata dia, dapat menghasil kan para santri yang pinter dan cerdas. Karena mereka belajar tidak karena terpaksa dan menikmati materi yang diberikan. "Anak didik yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mudah jenuh dan bosan. Makanya kita kasih selingan seperti nonton bola, main bola, olahraga pagi, ziarah makam dan lain-lainnya," pungkas Fikri. (Syarif Abdurrahman/Kendi Setiawan)



Dalam pertandingan tersebut, Prancis keluar sebagai juara Piala Dunia 2018. Les Bleus mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.



Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic membuat gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum.



Di babak kedua, skuat besutan Didier Deschamps membuat dua gol tambahan melalui Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara Kroasia hanya menambah satu melalui Manduzkic, memanfaatkan kesalahan yang dibuat kiper Hugo Lloris.

Ini menjadi titel kedua Prancis, setelah yang pertama didapat pada tahun 1998. (Syarif Abdurrahman)
Bagikan:
Senin 16 Juli 2018 23:0 WIB
Ketua Baru PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong Terpilih
Ketua Baru PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong Terpilih
Ketua Baru PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong
Probolinggo, NU Online
Nahkoda Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Zainul Hasan (Inzah) Genggong, Semampir, Kraksaan Kabupaten Probolinggo berganti.

Hal ini menyusul terpilihnya Ainun Najib Afandi dan Riskawati sebagai ketua yang baru dalam rapat anggota yang dihadiri oleh Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam dan Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan Yuyun Cahyati, alumni serta puluhan anggota PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong, Ahad (15/7).

Setelah terpilih, Inzah Ainun Najib Afandi mengungkapkan komitmennya untuk melaksanakan apa yang menjadi visi dan misinya dengan terus belajar.

“Belajarlah layaknya akademisi dan berjuanglah layaknya seorang pejuang tanpa pamrih. Bertakwa layaknya seorang kiai,” katanya.

Tidak lupa Najib menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh semua pengurus PKPT IPNU Inzah Genggong kepadanya.

“Mohon doa dan dukungannya supaya saya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PKPT IPPNU Inzah Riskawati dihadapan para kader IPNU dan IPPNU Inzah Genggong. Ia menyampaikan bahwa kepengurusan yang ada akan berjalan dengan maksimal manakala didukung dengan kerja keras dan loyalitas tanpa batas.

“Mari kita bersama-sama dan bersatu padu demi kemajuan PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong ke depan. Ayo kita benahi administrasi yang sebelumnya belum sesuai dengan aturan yang ada,” ajaknya.

Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan Yuyun Cahyati menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya ketua baru PKPT IPNU-IPPNU Inzah Genggong. Ia pun meminta kepada seluruh kader IPNU-IPPNU agar senantiasa membantu tugas-tugas pengurus yang baru sehingga keberadaan IPNU-IPPNU di Kampus Inzah Genggong tersebut benar-benar bisa menjadi wadah bagi seluruh mahasiswa.

“IPNU-IPPNU itu merupakan salah satu wadah organisasi yang sangat besar manakala bisa dikelola dengan baik. Sebab di sinilah awal pengkaderan yang dilakukan di organisasi NU sebelum nantinya meneruskan estafet kepemimpinan di jenjang yang lebih tinggi. Jadilah kader-kader yang militan demi kejayaan NU di masa mendatang,” ungkapnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kota Kraksaan, Khairul Imam berpesan agar pengurus yang baru tersebut bisa membuat program dengan baik sesuai harapan seluruh kader IPNU-IPPNU.

“Program yang sudah baik hendaknya dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi. Jangan berhenti untuk berinovasi agar tercipta sebuah kreativitas di antara seluruh mahasiswa,” katanya. (Syamsul Akbar/Muhammad Faizin)
Senin 16 Juli 2018 22:0 WIB
Bupati Pekalongan Ajak MWCNU Lain Tiru Kesesi
Bupati Pekalongan Ajak MWCNU Lain Tiru Kesesi
Bupati Pekalongan usai menandatangani prasasti Gedung MWCNU Kesesi
Pekalongan, NU Online
Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi mendorong beberapa MWC NU di Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki gedung untuk bisa meniru apa yang telah dilakukan oleh MWC NU Kesesi. 

Menurutnya, MWC NU Kesesi adalah salah satu MWC NU tergiat dalam setiap kegiatan-kegiatannya sehingga menjadi inspirasi dari MWC NU yang lainnya.

Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri halal bi halal dan meresmikan Gedung MWCNU Kesesi Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/7).

Bupati berharap gedung baru MWCNU Kesesi bisa menjadi energi positif yang didedikasikan bagi kepentingan masyarakat Kecamatan Kesesi dalam rangka menjamin keselamatan dunia dan akhirat.

“Di samping itu keperpihakan bagi mereka yang lemah, mereka yang belum mendapatkan akses yang layak akan pelayanan atas program-program dari Pemerintah setempat. Seperti mandat yang disampaikan Hadratus Syech Hasyim Asy’ari yakni tidak sekali-kali organisasi ini kita dirikan kecuali untuk mengentaskan kaum-kaum tertindas,” tegas Bupati.

Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesesi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah yang berada di Jalan Raya Kaibahan Kesesi Kabupaten Pekalongan atau di depan SMK Maarif NU Kesesi. 

Ketua MWC NU Kesesi Rusnoto menuturkan, pembangunan gedung MWCNU adalah murni swadaya warga NU Kesesi. Dirinya berharap, setelah diresmikannya gedung MWC NU ini kelembagaan di bawah naungan NU semakin kokoh dan maju.

"Kita sebagai warga nahdliyyin Kecamatan Kesesi patut berbangga karena SMK Maarif NU Kesesi sebagai penopang MWC NU Kesesi, tahun 2018 ini sebanyak 489 siswa baru yang mendaftar. Ini adalah aset MWC NU Kesesi, yang sekaligus adalah aset warga NU Kecamatan Kesesi semuanya,” ujar Rusnoto.

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Kantor MWC NU Kesesi Yoyon Ustar Hidayat menyampaikan, pembangunan gedung MWC NU Kesesi yang dilaksanakan sejak 24 April 2017 hingga 30 April 2018 ini memakan total anggaran sebesar Rp555 juta rupiah.

“Anggaran tersebut bersumber dari kas murni MWC NU Kesesi dan beberapa bantuan personal yang tidak mengikat seperti dari H Asip Kholbihi selaku pribadi dan dari Pemkab Pekalongan dan para guru serta siswa di bawah naungan LP Maarif NU Kesesi,” tutur pria yang akrab disapa Yoyon. (Nisa/Muiz)
Senin 16 Juli 2018 21:0 WIB
Pesantren Baitul Qur'an Pringsewu Praktik Rashdul Qiblat
Pesantren Baitul Qur'an Pringsewu Praktik Rashdul Qiblat
Praktek Rashdul Qiblat Pesantren Baitul Quran Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Membekali para santri dengan ilmu falak, pengurus Pondok Pesantren Baitul Qur'an Pringsewu, Lampung melakukan praktik pengukuran arah qiblat memanfaatkan fenomena alam yang dinamai dengan Rashdul Qiblat. Kegiatan ini sesuai dengan pengumuman dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) nomor 27/LF-PBNU/VII/2018 tentang peduli Rashdul Qiblat.

Pengasuh Pondok Pesantren penghafal Al-Qur'an ini, KH Abdul Hamid Al Hafidz mengatakan, berdasarkan surat tersebut, pada 15 dan 16 Juli 2018, pukul 16.27 WIB, matahari melintas tepat di atas Ka’bah di Makkah, Arab Saudi. Fenomena alam ini menjadi kesempatan mengetahui arah qiblat dengan tepat melalui pengamatan seluruh ujung bayang-bayang benda tegak lurus yang secara otomatis mengarah ke arah kiblat atau ka'bah.

"Disamping mempraktikkan langsung agar para santri memahami caranya, ini juga sesuai dengan imbauan LFNU agar memanfaatkan momen ini untuk mengukur kembali arah kiblat tempat-tempat shalat," jelasnya, Senin (16/7).

Pada kesempatan tersebut para santri menancapkan sebatang bambu ketanah dengan terlebih dahulu diukur posisi tegak lurusnya. Kemudian tepat pada waktu yang sudah ditentukan, seluruh santri dipandu oleh Kiai Hamid mengamati bayangan yang dihasilkan dari bambu tersebut sekaligus menandai arah yang dihasilkan.

"Walaupun kondisi matahari tidak terlalu terik, tapi alhamdulillah terlihat bayangan dari sinar matahari yang mengenai batang bambu yang disiapkan," ungkapnya.

Selain menjelaskan langkah-langkah pengukuran, Kiai Hamid pun menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Qiblat hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 28 Mei (atau 27 Mei di tahun kabisat) sekitar pukul 16.18 WIB dan 16 Juli (atau 15 Juli di tahun kabisat) sekitar pukul 16.27 WIB.

"Jam-jam tersebut merupakan waktu dzuhur di kota Makkah. Secara geografis kota Makkah berada di 39o49’34” LU dan 21o25’21” BT. Dari Indonesia, koordinat ini berada pada arah barat laut dengan derajat bervariasi antara 21o-27o menurut koordinat (garis lintang dan garis bujur) masing-masing daerah," jelasnya kepada santri.

Ia menegaskan juga bahwa arah kiblat Indonesia bukanlah ke barat. Jika ke barat maka semua wilayah Indonesia yang terletak di 34o7’ LU dan seterusnya (ke utara), seperti Aceh, akan lurus dengan Negara Ethiopia atau melenceng ke selatan sejauh 1750 km dari Mekkah. Begitu juga yang terletak di 4o39’ LS sampai 3o47’ LU, menghadap barat berarti lurus dengan Negara Kenya.

Mendengar penjelasan ini para santri yang merupakan para anak yatim piatu ini sangat antusias mendengarkan serta mengikuti praktek mengukur arah qiblat dengan Rashdul Qiblat tersebut.

"Semoga mereka dapat mengambil inti materi praktik pengukuran menggunakan Rashdul Qiblat dan ke depan dapat diamalkan dalam kehidupan bersama masyarakat," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG